Rab. Mar 3rd, 2021

NTT Bangkit

Media Promosi Pariwisata,Bisnis dan Investasi NTT

6 views

Jadi Gubernur NTT Sehari, Siswi SMAN 3 Kupang Merasa Bangga

2 min read

KUPANG, NTTBANGKIT.com – Menjadi Gubernur adalah sebuah prestasi besar yang didalamnya terpatri tugas dan tanggung jawab yang besar pula. 

Dalam rangka memupuk semangat kepemimpinan tersebut, Pemprov NTT bersama Plan Internasional-Indonesia menyelenggarakan program “Sehari Menjadi Gubernur NTT.” Sebanyak 12 pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) dari sejumlah daerah di Provinsi Nusa Tenggara Timur ambil bagian dalam yang diselenggarakan di Kota Kupang, Jumat (4/10/2019).

Kegiatan yang berlangsung sehari itu melibatkan para pelajar dari sejumlah Kabupaten yakni Timor Tengah Selatan, Nagekeo, Sikka, dan Lembata itu dipusatkan di Kantor Gubernur NTT, Jl El Tari, Kota Kupang.

Adalah seorang siswi SMAN 3 Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) bernama Esterlina Elin Fernandez yang menyatakan kebanggaannya karena menggantikan posisi Viktor Bungtilu Laiskodat sebagai gubernur, kendati hanya sehari.

Didampingi wakil gubernur Yosef Nae Soi di ruangan gubernur, siswi 16 tahun ini dengan santai menyampaikan gagasannya tentang peran serta hak anak perempuan, yang didengar langsung juga oleh kepala biro humas serta kepala Dinas Perlindungan Anak dan Perempuan NTT.

Elin bangga karena terpilih menggantikan peran Viktor Bungtilu Laiskodat sebagai gubernur dalam memimpin diskusi, terkait beberapa persoalan yang terjadi di NTT, seperti pendidikan, stunting, air bersih, kemiskinan, ketenagakerjaan serta kesehatan.

Esterlina Elin Fernandez bersama Wakil Gubernur NTT saat menjadi Gubernur sehari jumat, 4 Oktober 2019. (Picture: merdeka.com)

“Saya senang dan bangga bisa merasakan menjadi Gubernur Nusa Tenggara Timur, walaupun hanya satu hari. Saya belajar banyak untuk bisa menjadi pemimpin, sehingga saya ingin semakin banyak anak perempuan yang bisa menjadi pemimpin dan tampil,” ujarnya, Jumat (4/10/2019) di Kupang.

Wakil Gubernur Yosef Nae Soe juga mengatakan bahwa anak-anak perempuan punya potensi untuk dilatih menjadi calon pemimpin masa depan. Dia berpendapat bahwa hal ini merupakan kesempatan yang baik untuk memotivasi anak-anak perempuan NTT agar bisa tampil di depan dan menjadi pemimpin.

“Anak-anak perempuan memiliki potensi besar untuk menjadi pemimpin. Tugas kita bersama, baik pemerintah maupun masyarakat adalah memberikan kesempatan kepada anak-anak perempuan bisa tampil dan memimpin,” terangnya.

Esterlina Elin Fernandez saat menjalankan tugas sebagai Gubernur NTT sehari (Picture: mediaindonesia.com)

Nae Soi menambahkan bahwa kegiatan seperti ini tidak semata seremonial, melainkan merupakan motivasi sekaligus menunjukkan bahwa perempuan NTT bisa menjadi pemimpin masa depan. 

“Ini motivasi dan pengalaman sehingga suatu saat dia tidak semangat atau malas belajar, dia bisa mengingat pernah menjadi gubernur sehari dan otomatis kembalikan semangatnya, untuk bangkit lagi dan sukses,” tutur Nae Soi. 

Sementara itu, Dini Widiastuti, Direktur Eksekutif Plan Indonesia menjelaskan bahwa kegiatan Girls Takeover ‘Sehari Jadi Pemimpin’ tahun ini telah dilakukan untuk keempat kalinya. Setiap tahun Girls Takeover dilakukan secara global oleh Plan International di 70 negara.

“Dengan mengambilalih posisi pemimpin strategis di berbagai institusi, anak-anak perempuan didorong untuk tampil memimpin, dan ikut menyuarakan hak-hak anak,” kata Dini.

Melalui program ini pun, anak-anak perempuan di berbagai daerah bisa dimotivasi untuk tampil di ruang-ruang publik layaknya Kartini pada masa lalu. 

“Emansipasi bukan hanya terjadi pada masa lalu,  pada waktu Kartini masih hidup, tetapi merupakan sesuatu yang telah,  sedang, dan akan terus berproses sampai kapan pun. Kita yakin bahwa anak-anak perempuan NTT pun akan menjadi Kartini-kartini hebat masa depan,” tutur Nae Soi kepada NBC. (*)

Penulis: Emild Kadju

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2021 NTTBANGKIT.

Tentang Kami   |   Tim Redaksi