Jum. Des 4th, 2020

NTT Bangkit

Media Promosi Pariwisata,Bisnis dan Investasi NTT

Komunitas Kabupaten TTU Gelar Pentas Kreatif Sambut Sumpah Pemuda, Gubernur NTT Apresiasi

2 min read

Kreativitas pemuda TTU dalam merayakan sumpah pemuda (Image: florespedia.com)

TTU, NTTBANGKIT.com – Sumpah pemuda ke-91 yang jatuh pada senin (28/10/2019) merupakan momen dimana kaum muda kembali bangkit untuk membangun Indonesia dan membuatnya lebih maju. Banyak komunitas muda yang merayakan peringatan sumpah pemuda melalui berbagai aktivitas. Ada yang melakukan aksi demonstrasi, ada juga yang memilih cara-cara kreatif untuk merayakan sumpah pemuda.

Salah satu contoh kreatif adalah lima komunitas kreatif yang bergerak dalam bidang fotografi, videografi, perfilman, grafiti, penulisan dan pementasan yang pada  Senin (28/10/2019) lalu menggelar berbagai lokakarya bertajuk layar merdeka di Aula Paroki Sta. Maria Pengantara Rahmat, Kiupukan, Kecamatan Insana, Kabupaten TTU, NTT.

Dilansir dari florespedia.com, kelima komunitas tersebut adalah, Komunitas Film Kupang (KFK), Sekolah Multimedia untuk Semua (SkolMus), Timore Art Graffiti (TAG), Komunitas Leko Kupang (Leko) dan Coloteme Art’s Movement (CAM) didukung oleh PUSBANG Film berbagi dan mengasah kreatifitas pelajar SMK Pius Bitauni, SMAN Insana dan SMK Wilibrodus Betun sebagai peserta lokakarya.

Perayaan sumpah pemuda tersebut dimeriahkan oleh pameran karya pelajar dan seniman, tarian kreasi modern, live mural, musikalisasi puisi. ‘Nokas’ sebuah film dokumenter menjadi penutup acara. Nyanyian ‘Indonesia Tanah Air Beta’ bergema. Seluruh peserta mengancungkan tangan kiri menyerukan ‘Merdeka! (Ola Keda).

Pegiat Komunitas Film Kupang (KFK), Adjeng Nailiu mengatakan bahwa kegiatan kreatif tersebut bertujuan untuk menggali dan memupuk bakat pelajar untuk berkarya dengan ide-ide kreatifnya dan mementaskan buah karya sendiri.

“Setiap sekolah ada 20 peserta. Ini wadah untuk sama-sama belajar, menggali kreatifitas untuk berkarya,” katanya sebagaimana dilansir dari florespedia.com.

Ivan Balo, pegiat seni mengatakan, acara layar merdeka sebagai ajang untuk memperkenalkan Timore Art Graffiti (TAG) dan berbagi pengetahuan tentang seni kepada sesama generasi muda.

“Ini juga sebagai wujud melawan stigma negatif tentang seni yang terlanjur hidup dalam pikiran masyarakat,” kata Ivan dikutip dari florespedia.com.

Sementara itu, salah satu anggota Orang Muda Katolik (OMK) Paroki Sta. Maria Pengantara Segala Rahmat Kipukan, Thomas Nesi mengaku bangga dengan kegiatan itu karena mendapat pengalaman dan ilmu baru.

Menurut dia, hadirnya komunitas kreatif memantik OMK untuk berani berkreasi dan menunjukkan semua potensi diri dan bakat yang dimiliki.

“Ke depan, OMK menjadi komunitas yang mau berbagi dan menumbuh kembangkan kreatifitas dan profesionalitas profesi hidup kaum muda,” arsisnya. 

Menanggapi karya-karya kreatif anak muda TTU, Gubernur NTT Viktor Laiskodat mengatakan bahwa sudah saatnya anak muda NTT bangkit melalui karya-karya kreatif untuk membangun NTT ke arah yang lebih baik. Pilihan untuk menempuh jalur kreatif merupakan pilihan bijaksana yang sangat konstruktif. 

“Untuk membangun NTT, kita membutuhkan kaum muda yang kreatif dan punya semangat membangun NTT melalui rasa cinta akan seni budaya dan kearifan lokal NTT,” tutur Laiskodat kepada nttbangkit.com. (*)

Penulis: Emild Kadju

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2019 NTTBANGKIT.

Tentang Kami   |   Tim Redaksi