Sen. Des 6th, 2021

NTT Bangkit

Media Promosi Pariwisata,Bisnis dan Investasi NTT

Dukung Progres Tenun Ikat NTT, Kemendes PDTT Luncurkan Gerakan Cinta Tenun Ikat

5 min read

Ilustrasi: Para model Timor Creative People (TCP) saat tampil dalam sesi foto menggunakan pakaian berbahan dasar tenun ikat NTT. (Picture: tribunnews.com)

“Untuk meningkatkan marketplace terhadap produk tenun ikat asli NTT, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) meluncurkan Gerakan Cinta Tenun Ikat dan Festival Budaya di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) dan menggandeng Bank NTT, Dekranasda Provinsi NTT, Tokopedia, serta desainer berkelas internasional Merdi Sihombing. Kehadiran Merdi dalam program ini dimaksudkan untuk mengeksplorasi warna dasar berbahan alami lainnya serta mengembangkan motif-motif baru yang berdaya komersial sesuai permintaan marketplace.”

TTS, NTTBANGKIT.com – Dalam rangka mendukung kearifan lokal di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) meluncurkan Gerakan Cinta Tenun Ikat dan Festival Budaya di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Provinsi NTT, Selasa (24/09/2019).

Dalam menyukseskan kegiatan live-in designer ini, Kementerian Desa PDTT melalui Ditjen PDT menggandeng Bank NTT, Dekranasda Provinsi NTT, Tokopedia, dan desainer Merdi Sihombing. 

Bank NTT mengambil peran sebagai salah satu venture capital yang dapat mendukung akses permodalan. Dekranasda bisa melestarikan dan mengembangkan warisan budaya nusantara melalui pembinaan serta pengembangan seni kerajinan untuk mengangkat harkat martabat serta taraf hidup kesejahteraan para pengrajin Indonesia. Sedangkan Tokopedia diharapkan bisa mendukung dalam hal ekspansi marketplace melalui penjualan produk tenun ikat secara digital.

Selanjutnya kehadiran desainer berkelas Internasional Merdi Sihombing diharapkan bisa membantu masyarakat, khususnya para penenun maupun pemotif tenun dalam menemukan progres-progres berupa warna-warna baru berbahan alami dan pengembangan motif-motif baru yang memiliki daya komersial dengan berlandas pada motif-motif yang sudah ada. 

Acara launching Gerakan Cinta Tenun Ikat  dan Festival Budaya dalam rangka mendukung kearifan lokal tersebut dihadiri oleh  Ibu penasehat Darma Wanita Kemendes PDTT, Riri Sandjojo beserta rombongan, ketua Tim Penggerak PKK NTT Julie Laiskodat, yang juga menjadi Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) NTT, Direktur Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal, Samsul Widodo, Bupati dan Wakil Bupati TTS, DPRD TTS, PKK TTS, dan para peserta pelatihan live-in designer. 

Dalam live-in designer tersebut, terdapat sekitar 60 peserta penenun dan pemotif di seluruh NTT yang dikumpul dan dilatih untuk mengembangkan pewarna alami berbahan dasar tanaman-tanaman di NTT. 

Merdi Sihombing dalam acara pembuka menyatakan rasa terima kasih karena sudah diajak untuk ikut berkolaborasi dalam kegiatan Kemendes PDTT. Ia juga mengatakan bahwa ia beserta tim akan mengeksplorasi tanaman-tanaman khas lainnya di NTT guna menemukan warna-warna baru berbahan alami. 

Merdi pun menyatakan bahwa bersama Julie Laiskodat yang adalah Istri Gubernur NTT Viktor Laiskodat tengah berjuang untuk mengembangkan motif-motif baru untuk meningkatkan daya komersial. Motif-motif tersebut tentunya berlandas pada motif-motif dasar sebagaimana yang ada dalam motif tenun ikat di kabupaten-kabupaten se-NTT.

“Kita juga akan berjuang agar semua progres kita bisa didokumentasi dan di-HAKI-kan, agar kita bisa meminimalisir plagiasi,” kata Merdi.

Sementara itu Direktur Pengembangan Sumber Daya dan Lingkungan Hidup (PSDLH) Direktorat Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal Kemendes PDTT, Dwi Rudi Hartoyo menyatakan bahwa Kegiatan tersebut sejalan dengan program Direktorat Jenderal Pembangunan Daerah Tertentu (PDTU) yang telah melaksanakan roadshow festival pranata adat dan budaya di Kabupaten Buru, Sumbawa, Parigi Moutong, Halmahera Barat, Ende, Situbondo, Seram Bagian Barat, Lombok Barat dan di daerah lainnya dalam rangka promosi perdamaian dalam keberagaman adat istiadat, budaya dan suku.

“Ditjen PDT dan Ditjen PDTU berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi NTT maupun Kabupaten TTS dalam rangka menyukseskan penyelenggaraan peluncuran Gerakan Cinta Tenun Ikat yang merupakan salah satu kearifan lokal dengan potensi luar biasa yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat jika menindaklanjuti secara bersama,” kata Dwi Rudi Hartoyo kepada wartawan di Jakarta, Selasa (24/09/2019).

Gerakan Cinta Tenun Ikat Dongkrak Eknomi Daerah Tertinggal
Direktur Pengembangan Sumber Daya dan Lingkungan Hidup (PSDLH) DirJend Pembangunan Daerah Tertinggal Kemedes PDTT, Dwi Rudi Hartoyo (Picture: Humas Kemendes PDTT)

Sementara itu istri Menteri Kemendes PDTT Sri Mega Darmi, atau akrab dipanggil Riri Sandjojo yang juga merupakan Penasehat Dharma Wanita Persatuan Kemendes PDTT, dalam sambutannya mengajak kepada seluruh masyarakat untuk mencintai produk asli Indonesia termasuk kearifan lokal yang dimiliki oleh setiap daerah.

“Kita harus mencintai budaya lokal, mendukung produk lokal, dengan membeli produk-produk lokal. Dan pesan Ibu Negara (Iriana Joko Widodo) kalau membeli produk lokal jangan ditawar,” tutur Rini.

Perempuan Bantu Percepatan Pembangunan Desa
Sri Mega Darmi Eko Putro Sandjojo (Foto: Ist.)

Melalui pewarnaan alam, sambung Riri, sudah turut serta dalam menjaga lingkungan, karena bahan-bahan yang digunakan langsung dari alam.

Lebih lanjut Direktur Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal, Samsul Widodo menyampaikan bahwa Dana Desa bisa dialokasikan untuk pengembangan tenun ikat di masing-masing Desa sehingga bisa menjadi motor penggerak ekonomi secara sustainable.

“Dana Desa misalnya, bisa digunakan untuk pengadaan benih kapas, maupun membeli benang. Jadi Dana Desa tidak melulu tentang membangun infrastruktur, tapi juga bisa digunakan dalam pengembangan produk unggulan, dalam hal ini tenun,” kata Samsul.

Manfaatkan Sumber Daya Alam Untuk Mengembangkan Kearifan Lokal

Pemanfaatan sumber daya alam berbasis lingkungan sangat penting untuk memastikan keberlanjutan ketersediaan sumber daya, dengan mempertimbangkan kapasitas daya tampung dan daya dukung lingkungan setempat. 

Menggeliatkan kembali pasar maupun produksi tenun tradisional NTT merupakan salah satu maksud dari kegiatan ini. Tujuan utamanya adalah mengangkat perekonomian masyarakat dengan memberdayakan sumber daya tenun maupun kerajinan, yang dipenuhi nilai budaya lokal tanpa memberikan dampak penurunan kualitas lingkungan serta dapat menjaga kelestarian lingkungan eksisting daerah. 

Kegiatan ini merupakan rangkaian pelatihan pewarna alami dengan konsep live-in designer yang mana sudah pernah dilakukan di Desa Boti, Kecamatan Kei, Kabupaten TTS. 

Sebelum Desa Boti, kegiatan sejenis telah dilaksanakan di Desa Setanggor, Kabupaten Lombok Tengah, Desa Limboro, Kabupaten Donggala, dan Desa Lahusa Fau, Kabupaten Nias Selatan.

“Di Desa Lahusa Fau, Kabupaten Nias Selatan, yang baru dilaksanakan minggu lalu, pelatihan berfokus pada kerajinan kalabubu atau kerajinan tempurung kelapa sebagai aksesoris tambahan pendukung mode ramah lingkungan atau eco fashion,” ucap Direktur Pengembangan Sumber Daya dan Lingkungan Hidup, Dwi Rudi Hartoyo yang juga selaku Ketua Panitia Peluncuran Gerakan Cinta Tenun Ikat dan Festival Budaya.

“Harapan kami, tercapai peningkatan kapasitas penenun, pemotif, maupun pebisnis produk tenun, sehingga mampu menjangkau pasar yang lebih luas dengan pemanfaatan teknologi digital di era industri 4.0,” tambah Rudi.

Julie Laiskodat (Picture: Ist.)

Sementara itu Julie laiskodat kepada nttbangkit.com mengatakan bahwa ia tengah berusaha untuk meng-HAKI-kan produk-produk khas NTT seperti tenun ikat, motif, dan produk-produk lainnya agar bisa diklaim bila di kemudian hari ditemukan adanya indikasi plagiasi.

“Seperti yang sudah dikatakan Mas Merdi Sihombing tadi, kita sedang berjuang bersama-sama untuk meng-HAKI-kan semua karya dan produk kearifan lokal NTT sehingga bila ada plagiasi di kemudian hari, kita bisa menempuh jalur hukum.” Kata Julie kepada nttbangkit.com. (*)

Penulis: Emild Kadju

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2021 NTTBANGKIT.

Tentang Kami   |   Tim Redaksi