Rab. Mar 3rd, 2021

NTT Bangkit

Media Promosi Pariwisata,Bisnis dan Investasi NTT

5 views

Tertibkan Kawasan Wisata Labuan Bajo, Pemprov NTT Akan Lakuan Penataan Jalur Kapal Pesiar

2 min read

KUPANG. NTTBANGKIT.com – Dalam rangka menata kembali manajemen pariwisata di Komodo – Labuan Bajo,  Pemerintah Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama pemerintah pusat akan melakukan penataan terhadap jalur pelayaran kapal pesiar yang berkunjung ke Pulau Komodo, Kabupaten Manggarai Barat.

Penataan jalur pelayaran kapal pesiar wisatawan yang berkunjung ke wilayah ujung barat Pulau Flores tersebut merupakan gagasan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat.

Kepada NTTbangkit.com, Gubernur Laiskodat mengatakan bahwa maraknya kapal-kapal yang bebas berada di wilayah lautan kawasan wisata Labuan Bajo tersebut membuat PAD NTT dari sisi pariwisata Labuan Bajo tidak terserap secara optimal.

“Kita lakukan penertiban ini dengan maksud untuk meningkatkan pendapatan asli daerah maupun pemasukan negara dari sektor pariwisata. Makanya setiap kapal pesiar akan dikenakan tarif tertentu dan mereka pun wajib berlabuh di Labuan Bajo,” tutur Laiskodat.

Dalam desain tersebut, setiap minggunya terdapat tiga hingga empat kapal pesiar yang masuk ke Pulau Komodo dengan kapasitas 1.500 hingga 2.000 orang wisatawan.

Lebih lanjut, Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Nusa Tenggara Timur, Marius Jelamu mengatakan bahwa wacana ini merupakan bagian dari langkah-langkah strategis Pemerintah NTT terhadap penataan Pulau Komodo sebagai kawasan konservasi.

“Pemerintah akan mengatur jalur-jalur pelayaran kapal pesiar yang ke Komodo. Penataan itu bagian dari rencana pemerintah NTT untuk menjadikan Pulau Komodo sebagai kawasan konservasi,” kata Jelamu pada Minggu (6/10/2019) sebagaimana dilansir dari antaranews.com.

Jelamu menambahkan bahwa berdasarkan penghitungan yang dilakukan pemerintah NTT bahwa sekitar 51 persen pendapatan kehadiran kapal-kapal wisatawan ke Pulau Komodo masuk ke operator kapal.

“Keuntungan yang diperoleh masyarakat hanya 1 persen dan restoran serta hotel hanya 3 persen, sehingga kedepan akan ditertibkan agar pemasukan dari kunjungan kapal pesiar ke Pulau Komodo benar-benar signifikan untuk meningkatkan PAD serta pendapatan negara,” tutur Jelamu.

Jelamu pun menuturkan bahwa kapal pesiar sebelum ke Pulau Komodo akan diwajibkan menyinggahi Labuan Bajo.

“Apabila kapal masuk tanpa melalui Labuan Bajo maka akan dikenakan tarif khusus sehingga ada pemasukan untuk daerah,” tutur Jelamu.

Bila hal ini dilaksanakan dengan baik, maka pariwisata Labuan Bajo akan menjadi salah satu motor penggerak ekonomi NTT yang lebih baik kedepannya. (*)

Penulis: Emild Kadju 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2021 NTTBANGKIT.

Tentang Kami   |   Tim Redaksi