Sab. Nov 28th, 2020

NTT Bangkit

Media Promosi Pariwisata,Bisnis dan Investasi NTT

Angel Voice dan Gloria Voice NTT Tampil di Penabur International Choir Festival 2019

2 min read

Paduan suara Angel Voice saat tampil di Penabur International Choir Festival 2019 di Kelapa Gading, Jakarta Utara (*)

JAKARTA, NTTBANGKIT.COM,–Paduan suara Angel Voice dan Gloris Voice dari Kota Kupang, NTT, menjadi peserta lomba Penabur International Choir Festival yang digelar oleh Penabur Intenational School, di Kelapa Gading, Jakarta Utara,  sejak Kamis, (4 – 7/ 2019). Kedua kelompok paduan suara tersebut tampil membawakan lagu-lagu rohani berbahasa Inggris.

Angel Voice dan Gloris Voice pose bersama di Penabur International School.

Ketua Paduan Suara Angel Voice dan Gloria Voice, Pdt, Roos Foenay, menerangkan bahwa Angel Voice merupakan paduan suara anak-anak remaja dan Gloria Voice adalah paduan suara ibu-ibu dari Gereja Masehi Injili Timor (GMIT) Kota Kupang tampil bersama ratusan paduan suara dari berbagai penjuru dunia.

“Anggel Voice terdiri dari anak-anak remaja GMIT sebanyak 30 orang, dan Gloria Voice dari ibu-ibu sebanyak 30 orang. Kami ikut lomba festival paduan suara internasional ini sampai tanggal 7 September dan tanggal 8 September kembali ke Kupang. Kami merasa sangat bangga bisa mengikuti iven internasional ini,” kata Pdt. Roos Foenay, saat ditemui NTTBangkit.com (NBC), Kamis (4/9/2019) di Kantor Badan Penghubung NTT, Tebet, Jakarta Selatan.

Dikatakan Roos, kegiatan ini merupakan iven internasional yang digelar 2 tahun sekali oleh Penabut International School yang diikuti berbagai kelompok paduan suara dari seluruh dunia. Pada tahun 2017 lalu, kata dia, Angel Voice dan Gloria Voice juga mengikuti festival paduan suara internasional ini, dan mendapatkan penghargaan piala.

Lebih jauh, Roos berharap dalam perlombaan paduan suara kali ini, paduan suara yang dipimpinnya dapat tampil lebih baik dan meraih juara. Namun demikian, Roos mengaku, hal itu bukan menjadi tujuan utama mengikuti iven internasional tersebut. Baginya, momentum perlombaan ini selain menjadi ajang oleh vokal, juga menjadi arena bagi kaum muda NTT untuk melatih mental dan kepercayaan pada diri sendiri dan bergaul dan membangun relasi yang baik antara para anak remaja NTT dengan negara-negara lainnya.

“Soal juara itu urusan kedua dan tergantung penilaian panitia dan berkat Tuhan. Yang terpenting bagi saya, momentum ini menjadi tempat melatih atau membentuk mental dan kepercayaan diri anak-anak kita. Kemarin kami sudah tampil cukup baik, dan mudah-mudahan besok kami bisa tampil lebih baik lagi,” terang Roos yang didampingi beberapa ibu-ibu Gloria Voice lainnya.

Hal yang menarik, tambah Ross, seluruh lagu-lagu rohani (gereja) yang dinyanyikan oleh semua kelompok paduan suara dalam bahasa Inggris (lagu bahasa Inggris). Selain seluruh lagu dalam bahasa Inggris, semua komunikasi di arena perlombaan dalam bahasa Inggris. Kesempatan ini, kata dia, menjadi momen yang baik dalam mendorong semangat belajar bahasa Inggris.

“Saya senang sekali karena semua lagu yang diperlombakan menggunakan lagu-lagu bahasa Inggris. Tidak ada lagu bahasa Indonesia. Ini bagi saya adalah hal yang positif dalam menumbuhkembangkan semangat kemampuan berbahasa Inggris pada kita semua, terutama pada anak-anak kita. Dan ini juga sangat mendukung program Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, Viktor Laiskodat dan Josef Nae Soi dimana setiap hari Rabu warga NTT harus berbahasa Inggris,” kata Pdt. Roos yang juga salah satu anggota paduan suara Gloria Voice.  

Disaksikan NBC, seluruh peserta paduan suara Angel Voice dan dan Gloria Voice menginap di Wiswa NTT atau Badan Penghubung NTT. Mereka tampak gembira karena dapat hadir di Ibu Kota Jakarta untuk mengikuti iven internasional tersebut. (Bungkornell/NBC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2019 NTTBANGKIT.

Tentang Kami   |   Tim Redaksi