Ming. Jan 24th, 2021

NTT Bangkit

Media Promosi Pariwisata,Bisnis dan Investasi NTT

Ekspor Meningkat, Nae Soi: Makro Ekonomi NTT Semakin Baik

2 min read

Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi (Picture: Pos Kupang)

KUPANG, NTTBANGKIT.com – Secara ekonomi makro, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sedang mengalami peningkatan dalam Gross Domestic Product (GDP) kurang lebih 5% yang mana salah satunya dikarenakan aktivitas ekspor yang meningkat setiap periode. Hal ini terjadi karena beberapa BUMDes sudah mulai berkreasi dan berinovasi dalam menghasilkan produk-produk unggulan.

Selain peningkatan dalam produksi, NTT juga senantiasa aktif dalam kegiatan ekspor baik produk mentah, setengah jadi, maupun produk jadi.

Pada Juli 2019 nilai ekspor NTT sebesar US $ 1.432.105 dengan volume sebesar 6.840,6 ton. Nilai ekspor tersebut terdiri dari ekspor migas senilai US $ 140.665 dan ekspor non migas senilai US $ 1.291.440.

Nilai ekspor ini naik 29,02% atau meningkat senilai US $ 322.106 jika dibandingkan dengan nilai ekspor Juni 2019 sebesar US $ 1.109.999 bila dibandingkan dengan total ekspor pada periode yang sama pada Juli tahun 2018 sebesar US $ 1.399.826 maka terjadi peningkatan sebesar 2,3%.

Demikian disampaikan Kepala Bidang Distribusi, Dem Sabuna, didampingi Kepala Bidang Integrasi Pengolahan dan Diseminasi Statistik, BPS NTT, Tio Faryda Gultom, ketika menggelar Jumpa Pers Bulanan di Aula Rapat BPS NTT, Senin (2/09/2019).

Gultom juga mengatakan bahwa pada Juli 2019 pengiriman komoditas ekspor NTT dilakukan melalui Pelabuhan Atapupu sebesar US $1.333.693 dan Pelabuhan Tenau sebesar US $ 98.412 dengan komoditas ekspor dikirim ke Timor Leste sebesar US $ 1.432.105.

Dem menyampaikam kelompok komoditas dengan nilai ekspor terbesar pada Juli 2019 adalah garam belerang dan kapur dengan nilai ekspor US $ 275.541 atau 19,24% dari total ekspor.

Sedangkan untuk impor NTT sebesar US $ 6.900.751 dengan volume sebesar 14.379,5 ton. 

Impor NTT  terbesar berasal dari Malaysia sebesar US $ 672.816 dan komoditas terbesar yang diimpor pada Juli 2019 adalah bahan bakar mineral senilai US $ 672.896.

Secara terpisah, Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi mengatakan bahwa dengan mengendalikan aktivitas ekspor dan impor, maka NTT bisa mengendalikan inflasi dan diflasi daerah.

Selain itu, Nae Soi juga mengatakan bahwa walaupun nilai impor masih di atas ekspor sekitar 1:6, ekonomi NTT tetap bisa dikatakan semakin baik, mengingat ratio ekspor yang semakin tinggi secara perlahan setiap periodenya di satu sisi dengan nilai impor yang stag di lain sisi membuat interval ekspor-impor semakin kecil.

“Ekonomi NTT sekarang sedang mengalami trend peningkatan secara perlahan secara GDB. Tentunya Pak Gub (Victor Laiskodat, red.) dan saya tengah berjuang untuk meningkatkan ekonomi NTT dengan meningkatkan ratio ekspor pada impor sehingga intervalnya semakin kecil. Melalui jargon Masyarakat Ekonomi NTT, kita tengah berjuang agar sektor-sektor unggulan seperti budaya, pariwisata, dan produk khas NTT bisa menjadi motor penggerak ekonomi NTT, yang mandiri secara ekonomi, sosial, dan budaya.” tutur Josef kepada NBC.

Penulis: Emild Kadju/NBC


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2021 NTTBANGKIT.

Tentang Kami   |   Tim Redaksi