Ming. Nov 29th, 2020

NTT Bangkit

Media Promosi Pariwisata,Bisnis dan Investasi NTT

Indonesia Masuk Daftar 25 Destinasi Terbaik Dunia Versi TripAdviso

3 min read

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut B. Panjaitan. (*)

JAKARTA, NTTBANGKIT.COM,–Masa depan pariwisata Indonesia memiliki prospek yang cerah. Untuk itu, pemerintah terus menggenjot pembangunan obyek-obyek pariwisata di berbagai provinsi guna terus memajukan pariwisata Indonesia, sebagai salah satu lumbung pemasok rupiah dalam mendukung ekonomi rakyat.

Dari waktu ke waktu, pembangunan pariwisata terus dilakukan dengan anggaran yang signifikan. Hal ini untuk mendukung pemantapan destinasi-destinasi pariwisata Indonesia yang kini masuk dalam daftar 25 destinasi terbaik dunia versi TripAdvisor.

Menurut Gary Cheng, Destination Marketing North Asia dari TripAdvisor, seperti dilansir Detik.com, masuk Indonesia dalam daftar destinasi terbaik dunia membuktikan bahwa pariwisata Indonesia cukup menjanjikan.

“Indonesia diwakili Bali masuk Top 25 Destinations in The World 2019. Bahkan, menempati peringkat keempat setelah Paris (Prancis), London (Inggris) dan Italia (Roma). Di peringkat 10 besar, hanya Indonesia satu-satunya wakil yang masuk,” kata Gary Cheng beberapa waktu lalu.

Hal itu ia sampaikan dalam Indonesia Tourism Outlook 2019 Deregulation In Cyber Tourism Era, seminar yang diselenggarakan Forum Wartawan Kementerian Pariwisata (Forwapar) di Hotel Borobudur, Jakarta pada akhir 2018 lalu

Gary menegaskan bahwa masa depan pariwisata Indonesia menjanjikan. Pasalnya, dari data yang ia miliki, Indonesia menempati peringkat kedua dalam Top 10 Destinations for European Travelers. Hanya kalah dari Thailand yang berada di peringkat 1. “Tak hanya itu, Indonesia menempati nomor 4 dalam Top 10 Destinations for Asian Travelers. Di atasnya Malaysia dan China,” tambah Gary.

Dari pengamatan dia, pertumbuhan Indonesia terus bertumbuh dengan baik. Beberapa kerja sama strategis dilakukan pemerintah dengan berbagai maskapai dunia dan tourism board dari berbagai negara. “Secara global, kawasan Asia adalah yang paling baik pertumbuhan pariwisatanya. Indonesia di dalam Asia, artinya sudah berada di trek yang benar,” tutup Gary. 

Berada di Jalur yang Benar

Mengenai menggeliatnya pariwisata Indonesia saat ini, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut B. Pandjaitan dalam Rakor antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah dan BI di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, bulan Maret 2019 lalu, mengatakan, pemerintah sedang berada di jalur yang benar dalam pengembangan pariwisata.

“Kita sudah ada di trek yang benar, kalau orang baru bicara akan, namun kita sudah memutuskan langkah-langkah yang menurut hemat saya juga sangat penting,” ujar Menko Luhut sepetti dalam siaran pers Biro Informasi dan Hukum Kemenko Bidang Kemaritiman.

Dijelaskan oleh Luhut, salah satu langkah yang akan dilakukan adalah dengan membuat format digitalisasi untuk promosi pariwisata. Dimana melalui format digitalisasi itu sudah terbukti ampuh mendatangkan turis saat event annual meeting WB-IMF pada tahun 2018 silam.

“Jadi kita juga akan buat digitalisasi untuk promosi pariwisata, karena kita pengalaman pelaksanaan WB-IMF lalu yang dalam tempo 2 minggu kita bisa tingkatkan turis banyak sekali. Tadi kita sepakat dengan BI dan Kemenpar digitalisasi ini akan kita tingkatkan penggunaannya,” jelasnya.

Luhut kemudian memaparkan progress berbagai infrastruktur di wilayah-wilayah yang menjadi destinasi wisata, antara lain Bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) yang telah beroperasisaat ini sebagai bandara internasional.

“Dampaknya tentu akan membantu meningkatkan jumlah turis yang akan berkunjung ke Borobudur, kita ingin tingkatkan jumlah turis dalam waktu yang tidak terlalu lama menjadi 2 – 2,5 juta turis dari yang semula 1 juta turis,” ujarnya.

Selain Yogyakarta International Air Port, ia juga mengatakan, ada pula Bandara I Gusti Ngurah Rai di Bali dengan adanya second exit runway yang diharapkan rampung pada bulan oktober ini 2019, dampaknya akan bertahap menjadi 39 juta dari sekarang 29 juta penumpang, dan tingkat hunian hotel yang sekarang 60 persen diharapkan meningkat menjadi 80 persen.

Sementara untuk Danau Toba, sudah ada kesepakatan dengan Malaysia, Singapura dan ke depan akan dibuka dari Tiongkok dan India. “Danau Toba juga akan kita dorong, tahun lalu turis yang masuk sudah 430 ribu, Tahun ini pun masih tetap meningkat, hal seperti ini akan kita kembangkan terus,” ungkap Luhut.(Detik.com/SP Biro Pers Menko Maritim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2019 NTTBANGKIT.

Tentang Kami   |   Tim Redaksi