Kam. Jan 21st, 2021

NTT Bangkit

Media Promosi Pariwisata,Bisnis dan Investasi NTT

Sukses Kembangkan Ikan Teri, Kades Di NTT Terpilih Mendampingi Presiden Ke India

2 min read

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, Kades Hadakadewa dan Bupati Lembata, Eliaser Jentji Sunur sedang menunjuk ikan teri dari BUMDes Hadakewa (Sumber: tribunnews.com)

KUPANG, NTTBANGKIT.com – Sukses mengembangkan ikan teri, Klemens Kwaman, Kepala Desa (Kades) Hadakewa, Kecamatan Lebatukan, Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dipilih Kementerian Desa mendampingi Presiden Jokowi untuk menghadiri program Benchmarking di India tanggal 2-15 September 2019.

Klemens adalah satu-satunya kepala desa dari NTT yang ikut dalam program tersebut. Selain Klemens, ada juga dua pendamping lokal desa dari Kabupaten Belu yang ikut ke India.

Kelemns mengatakan bahwa Benchmarking merupakan ajang bagi setiap kepala desa untuk mempresentasikan konsep serta produk unggul dari masing-masing desa yang bisa diterapkan di India.

“Kita bawa konsep dari Indonesia atau dari desa saya untuk kita share ke desa-desa yang ada di India,” kata Klemens. 

Klemens juga mengatakan bahwa dari 16 kepala desa di Indonesia yang ikut dalam program ini, tidak semuanya akan memaparkan produk karena sudah dipetakan berdasarkan keunggulan masing-masing. Maka ada Desa yang akan mempresentasikan konsep-konsep khas masing-masing dalam mengembangkan ekonomi kreatif seperti transparansi keuangan, kehutanan dan pertanian.

Dalam program tersebut, Klemens akan memaparkan tentang inovasi Ikan Teri yang ia terapkan di Desanya mulai dari proses pengolahan oleh BUMdes Hadakewa hingga produk jadi yang layak dijual ke pasaran, hingga sistem pemasaran menggunakan media teknologi informasi. 

Tidak hanya itu, Klemens juga mengatakan bahwa ia akan mengembangkan sarden dengan bahan dasar ikan teri. 

Setelah sukses dengan inovasi Ikan Teri dan menjadi salah satu desa tematik di Kabupaten Lembata, Kepala Desa yang bergelar Sarjana Teknik  ini bertekad mengembangkan pariwisata di desanya.

Dengan Dana Desa sebesar Rp 830 juta dan Alokasi Dana Desa Rp300 juta, lulusan Universitas Kristen Indonesia Paulus Makassar ini juga akan menjadikan Hadakewa sebagai desa wisata dengan potensi laut yang indah.

Pariwisata akan menjadi penopang sumber pendapatan Hadakewa selain Ikan teri dan sarden olahan.

Secara terpisah, Gubernur NTT Victor Laiskodat menyatakan bahwa setiap BUMDes perlu mengembangkan model ekonomi kreatif dan inovatif guna menunjang program pemerintah provinsi yaitu Masyarakat Ekonomi NTT yang mandiri secara ekonomi.

“Sebagai Gubernur, tentunya produk olahan ikan teri ini akan terus kita suport agar semakin berkembang kedepannya. Saya yakin bahwa produk ini akan menjadi salah satu keunggulan NTT selain bubuk kelor, garam, daging sapi, dan produk-produk unggulan kita lainnya.” Turut Laiskodat. (Emild Kadju/NBC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2021 NTTBANGKIT.

Tentang Kami   |   Tim Redaksi