Sel. Des 1st, 2020

NTT Bangkit

Media Promosi Pariwisata,Bisnis dan Investasi NTT

Salah Satu Sanggar Budaya di NTT Ikut Pameran Kain Tingkat Nasional

3 min read
tenun ntt bangkit

tenun ikat Sikka NTT taklukkan pangggung nasional (Image: Dok. pribadi)

“Kain tenun ikat NTT adalah salah satu kain tenun terbaik dari produk kearifan lokal NTT. Di bawah kepemimpinan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat dan Wakil Gubernur NTT, Josef A. Nae Soi, kearifan lokal NTT mulai diangkat ke kancah nasional dan internasional. Tidak hanya pariwisata, Pemprov NTT juga sangat konsen terhadap produk-produk budaya berdampak ekonomi seperti kain tenun guna meningkatkan ekonomi rumah tangga masyarakat NTT. Kali ini, giliran Tenun Ikat Hewokloang dari Sanggar Doka Tawa Tana Kabupaten Sikka yang ikut dalam pameran kain tingkat Nasional. Melalui acara ini, tenun ikat Sikka dan NTT pada umumnya meunjukkan dirinya bahwa produk kearifan lokal NTT memiliki kualitas yang luar biasa.”

JAKARTA, NTTBANGKIT.com – Dalam rangka melestarikan budaya Nusantara, Komunitas Cinta Berkain Indonesia menggelar acara pertunjukan dan pameran kain tradisional dari seluruh wilayah Indonesia yang bertempat di Sarinah Jakarta Pusat. Acara dengan tajuk “Pekan Kain Tradisional Nusantara” tersebut berlangsung dari tanggal 21 Oktober hingga 31 Oktober 2019.

Berbagai macam kain tradisional yang dipamerkan menunjukkan betapa Indonesia sangat kaya akan budaya dan produk kearifan lokal. Hal tersebut nampak dari beragama jenis kain, motif, warna, dan cara pembuatan kain tradisional yang beragam dari Sabang sampai Merauke, dari Mianga sampai Pulau Rote.

Untuk kawasan Nusa Tenggara Timur (NTT), kain adat yang dipertunjukkan dalam acara ini berasal dari hasil produksi Sanggar Doka Tawa Tana Hewokloang, Kabupaten Sikka.

Sanggar Doka Tawa Tana merupakan sanggar seni budaya dari Hewokloang, Kabupaten Sikka Provinsi NTT yang konsen terhadap kekayaan budaya. Selain kain tenun, sanggar ini juga menggeluti bidang seni budaya lainnya seperti tarian adat, musik kampung, dab berbagai kearifan lokal lainnya.

Terhadap acara yang diinisiasi oleh Komunitas Cinta Berkain Indonesia, Ketua Sanggar Doka Tawa Tana, Cletus Beru mengatakan bahwa acara ini merupakan sebuah momentum yang tepat untuk mempromosikan budaya khususnya kain tenun dari Kabupaten Sikka secara lebih luas.

“Kita ingin agar kain-kain tenun kita mampu menembus batas nasional dan internasional,” tutur Cletus kepada nttbangkit.com.

Cletus menjelaskan bahwa motif-motif kain tenun yang dipertunjukkan tersebut rata-rata merupakan motif asli Hewokloang.

“Kabupaten Sikka sendiri memiliki beberapa adat budaya yang sekit berbeda satu sama lain. Hal tersebut tergambar dari motif kain tenun dan corak warna yang berbeda satu sama lain. Hewokoloang misalnya, memiliki motif yang berbeda dari beberapa daerah di Kabupaten Sikka,” Jelas Cletus.

Cletus juga mencemaskan masa depan budaya Sikka, dan NTT pada umumnya yang bisa saja hilang karena banyak anak muda zaman sekarang yang sudah meninggalkan budayanya.

“Anak-anak muda sekarang sangat memprihatinkan. Mereka lebih senang dengan kebiasaan-kebiasaan modern yang konsumtif ketimbang mendalami budayanya sendiri. Bila hal ini terus-terusan terjadi, bukan tidak mungkin warisan kebudayaan dan produk kearifan lokal kita akan punah,” tambah Cletus.

Atensi Masyarakat Jakarta

Motif yang indah dan khas dengan kompilasi warna kontras mampu membuat stand Sikka NTT ramai dipenuhi para pengunjung.

Salah satu pembeli bernama Hj. Melani L. Suhari yang adalah Anggota DPR RI periode 2014-2019 mengatakan bahwa kain tenun NTT memang bagus-bagus. Ia selalub mengloeksi kain-kain dari NTT.

“Saya membeli kain ini karena motif dan cara pembuatannya yang khas. Bukan hanya sekedar barang, tetapi saya melihat value behind the product. Dan saya sangat mengapresiasi kearifan lokal dari NTT dan berbagai daerah lainnya. Khusus NTT, saya sangat senang dengan kain-kain tenunnya,” tutur Melani kepada nttbangkit.com segera setelah membeli kain Hewokolang dari Cletus Beru.

Selain Melani, Tati S. yang adalah anggota Komunitas Cinta Berkain juga mengatakan bahwa sudah lama ia berlangganan dengan  Sanggar Doka Tawa Tana yang dipimpin Cletus Beru.

Tati mengatakan bahwa kain hasil produksi Cletus dan tim adalah kain tenun terbaik dan merupakan tenun asli yang memiliki khualitas Internasional.

“Kain tenun NTT khususnya Pak Cletus, karena saya sudah lama mengenal beliau, merupakan kain tenun asli yang memiliki kualitas Internasional,” kata Tati kepada nttbangkit.com saat diwawancarai di lokasi kegiatan.

Sementara itu ketua komunitas Cinta Berkain Indonesia, Sita Hani Mastuti mengatakan bahwa kain tenun Sikka dan NTT pada umumnya adalah kain-kain yang dibuat dengan cara tradisional dan orisinal. Karena itu, sudah pasti kualitasnya bagus.

“Kita mengajak teman-teman dari NTT untuk join dalam kegiatan ini karena kita tahu bahwa khualitas kain tenun NTT sudah tidak diragukan lagi,” kata Sita kepada nttbangkit.com.

Berikut beberapa gambar yang diambil nttbangkit.com di lokasi acara:

Cletus Beru bersama anggota komunitas Cinta Berkain Indonesia
Cletus Beru dan tim sanggar Doka Tawa Tana bersama anggota komunitas Cinta Berkain Indonesia

Hj. Melani Suharli memberikan apresiasi kepada tenun ikat NTT
Tati S. bersama penenum dari sanggar Doka Tawa Tana
Pakaian tenun Sikka untuk laki-laki dan perempuan
Komunitas Cinta Berkain Indonesia bersama penenun dari sanggar Doka Tawa Tana

(*)

Penulis: Emild Kadju

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2019 NTTBANGKIT.

Tentang Kami   |   Tim Redaksi