Sab. Nov 28th, 2020

NTT Bangkit

Media Promosi Pariwisata,Bisnis dan Investasi NTT

Festival Budaya Riung Eksplorasi Kekayaan Budaya dan Pariwisata Riung

3 min read

Selain Manggarai, Caci juga merupakan kearifan lokal budaya Riung, Kabupaten Ngada (Image: Ist.)

NGADA, NTTBANGKIT.com – Setelah beberapa waktu lalu menggelar Festival Ine Rie, kali ini Pemerintah Kabupaten Ngada kembali  menggelar Festival Seni dan Budaya Riung dan permainan rakyat yang berlangsung di Mbarungkeli, Desa Latung, Kecamatan Riung Kabupaten Ngada, Selasa (29/10). 

Kabupaten Ngada sendiri, setelah Nagekeo berpisah, tersisa dua etnis besar yaitu Bajawa dan Riung. Festival Ine Rie yang dilakukan beberapa waktu lalu lebih merupakan festival untuk etnik Bajawa. Sedangkan festival budaya Riung kali ini merupakan festival etnik Riung Kabupaten Ngada. 

Festival budaya Riung  ini dimulai dengan pelepasan burung  merpati Oleh Ketua DPRD Kabupaten Ngada bersama Asisten I  sebagai tanda dimulainya pembukaan Festival Riung Tahun 2019.

Acara Festival Riung Ini menampilkan Karnaval dan Fashion Show, Pameran Tenun Ikat, Kuliner Tradisional, Pagelaran Musik Tari, Mbeling, Larik(Caci), dan Live Musik.

Ketua DPRD Kabupaten Ngada Bernadinus Dhey Ngebu, dalam sambutannya mengatakan momen ini merupakan ajang mempromosikan budaya Ngada Khususnya Etnis Riung. Ngada terkenal dengan banyak budaya dan etnis yaitu Soa, Riung dan Ngada menjadi sangat unik. 

“Budaya, adat istiadat serta tradisi harus terus dilestarikan dan diwariskan kepada anak cucu kita. Artinya generasi muda harus tetap lestarikan. Kita ajarkan terus kepada generasi muda. Lewat momen ini kita ajak mereka mari kita bersama menjaga budaya kita. Festival Riung 2019 merupakan momentum untuk mempromosikan tentang Kabupaten Ngada (Kecamatan Riung,” tuturnya sebagaimana dilansir dari florespedia.com.

Berni, sapaan akrabnya juga berkata bahwa  Ngada terkenal dengan banyak potensi, diantaranya pertanian, peternakan juga pariwisata yang menjanjikan, semoga kegiatan ini dapat berjalan dengan aman dan lancar di bawah pengaman para anggota Polres Ngada Polsek Riung.

Sementara Bupati Ngada Paulus Soliwoa melalui Asisten I Setda Ngada Emanuel Dopo, mengatakan pariwisata mengetengahkan bermacam corak dan hal yang menarik dengan menampilkan miniatur berbagai kegiatan pembangunan dan juga gambaran kehidupan masyarakat terutama mencakup aspek seni budaya juga pendidikan.

“Saya sungguh menyambut baik kegiatan ini sebab selain sebagai kesempatan untuk menampilkan berbagai keanekaragaman budaya daerahnya dan ini merupakan ciri khasnya,” kata Soliwoa sebagaimana dilansir dari florespedia.com.

Dikatakan dengan adanya karnaval, juga sangat bermanfaat sebagai salah satu upaya untuk kita memotivasi generasi muda Ngada, khususnya etnik Riung  untuk mencintai kebudayaan dan daerahnya sehingga masa depan budaya Riung tetap lestari.

“Sebagai warga Ngada dirinya bangga dengan budaya yang ada. Oleh karena itu, siapapun harus menjaga, merawat dan memelihara budaya yang ada sehingga bisa diwariskan kepada generasi muda. Karnaval dan pawai budaya ini sangat penting untuk terus mempromosikan dan mengembangkan potensi-potensi budaya dan wisata yang ada di daerah kita ini. kepada siapa saja khususnya para wisatawan yang berkunjung ke daerah kita ada juga yang turut menyaksikan kegiatan karnaval ini,” tutur Soliwoa.

Pakaian adat Riung Kabupaten Ngada: Mereka siap mengadakan festival budaya Riung

Selain untuk melestarikan budaya Riung, Festival ini juga dimaksudkan untuk memperkenalkan destinasi yang ada di Riung. Diketahui bahwa Riung memiliki  potensi dan keanekaragaman budaya serta destinasi wisata yang luar biasa. Keanekaragaman budaya ini perlu dijaga dan dilestarikan sehingga tidak mudah punah dengan berbagai cara apapun tidak mudah terpengaruh oleh arus globalisasi.

Tujuh Belas Pulau Riung merupakan salah satu destinasi yang terkenal di Riung. Selain itu, masih ada banyak destinasi di Riung yang bila dikelola secara baik, akan memberikan dampak konstruktif bagi Riung, Ngada, dan NTT secara umum. 

Dikonfirmasi secara terpisah, Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat bahkan mengatakan bahwa Riung memiliki potensi ekonomi yang luar biasa. 

Selain kawasan mulut seribu di Rote Ndao, Riung merupakan salah satu daerah yang berpotensi menjadi tempat pembudidayaan ikan kerapu. 

Keindahan pantar 17 Pulau Riung, Kabupaten Ngada, Provinsi NTT

“Saya sudah mengundang tim-tim ahli dan mereka sudah melakukan survei lapangan bahwa ada dua tempat di NTT yang bagus dan sangat berpotensi untuk membudidayakan ikan Kerapu, yaitu di wilayah pantai utara kabupaten Ngada yaitu Riung dan di Mulut Seribu. Tentunya kita akan bantu bibit ikan Kerapu sebanyak sepuluh juta ekor yang nantinya akan dikelola oleh masyarakat di bawah pengawasan langsung Pemda dan Pemprov NTT. Kita ingin memanfaatkan semua sumber daya kita secara positif untuk membangun NTT,” kata Gubernur Laiskodat kepada nttbangkit.com. (*)

Penulis: Emild Kadju

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2019 NTTBANGKIT.

Tentang Kami   |   Tim Redaksi