Sab. Nov 28th, 2020

NTT Bangkit

Media Promosi Pariwisata,Bisnis dan Investasi NTT

Tahun 2025, Provinsi NTT akan Terima 30 Triliun Rupiah dari Hasil Pengelolaan Migas Masela

2 min read
Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat ketika memberikan sambutan dalam rapat kerja bersama para bupati, camat dan kepala desa se - NTT yang digelar di Gelanggang Olahraga Oepoi, Kota Kupang, Kamis (24/10/2019)

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat ketika memberikan sambutan dalam rapat kerja bersama para bupati, camat dan kepala desa se - NTT yang digelar di Gelanggang Olahraga Oepoi, Kota Kupang, Kamis (24/10/2019) (Image: kompas.com)

KUPANG, NTTBANGKIT.com – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat mengatakan bahwa provinsi NTT akan mendapat jatah 5 persen dari keuntungan pengelolaan blok minyak dan gas (migas) Masela di Kepulauan Tanimbar, Maluku pada 2025 mendatang. Dengan persentase sebesar itu, artinya NTT akan menerima puluhan triliun rupiah.

“Presiden sudah putuskan agar NTT mendapat jatah 5 persen dan Maluku, 5 persen dari keuntungan blok Masela. Itu berarti NTT dapat jatah 2,5 miliar dollar Amerika Serikat ,” tutur Laiskodat di Kupang, Kamis (24/10/2019) sebagaimana dilansir dari kompas.com

Menurut Laiskodat, nilai tersebut sangat fantastis dan bisa digunakan untuk menuntaskan berbagai kebutuhan infrastruktur di provinsi berbasiskan kepulauan itu.

Dengan dana sebesar itu, lanjut Laiskodat, pihaknya akan fokus menggunakannya untuk listrik, air dan pemberdayaan masyarakat. 

“Jalan kita, air kita, dan lainnya pasti akan beres karena kita miliki lebih dari Rp30 triliun, di luar dari sumber pendapatan lainnya,” katanya.

“Bupati Kupang, Walikota Kupang, juga dari pemerintah provinsi harus siap karena jadi pusat logistik maka akan ada banyak orang yang hadir sini,” katanya.

Dia menambahkan, berbagai sektor pendukung untuk kebutuhan usaha Blok Masela harus dipersiapkan secara baik karena peluang keuntungan ekonomi sangat terbuka.

Dia menyebut, bahkan jasa pijat sekalipun harus dipersiapkan secara baik karena para pekerja Blok Masela di antaranya juga berasal dari Jepang yang akrab dengan kebutuhan tersebut.

“Belum lagi orang-orang Jepang hobi makan ikan, makanan pedas, belut, sehingga mereka akan berkunjung ke tempat yang menyediakan itu, ini peluang besar bagi kita,” katanya.

Blok Masela adalah blok minyak dan gas bumi yang telah diputuskan sebagai salah satu dari 37 prioritas dalam proyek strategis nasional. Hal itu diatur melalui Peraturan Presiden Nomor 58 Tahun 2017. Pengelolaan Blok Masela secara teknis dilaksanakan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral di bawah koordinasi Kementerian Koordinator Kemaritiman. 

Melansir akun instagram @jokowi pada kamis (18/7/2019), Presiden Joko Widodo mengatakan, Blok Minyak dan Gas (Migas) Masela akan mulai berproduksi pada 2027 mendatang.

“Sesuai laporan SKK Migas, target produksi Blok Masela akan dimulai pada tahun 2027. Indonesia akan menerima selain porsi besar dari proyek ini, juga dampak gandanya, seperti industri petrokimia yang juga dibangun mengikuti proyek Blok Masela,” tulis Jokowi di akun Instagramnya, @jokowi. 

Laiskodat mengatakan bahwa Provinsi NTT harus mendapat bagian dari Blok Masela karena NTT menjadi salah satu wilayah yang terdampak langsung dari pengembangan Blok Masela, karena letaknya di perairan dekat kepulauan Tanimbar, Kabupaten Maluku Tenggara Barat, Maluku dan Kabupaten Alor, NTT. 

“Sudah ada persetujuan dari Bapak Presiden (Presiden Joko Widodo) dan Pak Menteri ESDM Ignasius Jonan bahwa 10 persen keuntungan yang diberikan pemerintah pusat kepada daerah Maluku dibagi dua dengan NTT mulai 2025,” kata Laiskodat di Kupang. (*)

Penulis: Emild Kadju

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2019 NTTBANGKIT.

Tentang Kami   |   Tim Redaksi