Ming. Jul 25th, 2021

NTT Bangkit

Media Promosi Pariwisata,Bisnis dan Investasi NTT

Hut Kefamenanu ke 97, Bupati TTU Ajak Masyarakat Bersinergi Bangun TTU

3 min read

Bupati TTU Raymundus Sau Fernandes bersama bupati Sumba Timur Gideon Mbiliyora melepas burung merpati sebagai dilepasnya para peserta karnaval budaya dalam rangka memeriahkan HUT Kefamenanu ke-97, Minggu (22/9/2019). (Picture: tribunnews.com)

“Dalam HUT Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Bupati TTU Raymundus Sau Fernandes mengharapakan agar masyarakat TTU bisa bersinergi dengan Pemda NTT dalam membangun Kabupaten TTU, dalam berbagai aspek, baik itu ekonomi, sosial, maupun budaya.”

KEFAMENANU, NTTBANGKIT.COM, – HUT Kota Kefamenanu ke-97 di halaman Kantor Bupati TTU begitu ramai. Adapun yang hadir diantaranya adalah unsur Forkopimda, pimpinan OPD, anggota DPRD TTU, ASN, para pelajar, dan para undangan yang semuanya kenakan pakaian adat lengkap TTU. Berbagai pentas seni yang mengangkat nilai-nilai kebudayaan TTU diracik sedemikian rupa sehingga khalayak menjadi begitu terkesima.

Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes, dalam sambutannya ketika memimpin upacara apel dalam rangka memperingati HUT Kefamenanu pada Minggu (22/09/2019) menyatakan bahwa di usianya yang ke-97 Kota Kefamenanu masih membutuhkan banyak sentuhan untuk layak menjadi sebuah kota yang humanis.

Ray, demikian sapaan akrab Bupati TTU, mengatakan bahwa pembangunan TTU bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tugas segenap masyarakat TTU. Kemajuan sebuah kota, tegas Raymundus, tidak semata-mata ditentukan oleh pemerintah atau sekelompok orang tetapi oleh seluruh masyarakat penghuni kota itu sendiri. Setiap orang memiliki peran dan tanggung jawab terhadap maju mundurnya sebuah kota.

Maka rangkaian acara dalam perayaan HUT Kota Kefamenanu ini dimaksudkan untuk meningkatkan semangat masyarakat dalam mensukseskan pelaksanaan pembangunan termasuk bagaimana mewujudkan Kota Kefamenanu sebagai ume naek-ume mese.

Bupati NTT, Raymundus Sau Fernandes (Picture: tribunnews.com)

Oleh karena itu, Bupati Ray mengatakan 6 hal yang perlu dilakukan untuk memajukan TTU. Pertama, Kebersihan Kota. Ray menghimbau agar masyarakat TTU bisa menjaga keberhasilan di lingkungan masing-masing.

“Sebagai warga yang berbudaya dan beradab, marilah menjaga dan memelihara kebersihan Kota Kefamenanu, mulai dari lingkungan kita masing-masing.”

“Kebersihan sebuah kota adalah cerminan budaya bersih warganya. Janganlah merendahkan martabat dan harga diri kita karena amburadulnya manajemen sampah kita. Akan sangat ironis kita berpenampilan menarik berjalan di lorong-lorong kota yang penuh sampah berserakan. Pemerintah telah menyediakan tempat penampungan sampah sementara di berbagai tempat. Mari kita budayakan membuang sampah pada tempatnya,” tutur Ray.

Kedua, Memanfaatkan fasilitas secara optimal. Ray mengatakan bahwa pemerintah daerah telah menyediakan berbagai fasilitas di kota ini untuk memenuhi kebutuhan warga. Oleh karena itu, manfaatkan semua fasilitas yang ada sesuai fungsi dan peruntukannya.

“Menjual sayur pada tempatnya, menjual ikan pada tempatnya, menjual ayam pada tempatnya dan lain sebagainya. Janganlah menciptakan pasar bayangan dan pasar tumpah yang menimbulkan kekumuhan, aroma yang tidak sedap dan mengganggu kenyamanan sesama warga yang lain,” katanya.

Ketiga, menjaga kerukunan. Ray mengajak segenap masyarakat untuk menjaga kerukunan dan kedamaian hidup bersama. Ray mengatakan bahwa TTU tidak akan menjadi tempat yang nyaman apabila tidak ada kerukunan dan kedamaian.

“Jauhkan ego kelompok, jalinlah tali silaturahmi. Runtuhkan sikap fanatisme sempit, bangunlah toleransi. Padamkan apatisme, nyalakan empati. Mari jadikan kota ini milik bersama dalam harmoni dan kedamaian,” ajak Ray.

Keempat, Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang baik. Ray mengatakan bahwa sebagai kota yang sedang bertumbuh dan berkembang, pembangunan semua komponen kota Kefamenanu perlu direncanakan dengan baik.

Terhadap hal ini, Ray menghimbau kepada OPD teknis untuk segera menginisiasi Peraturan Daerah tentang Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kota Kefamenanu sebagai payung hukum yang mengarahkan perkembangan dan pembangunan kota ini ke depan.

Kelima, Tertib berwarga masyarakat. Keamanan dan ketertiban adalah prasyarat kota yang ramah bagi seluruh warganya. Untuk menjadi ume naek ume mese, Kota kefamenanu harus aman dan tertib. Keamanan dan ketertiban bukanlah sesuatu yang datang begitu saja, tetapi perlu diciptakan oleh manusia sendiri.

“Oleh karena itu, saya menghimbau seluruh warga Kota Kefamenanu agar mengusahakan dan menjaga keamanan dan ketertiban kota ini. Hidup tertib itu adalah budaya maka sebagai masyarakat yang berbudaya, ketertiban itu adalah sebuah keniscayaan bagi kita. Dan keamanan hanya akan tercipta dari masyarakat yang hidup tertib,” ujarnya.

Keenam, optimalkan pembangunan dari Desa dan kecamatan sebagai penyanggah Kota Kefamenanu. Agar Kabupaten TTU bertumbuh dan berkembang secara proporsional, Ray mengatakan bahwa pembangunan di desa dan ibu kota kecamatan harus dipacu untuk dapat mengimbangi perkembangan Kota Kefamenanu sehingga perkembangan TTU bisa proporsional.

“Saya menghimbau agar para camat berkoordinasi dengan kepala-kepala desa di wilayah kecamatannya masing-masing untuk bersinergi dalam pembangunan,” imbau Ray.

Ray juga mengatakan bahwa BUMDes yang ada di setiap desa perlu dikembangkan sehingga bisa menjadi motor penggerak ekonomi TTU dan NTT sebagaimana Program Masyarakat Ekonomi NTT yang didesain oleh Pemerintah Provinsi NTT. (*)

Penulis: Emild Kadju

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2021 NTTBANGKIT.

Tentang Kami   |   Tim Redaksi