Sab. Sep 25th, 2021

NTT Bangkit

Media Promosi Pariwisata,Bisnis dan Investasi NTT

Pariwisata dan Ekonomi NTT Bangkit: Pemprov NTT Lakukan Kerjasama Terintegrasi dengan Kemenristek dan Stakeholders

3 min read

NTT Bangkit adalah jargon yang selalu dikumandangkan Gubernur NTT, Viktor Laiskodat dengan menjadikan pariwista, budaya, dan produk lokal sebagai prime mover ekonomi NTT. Hari ini, demi menggapai visi besar tersebut Pemprov NTT, Kemenristekdikti, dan beberapa stakeholders melakukan penandatanganan MOU dan Perjanjian Kerjasama dalam hal pembangunan dan pengembangan sektor-sektor potensial ekonomi NTT secara terintegrasi. Angin segar untuk perkembangan pariwisata dan ekonomi NTT tengah berhembus secara perlahan dalam bisikan kepastian.”

JAKARTA, NTTBANGKIT.com – Setelah menjabat menjadi Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat terus mengupayakan kemajuan bagi NTT secara ekonomi, sosial, dan budaya dengan pariwisata dan produk kearifan lokal sebagai prime mover. 

Salah satu bentuk pengembang sektor ekonomi dan budaya sebagai motor penggerak ekonomi NTT,  menurut Laiskodat adalah dengan melakukan integrasi antara Pemprov NTT dan pemerintah pusat. 

Hari ini,  Rabu (9/10/2019) Pemerintah Provinsi NTT memulai kerjasama terintegrasi dengan pemerintah pusat melalui Kementerian Ristek-Dikti. Kerjasama tersebut ditandai dengan penandatanganan MOU.

Gubernur NTT dan Menteri Ristek-Dikti sama-sama hadir dalam acara penandatanganan kerja sama tersebut.

Dalam sambutannya,  Gubernur NTT mengatakan bahwa NTT adalah provinsi dengan berbagai macam potensi, termasuk di dalamnya pariwisata, produk kearifan lokal, dan budaya. Sebagai prime mover,  pariwisata NTT tangah ditata dengan standar internasional agar kedepannya bisa menjadi motor penggerak ekonomi NTT.

“Saya sedang berjuang untuk menggaungkan pariwisata NTT ke seluruh dunia. Selain itu, Pemprov NTT juga tengah berjuang untuk menata manajemen pengelolaan pariwisata NTT dengan standar internasional agar ekspektasi imajinasi wisatawan bisa terpenuhi dan hal tersebut tentunya akan berdampak positif bagi ekonomi NTT,” tutur Laiskodat. 

Selain pariwisata, Pemprov juga tengah mengembangkan peternakan sapi agar kedepannya NTT bisa menjadi lumbung sapi, baik hidup maupun dalam bentuk daging.

“Salah satu tujuan kita membuat MOU dengan Kemenristek dan beberapa stakeholders lainnya adalah untuk menunjang pembangunan ekonomi NTT secara integrasi antara pariwisata, produk asli daerah, dan produk kebudayaan. Dengan transportasi yang terintegrasi satu sama lain,  baik darat maupun khususnya laut, harga pasar akan bisa dikendalikan dengan mudah sehingga lonjakan harga beli dan jual bisa diantisipasi,” kata Laiskodat kepada NBC. 

Dalam kesempatan yang sama, Menristekdikti Mohamad Nasir mengatakan bahwa pariwisata NTT adalah salah satu yang terbaik di dunia. Selain Labuan Bajo,  wisata bahari Alor adalah yang terbaik si dunia. 

“Sekarang kita masih berfokus di Labuan Bajo. Tetapi perlu diketahui bahwa wisata bahari di Alor adalah yang terbaik di dunia. Kedepannya akan kita kembangkan secara maksimal,” tutur Nasir. 

Selain pariwisata, Menristek juga mengangkat soal potensi daging sapi unggulan yang tengah dikembangkan di Sumba. Dikatakan bahwa memang Brazil adalah negara eksportir daging sapi terbesar, tetapi bukan tidak mungkin daging sapi NTT akan bisa seperti Brazil. 

“Kita tahu bahwa NTT dikenal sebagai salah satu lumbung sapi. Bila ini dikembangkan secara baik, maka produk daging sapi NTT bisa bersaing di dunia internasional,” tambah Nasir. 

Menambahkan apa yang dikatakan Menristek,  Gubernur Laiskodat mengatakan bahwa peternakan sapi yang sedang dikembangkan di Sumba dan beberapa daerah lainnya di NTT bisa membuat Indonesia bukan hanya swasembada daging sapi,  melainkan juga bisa menjadi eksportir daging sapi.

“Selama ini Indonesia menjadi importir daging sapi. Kedepannya,  kita tidak hanya swasembada daging sapi, tetapi juga akan menjadi eksportir daging sapi unggulan. Dan itu yang sedang kita kembangkan di Sumba dan beberapa daerah lainnya di NTT,” tambah Laiskodat. 

Momen penandatanganan MOU dan Perjanjian Kerja Sama antara Pemprov NTT, Kemenristekdikti, dan Stakeholders (Picture: Dok. Pribadi)

Adapun isi MOU dan Perjanjian Kerja Sama antara Pemprov NTT, Kemenristekdikti, dan beberapa stakeholders adalah sebagai berikut:

  1. Perjanjian kerja sama peternakan terpadu antara PT. Budimas Pundinusa dengan PT.  Flobamor,
  2. Perjanjian kerjasama antara PT. Juragan Kapal Indonesia dengan PT. Flobamor tentang perancangan kapal buatan Indonesia,
  3. Perjanjian kerja sama antara PT. Catur Sagatra Lestari dengan PT.  Flobamor tentang perancangan pembuatan waduk embung, 
  4. Perjanjian kerja sama antara PT. Cahaya Gemilang Semesta dengan PT.  Flobamor tentang rencana pengurangan emisi karbon di Provinsi Nusa Tenggara Timur,
  5. Perjanjian kerja sama antara PT. Wika Industri Manufaktur dengan PT.  Flobamor dalam hubungan dengan pembangunan infrastruktur ramah lingkungan.

Dari poin-poin MOU ini nampak bahwa baik Pemprov NTT maupun Kemenristekdikti sama berikhtiar untuk membangun segala potensi yang ada di NTT berdasarkan standar internasional dan ramah lingkungan.

Gubernur Laiskodat sendiri mengatakan bahwa pembangunan seperti apapun harus memperhatikan dampak ekologi,  karena percuma infrastruktur baik dan ekonomi memadai bila ekologinya rusak. (*)

Penulis: Emild Kadju

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2021 NTTBANGKIT.

Tentang Kami   |   Tim Redaksi