Sel. Des 1st, 2020

NTT Bangkit

Media Promosi Pariwisata,Bisnis dan Investasi NTT

Menpar Katakan Homepod Desa Liang Ndara di NTT Adalah Inovasi Budaya Berdampak Ekonomi

3 min read

Kementerian Pariwisata membangun homepod di Desa Wisata Liang Ndara, Kecamatan Mbeliling, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) - (Picture: Humas Kementerian Pariwisata)

“Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengatakan bahwa homepod di NTT tepatnya di desa Liang ndara Labuan Bajo merupakan sebuah inovasi budaya yang bisa berdampak ekonomi. Hal ini dikatakan Menpar karena ia melihat banyak wisatawan mancanegara dan wisatawan nasional yang datang berkunjung ke wilayah tersebut. Inovasi Desa Liang Ndara tentunya tidak lepas dari program Pemerintah Provinsi NTT, yakni membuat budaya dan pariwisata di seluruh wilayah NTT menjadi berampak ekonomi, sehingga menjadi motor penggerak ekonomi di NTT.”

LABUAN BAJO, NTTBANGKIT.com – Salah satu progres utama Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) di bawah pemerintahan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat dan Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi adalah membangun NTT dari sisi ekonomi, sosial, budaya, dan pariwisata. Dari konsep ini lahirlah grand design Masyarakat Ekonomi NTT (MEN).

Gubernur NTT dalam beberapa waktu lalu mengatakan kepada nttbangkit bahwa salah satu hal yang sedang diusahakan adalah mendesain pariwisata dan budaya NTT sedemikian rupa sehingga bisa berdampak ekonomi. 

“Salah satu yang tengah kita usahakan adalah membuat pariwisata dan budaya kita dengan segala potensinya bisa menjadi motor penggerak ekonomi NTT,” tutur Laiskodat.

Selain berbagai produk ekonomi kreatif yang mulai dikembangkan di NTT seperti bubuk kelor di , ikan sarden olahan asli salah satu desa di Lembata, garam industri di Nunkurus, dan berbagai produk asli lainnya, ternyata homepod di Desa Liang Ndara, Kecamatan Mbeliling, Manggarai Barat, Labuan Bajo, NTT juga memiliki potensi untuk menjadi salah satu model pengembangan ekonomi kreatif. Hal tersebut bahkan diapresiasi oleh Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya. 

Arief Yahya bahkan mengatakan bahwa Desa Liang Ndara di NTT adalah bukti budaya yang bisa bernilai ekonomi. Hal tersebut diutarakannya dalam menyambut perilisan program pembangunan homepod, penginapan portable berbentuk rumah telur dari Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Jumat (20/09/2019). 

“Budaya jadi salah satu alasan wisatawan mau liburan ke suatu daerah, khususnya turis mancanegara,” kata Arief sebagaimana dilansir dari kompas.com.

“Semakin dilestarikan, akan makin menyejahterakan,” ujar Menpar. 

Homepod merupakan bangunan semi-fixed yang bertujuan memperkuat konsep nomadic tourism Kemenpar. Beratnya sekitar 2 ton dan bisa dibongkar pasang. Homepod yang dibangun terdiri dari dua lantai, dilengkapi dengan fasilitas televisi, AC, pemanas, dan lain sebagainya.

Kepala Desa Liang Ndara Carolus Vitalis menyebut wisatawan yang berkunjung ke desanya baik lokal dan mancanegara cukup fantastis.

Ia mengaku bahwa dalam periode Januari hingga Agustus, sebanyak 1466 wisatawan berkunjung di setiap sanggar seni di Desa Liang Ndara. 

“Liang Ndara sudah bisa meraup nominal Rp 151 juta per sanggar. Wisman yang datang kebanyakan dari Australia, Singapura, Prancis dan Amerika Serikat,” ujar Carolus. 

Carolus menambahkan bahwa para wisatawan diberi kesempatan untuk tinggal dalam waktu yang lama melalui program length of stay. Semakin lala wisatawan tersebut tinggal, maka uang dari wisatawan terus mengalir deras. 

“Para wisatawan asing yang menyewa homestay di desa kami rata-rata di atas 14 hari. Malah ada turis Prancis yang menyewa homestay sampai satu tahun,” tutur Carolus.

Selain itu, Carolus juga berharap agar pihak pemerintah bisa membantu dalam menambah jumlah homepod di desanya dan desa-desa sekitar agar perputaran uang di desanya dan beberapa desa strategis di sekitarnya bisa semakin meningkat.

Sementara itu, Asisten Deputi (Asdep) Pengembangan Destinasi Regional III Kemenpar, Harwan Eko Cahyo memaparkan pembangunan homepod ini merespon atas tingginya kunjungan wisatawan ke Labuan Bajo. Tercatat pada 2018 ada 91.330 wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Labuan Bajo, sedangkan wisatawan nusantara berjumlah 71.132.

“Kemenpar memproyeksikan pada 2019 akan ada 500.000 wisman dan 1 juta wisnus berkunjung ke Labuan Bajo,” tutur Harwan. (*)

Penulis: Emild Kadju

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2019 NTTBANGKIT.

Tentang Kami   |   Tim Redaksi