Sab. Okt 16th, 2021

NTT Bangkit

Media Promosi Pariwisata,Bisnis dan Investasi NTT

Kerjasama dengan Kemenristekdikti, Viktor Laiskodat Budidayakan Sapi Unggulan dan Daging Sapi Premium

4 min read

Melalui kerjasama dengan Kemenristekdikti, Gubernur NTT Viktor Laiskodat bersama masyarakat yang sedang membudidayakan sapi kualitas unggulan di Sumba dengan daging sapi kelas premium akan membawa dampak positif bagi ekonomi NTT. Secara tegas Gubernur NTT katakan bahwa ia ingin agar sapi-sapi NTT dikenal dunia. Ia memiliki mimpi dan harapan besar agar masa kejayaan NTT sebagai lumbung sapi pada beberapa dekade lalu bisa kembali bahkan lebih progresif kedepannya, bukan demi siapa-siapa tetapi demi NTT bangkit dimana masyarakatnya mandiri secara ekonomi, sosial, dan budaya.”

JAKARTA, NTTBANGKIT.com – Dalam rangka menggapai grand design Masyarakat Ekonomi NTT (MEN) pada tahun 2024 dan seterusnya, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melakukan penandatanganan nota kesepahaman kerja sama atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi tentang penerapan, pengembangan, pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), Inovasi serta Agribisnis berbasis Kearifan lokal yang dilaksanakan di Ruang Sidang Utama Lantai 3 Gedung D Kemenristekdikti, Jakarta pada Rabu (9/10/2019).

Dalam arahannya, Menristekdikti, Mohammad Nasir mengatakan bahwa kerjasama tersebut bertujuan salah satunya untuk mengembalikan NTT pada masa kejayaannya sebagai daerah produksi daging sapi unggulan sekaligus membuatnya lebih progresif untuk menghasilkan swasembada daging sapi unggulan.

 “Saya ingin mengembalikan masa jayanya peternakan NTT supaya terwujud swasembada daging asal ada komitmen pemerintah pusat dan daerah dalam mewujudkan keinginan tersebut,” tutur Menteri Nasir

Menteri Ristekdikti, Mohammad Nasir

Dalam hubungan dengan progres daging sapi unggulan, Menteri Nasir menyinggung soal Sumba sebagai daerah strategis untuk pengembangan biakan sapi unggulan.

“Sapi sumba itu punya potensi untuk bertumbuh dengan baik untuk mewujudkan swasembada daging kita harus bangun

ekosistem yang bagus supaya kita bisa bersaing dengan negara penghasil sapi,” tambah Nasir.

Saat Menteri Mohammad Nasir diwawancarai awak media selepas penandatanganan MOU dan Perjanjian Kerjasama

Pada akhir pengarahannya, Menteri Nasir menyampaikan pula bahwa perjanjian ini juga bertujuan untuk mendorong supaya ekonomi di daerah akan lebih maju dan kedepannya diharapkan NTT ini bisa menjadi lumbung pangan dan lumbung daging sapi kualitas unggulan.

“Mudah-mudahan NTT lima tahun kedepan sudah bisa menjadi rujukan indonesia dan kita wujudkan NTT menjadi Bali baru dalam destinasi wisatanya serta dengan perjanjian ini berjalan dengan dan saya yakin dengan semangat Gubernur NTT beserta jajarannya pasti ini akan berhasil,” tutupi Nasir.

Sementara itu dalam sambutan pada acara yang sama, Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat mengatakan bahwa Sumba sebagai wilayah strategis pengembanganbiakan  sapi unggulan tengah diusahakan.


Gubernur NTT, Viktor Laiskodat saat memberikan sambutan pada pembukaan acara penandatanganan MOU dan Perjanjian Kerjasama

Laiskodat pun mengelaborasi tentang konsep importir daging sapi dalam perbandingan dengan daging sapi hasil budidaya masyarakat. 

“Saya selalu katakan bahwa daging sapi import itu harganya harus lebih murah daripada yang dihasilkan oleh rakyat. Bila daging sapi importnya lebih mahal daripada daging yang diproduksi rakyat,  maka rakyat sendiri tidak akan sejahtera. Oleh karena itu, melalui teknologi kita (pemerintah dan masyarakat NTT) akan kembangbiakan sapi-sapi unggulan yang memiliki kualitas daging premium dan kemudian akan didistribusikan ke hotel-hotel bintang lima dan restoran-restoran kelas atas. Sedangkan daging importnya yang harganya lebih murah,  40.000 rupiah, akan menjadi konsumsi masyarakat bila daging premiumnya tidak mencukupi,” papar Laiskodat. 

Momentum penandatanganan MOU dan Perjanjian Kerjasama antara Pemprov NTT, Kemenristekdikti, dan Stakeholders

Laiskodat juga menyayangkan harga daging sapi yang beredar di pasaran untuk rakyat dijual dengan harga yang cukup tinggi, kendati itu adalah daging import. 

“Daging sapi premium produk masyarakat akan dipasarkan di tempat-tempat premium dengan harga di atas daging sapi import yang beredar di pasaran, yang mana untuk dikonsumsi masyarakat. Situasi ini yang akan kita, pemerintah ciptakan agar ekonomi masyarakat bisa lebih baik dari sebelumnya,” kata Laiskodat. 

Gubernur juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah pusat,  khususnya kepada Menteri Nasir yang berkenan untuk berkolaborasi secara sinergis dengan Pemprov NTT. 

“Saya berterima kasih kepada Menristekdikti yang telah membantu kami dalam mewujudkan Provinsi NTT menjadi Provinsi yang hebat dan bisa sejajar dengan Provinsi lain di Indonesia,” kata Laiskodat. 

Gubernur Laiskodat melanjutkan bahwa saat pertama menjadi Gubernur, ia ingin agar sapi-sapi NTT dikenal dunia. Maka untuk sampai ke sana, riset-riset perlu dilakukan. 

Ia bahkan menambahkan bahwa tidak akan ada negara yang kuat serta provinsi di Indonesia ini yang bisa bangkit dan menjadi terkemuka secara ekonomi, sosial, dan budaya tanpa melalui riset-riset dan kerjasama secara integratif. 

“Tidak ada negara provinsi yang hebat tanpa adanya riset. Maka daripada itu saya ingin agar kerjasama-kerjasama seperti ini terus dilakukan menerus dan saya yakin NTT tidak lama akan jadi perhatian dunia,“ kata Laiskodat. 

Dalam sela-sela wawancara, Laiskodat bahkan mengatakan bahwa bila produksi sapi-sapi unggulan di Sumba berjalan baik dengan kualitas daging premium,  maka NTT dan Indonesia akan swasembada daging sapi. 

“Kita tidak akan memerlukan import. Kita akan swasembada daging sapi, bahkan kita pun bisa menjadi eksportir daging sapi kualitas premium,” tutur Laiskodat. (*)

Penulis: Emild Kadju

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2021 NTTBANGKIT.

Tentang Kami   |   Tim Redaksi