Jum. Okt 22nd, 2021

NTT Bangkit

Media Promosi Pariwisata,Bisnis dan Investasi NTT

Komoditi Kelapa, Kakao dan Mente Lumbung Ekonomi Rakyat Sikka dan Flotim (Bagian 3)

3 min read

Perkebunan Mente Petani Kabupaten Sikka. (Foto istimewa)

NTTBANGKIT.COM,- Arus perdagangan komoditi  dari Larantuka- Maumere – Surabaya dan juga Makasar  saat ini sangat lancar. Kurang lebih ada 19 pengusaha komoditi  yang kini menguasai jual beli komoditi di Sikka dan Flotim. Namun demikian, dari perdagangan komoditi yang telah diantarpulaukan puluhan tahun samasekali tidak membawa keuntungan bagi daerah (Kabupaten Sikka dan Kabupaten Flores Timur).

Mengapa? Menurut Kadis Josef Benyamin, Pemda rugi karena pihak berwenang yang berhak mengeluarkan Surat Keterangan Asal Barang (SKAB) bukanlah Kementerian Perdagangan RI melalui Dinas Perdagangan Kabupaten Sikka, tetapi Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang adalah daerah penerima dan pengirim barang ke luar negri.

Kerugian yang telah terjadi berpuluh tahun tersebut karena Pemprov Jawa Timur yang memetik DEVISA  hasil dari ekspor komoditi ke berbagai negara. Padahal, Pemprov Jawa Timur bukanlah daerah yang kaya akan komodoti kelapa, kakao dan mente. Kondisi yang telah terjadi berpuluh tahun ini telah membuat NTT (Sikka-Flores Timur,-red) sebagai daerah asal produksi asli komoditi kelapa, kakao dan mente rugi besar. Untuk itu, harus dilakukan terobosan  briliant untuk memangkas mata rantai baja yang telah lama terikat, yaitu jalur perdagangan komoditi dari Maumere ke Surabaya.

Ada tiga keuntungan besar yang akan diperolah pemerintah, pengusaha dan para petani komoditi di Sikka dan Flores Timur jika jalur emas puluhan tahun yang dibangun para pengusaha “DIPOTONG” atau “DIPUTUSKAN.” Tiga keuntungan tersebut, yaitu, pertama, pemda mendapatkan keuntungan langsung dari ekspor komoditi ke luar negeri karena  berhak mengeluarkan Surat Keterangan Asal Barang (SKAB). Pengusaha mendapatkan keuntungan karena tidak lagi harus menjual barang ke Surabaya, tetapi langsung ke luar negeri.

Dan ketiga, harga komoditi petani akan meningkat (naik) karena jarak perusahaan atau pengusaha yang membeli, mengolah dan mengirim barang semakin pendek (dekat dengan petani). Untuk itu, maka kualitas menjadi yang terdepan. Jadi masyarakat harus didorong untuk terus meningkatkan mutu komoditi yang tentunya sesuai standar internasional atau standar ekspor.

Dukung Gubernur NTT Bangun Pabrik Ekspor Komoditi

Dalam diskusi dengan para petani, kepala desa dan anggota BPD dan warga di Magepanda, Waidoko, Wulanggitang dan Ile Bura di Sikka dan Flotim,  warga antusias mendengar kabar yang sudah tersiar ke akar rumput bahwa Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat akan membangun pabrik besar di Sikka untuk membeli seluruh komoditi kelapa, kakao dan mente yang kemudian di oleh dan langsung di kirim ke luar negeri.

Warga mendukung dan menyambut gembira karena ketika ada pabrik atau industri kelapa, mente dan kakao yang dibangun di Maumere, maka sangat mendukung peningkatan produktifitas petani dan dapat menaikan harga komoditi petani. Menurut warga, dengan dibangunnya pabrik besar di Sikka yang langsung mengekspor komoditi ke keluar negeri tanpa melalui Surabaya-Jawa Timur, maka sangat menguntungkan rakyat dan pemerintah daerah, baik Sikka maupun Flores Timur.

Saat ini, di desa-desa sudah mulai didirikan Badan Usaha Milik Desa (BumDes) yang dikelolah desa. Dengan adanya BumDes ini, mereka membeli hasil produksi warga desa termasuk komoditi dan menjualnya ke para pengusaha. Untuk itu, menurut, kepala desa Ile Bura, yang ditemui  NTTbangkit.com beberapa waktu lalu di Desa Ile Bura, bila pemerintah dan insvestor mendirikan pabrik besar di Maumere dan langsung mengirim komoditi dari Maumere ke luar negeri, maka sangat mendukung BumDes yang ini dikelolah warga desa. Nantinya, perusahaan langsung membeli komoditi yang telah dibeli BumDes dari warga yang tentunya sudah menyortir kualitas (mutu) nya.   (korneliusmoanita/NBC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2021 NTTBANGKIT.

Tentang Kami   |   Tim Redaksi