Kam. Des 3rd, 2020

NTT Bangkit

Media Promosi Pariwisata,Bisnis dan Investasi NTT

Dari Equador Amerika Selatan, Bunda Julie: Masyarakat NTT jangan malu kenakan tenun ikat!

3 min read

Ketua Dekranasda NTT, Julie Sutrisno Laiskodat, ketika berada di Equador, Amarika Selatan. (Foto Istimewa)

KUPANG, NTTBANGKIT.COM,–Ketua Dekranasda Provinsi NTT, Ny. Julie Sutrisno Laiskodat berpesan kepada seluruh masyarakat NTT khususnya generasi muda (kaum milenial) tidak malu mengenakan tenun ikat.

“Jangan malu mengenakan tenun ikat NTT. Mari kita semua pakai tenun ikat setiap hari untuk mempromosikan NTT,” ucap Bunda Julie dari balik gagang telEpon saat diwawancarai jarak jauh oleh Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, DR. Jelamu Ardu Marus, M.Si dan penyiar Radio Suara Verbum Kupang, Jane Kedang Salem, Rabu 30 Oktober 2019.

Saat ini Bunda Julie sedang berada di Kota Quito, Equador Amerika Selatan mengikuti festival budaya khususnya untuk kerajinan tangan dan tenun yang setiap tahun digelar; termasuk festival buah dan sayuran. Khusus untuk festival buah dan bunga akan digelar pada Februari 2020 yang akan datang.

Penyiar Radio Suara Verbum Kupang, Jane Kedang Salem

Menurut Bunda Julie, pihaknya membawa serta empat penenun yang terdiri dari 1 penenun berasal dari Kabupaten Flores Timur, 1 penenun dari Sikka, dan dua penenun yang berasal dari Kabupaten TTS yakni dari Ayotopas dan Boti.

“Masyarakat di Equador juga punya budaya menenun. Bahkan 400 tahun yang lalu mereka (masyarakat Equador) belajar tenun dari nenek moyang kita di NTT. Kalau kita di NTT menampilkan motif bunga, sotis dan ikat sedangkan mereka di Equador hanya ikat saja. Itulah perbedaan NTT dengan Equador,” tandas Bunda Julie.

“Saya juga membawa 200 lembar tenun ikat warna alam untuk ditampilkan di Equador,.”imbuhnya.

Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, DR. Jelamu Ardu Marus, M.Si

Motif tenun ikat asal NTT sebut Bunda Julie, juga sangat variatif jika dibandingkan dengan yang ada di Equador. Masyarakat di Equador kata dia, sangat antusias dan mereka bertanya apa sebenarnya perbedaan motif tenun ikat NTT dengan Equador?

“Saya jawab, selain kualitas tenun ikat, variasi motif nya juga lebih baik dan banyak jika dibandingkan dengan yang ada di Equador,” jelas Bunda Julie.

Pada bagian lain, Bunda Julie juga menyampaikan bahwa ini pengalaman perdana untuk membawa para penenun asal NTT yang tidak pernah keluar, apalagi keluar negeri.

“Ini saya bawa mama-mama penenun yang tidak pernah keluar. Nanti, kalau Pak Gubernur berkenan pada Februari 2020 saya akan membawa serta anak-anak SMA atau SMK agar mereka punya wawasan. Anak-anak ini punya potensi tapi tidak ada wadah,” kata Bunda Julie.

Dia mengaku, bahagia dan bangga karena Provinsi NTT memiliki banyak motif tenun ikat dan punya nilai cerita yang sangat tinggi.

“Sekarang saya ada di Equador dan saya bangga dengan motif tenun ikat NTT. Saya semakin besar hati bahwa NTT akan bangkit dengan etos kerja para penenun yang menjadikan tenunan sebagai pekerjaan pokok bukan sampingan,” ungkap Bunda Julie.

Sedangkan Karo Humas dan Protokol menegaskan, kehadiran Bunda Julie di Quito Equador merupakan kesempatan yang baik untuk mempromosikan NTT.

“Apalagi di tahun 2020, Provinsi NTT telah ditetapkan oleh majalah di Amerika sebagai destinasi pariwisata terbaik di dunia,” kata mantan Kadis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT.

“Kalau Pak Gubernur menetapkan pariwisata sebagai primer mover pembangunan ekonomi di NTT, saya pikir hal itu sangatlah tepat. Karena NTT memilki alam dan budaya yang luar biasa,” tegas Bunda Julie sekaligus memastikan pada tahun 2020 Presiden Jokowi telah meminta Dekranasda NTT ikut kegiatan di Dubai. (humas setda NTT/ Faleryguru)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2019 NTTBANGKIT.

Tentang Kami   |   Tim Redaksi