Sel. Jul 7th, 2020

NTT Bangkit

Media Promosi Pariwisata,Bisnis dan Investasi NTT

Masuk TPO Asia Pasifik, Sikka NTT Kembangkan Pariwisata dan Budaya

2 min read
Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo saat menghadiri Pesta Laut Pemana Sikka

Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo saat menghadiri Pesta Laut Pemana Sikka (Picture: Ist)

MAUMERE, NTTBANGKIT.com – Sebagai salah satu kawasan wisata Nusa Tenggara Timur, destinasi wisata Kabupaten Sikka bersama beberapa sektor pariwisata dari kabupaten lainnya di Flores telah masuk menjadi anggota ke 131 tourism promotion organization (TPO) untuk wilayah Asia dan Pasifik.

Hal ini tentunya menjadi kebanggaan tersendiri sekaligus tantangan bagi NTT dalam pengembangan pariwisatanya, termasuk Kabupaten Sikka.

“Pariwisata di Sikka sudah masuk destinasi dunia sejak tahun 80-an. Kita juga memiliki potensi dan peluang yang masih cukup banyak untuk dikembangkan menjadi hal yang bisa menambah daya tarik wisatawan mancanegara. Sikka atau Maumere adalah satu-satunya wilayah yang menjadi tujuan akhir dari perjalanan wisata para wisatawan mancanegara di bagian timur Flores. Karena kita masuk dalam TPO itulah, Maumere sudah menjadi rute tetap bagi wisatawan mancanegara,” tutur Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, saat menyampaikan sambutannya pada puncak acara Pesta Laut Pemana yang berlangsung di Pulau Anano, Rabu (16/10/2019).


Komunitas warga Pemana di Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka, Pulau Flores saat menghadiri seremonial Pesta Laut (Picture: tribunnews.com)

Bupati lebih lanjut menjelaskan, ada 4 titik Kota di Indonesia yang menjadi rute tetap para pelancong, diantaranya yakni Padang Pariangan, Manado, Bali dan Maumere. 

“Rute ini menghubungkan sedikitnya 5 negara di antara Indonesia, Malaysia, Australia, Korea dan Jepang. Syukur karena Maumere sudah masuk di dalamnya sehingga tidaklah heran jika angka kedatangan wisatawan asing setiap tahunnya menunjukan jumlah yang signifikan,” tambah Bupati Idong.

Komunitas warga Pemana di Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka, Pulau Flores saat menghadiri seremonial Pesta Laut (Picture: Ist)

Menjawab peluang dan tantangan ini, Idong ingin agar pemerintah, baik Pemda Sikka, Pemprov NTT, dan pemerintah pusat, serta masyarakat Sikka bisa bersinergi untuk mengembangkan pariwisata dan budayanya, seperti pengembangan tenun ikat dan kerajinan serta tentunya pengembangan obyek-obyek wisata di kawasan administrasi Kabupaten Sikka.

Ia juga berharap agar seluruh masyarakat dapat mendukung setiap kebijakan yang tengah diambil dan akan diambil oleh pemerintah daerah dalam hal pengembangan pariwisata Sikka. Dukungan dan kerjasama masyarakat Sikka tentunya akan memberikan sumbangsi bagi pengembangan pariwisata Sikka sehingga kedepannya Sikka bisa menjadi daerah pariwisata kelas dunia.

“Pariwisata menjadi penggerak  perekonomian  sektor  lain. Karena  itu  dibutuhkan  dukungan yang baik dari masyarakat. Pemerintah akan  terus  mendorong  pengembangan pariwisata  di daerah ini,”  kata  Bupati Idong saat membuka  seremoni   pesta  laut,  Rabu (16/10/2019)  di Pemana. (*)

Penulis: Emild Kadju

2 thoughts on “Masuk TPO Asia Pasifik, Sikka NTT Kembangkan Pariwisata dan Budaya

  1. Sangat bagus upaya pemerintah untuk mempromosikan Maumere/Sikka dan kabar menggembirakan jika Sikka masuk dalam salah satu destinasi wisata populer yang masuk dalam daftar regular route bagi wisatawan seperti yang di katakan bupati Sikka Robert Idong

    Dari pandangan kami pelaku wisata lokal, geliat promosi pariwisata kabupaten Sikka belum mencapai titik mencengangkan (exciting point) sebab kehadiran wisatawan itu karena ada Kelimutu dan Komodo. Kebanyakan yang terlihat selama ini wisatawan datang ke Maumere dan langsung ke Moni karena di sana ada Kelimutu, dan bukan wisatawan datang ke Maumere kabupaten Sikka karena ada sesuatunya, seperti kata orang Maumere itu sesuatu banget loh, atau dari bahasa mereka mengatakan “Oh man, Maumere is really something, you have to come”.

    Sehingga itu kami melihat Tourism Promotion Organization (TPO) yang menempatkan Maumere sebagai regular route for visitors to come to Maumere itu masih berada di seputaran wacana, karena belum ada geliat promosi wisata yang signifikan yang kemudian dengan serta merta di katakan pariwisata sebagai lokomotif pembangunan kabupaten Sikka. Berbeda dengan kabupaten Flores Timur yang hampir setiap tahun mengadakan festival budaya di beberapa tempat sehingga dunia luar lebih mengenal budaya Flores Timur, Lamaholot karena memang pemimpinnya ingin menempatkan pariwisata di sektor terdepan. Mereka tidak menunggu stakeholder pariwisata lokal untuk mengeluarkan koceknya demi mempromosikan produk – produk wisata daerah yang unggul itu. Sehingga saat ini kami masih melihat pemerintah belum menjalankan misi pembangunan di sektor pariwisata kabupaten Sikka dengan baik, karena belum secara penuh melibatkan stakeholder pariwisata lokal. Para pelaku utama wisata ini masih berjalan sendiri-sendiri. Kalau mau kita bersama sama fight untuk membangun pariwisata kabupten Sikka, mari kita berdiskusi. Tabe Oran Nian Tanah Lero Wulan benjer beli pemimpin Sikka. Salam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2019 NTTBANGKIT.

Tentang Kami   |   Tim Redaksi