Ming. Nov 29th, 2020

NTT Bangkit

Media Promosi Pariwisata,Bisnis dan Investasi NTT

Festival Kampung Tarung Lestarikan Budaya dan Pariwisata Sumba Barat

2 min read

Pegelaran tenun ikat warga Kampung Tarung saat acara Festival Kampung Tarung, Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur, belum lama ini. (*)

Bupati Kabupaten Sumba Barat, Drs. Agustinus Niga Dapawole saat acara peluncuran Festival Kampung Tarung.

WAIKABUBAK,NTTBANGKIT.COM,-Festival Kampung Tarung di Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) berlangsung meriah penuh suka cita warga. Pemerintah Kabupaten Sumba Barat menyambut dan mendukung penuh pelaksanaan festival yang dilaksanakan di halaman Kampung Tarung Weetabar pada hari Selasa (29/10/2019) lalu.

Bupati Kabupaten Sumba Barat, Drs. Agustinus Niga Dapawole yang hadir meresmikan acara budaya tersebut memberikan apresiasi yang tinggi atas pelaksanaan Festival Kampung Tarung 2019. Ia menegaskan mendukung penuh festival yang bertujuan membangkitkan semangat mempertahankan dan melestarikan adat dan budaya Kampung Tarung.

“Saya berikan apresiasi sebesar-besarnya atas terselenggaranya Festival Kampung Tarung. Kita harus mendukung kegiatan ini. Hal ini menyatakan bahwa kampung-kampung adat kita sudah banyak mengalami kemajuan”, kata Dapawole yang disambut meriah dengan tari-tarian dan Pakalaka oleh warga Kampung Tarung Weetabar.

Dalam moment tersebut, Bupati Dapawole mengajak, seluruh warga Kampung Tarung agar bersama-sama bangkit membangun kampung, mengedepankan gotong-royong, kedamaian dan persatuan dan kesatuan. Dia meminta agar warga meninggalkan saling kritik dan saling curiga satu sama lain yang dapat menimbulkan perpecahan.

“Berhentilah saling mengkritik atau saling curiga satu dengan yang lain. Mari kita menjunjung tinggi persatuan sehingga apa yang hendak kita capai dapat terwujud. Dahulu rumah-rumah adat kita pernah mengalami kebakaran kampung dan selanjutnya sudah dibangun kembali. Oleh karenanya kita jangan tenggelam dalam suasana berduka tapi mari kita bangkit untuk kemajuan kita bersama,”tegas Bupati Dapawole saat meresmikan peluncuran Festival Kampung Tarung.

Penginapan bagi Wisatawan

Pada kesempatan itu, Dapawole menghimbau agar rumah-rumah di kampung adat dapat dijadikan penginapan bagi wisatawan. Hal itu untuk mendukung perekonomian masyarakat di kampung semakin meningkat. Untuk itu, maka warga yang tinggal di kampung harus membersihkan kampung dari sampah terutama sampah plastik sehingga wisatawan senang berkunjung di Kampung Tarung.

“Kalau kita mau kampung ini makin maju maka kita harus berbuat baik mendukung pemerintah dan lembaga-lembaga terkait yang ingin membangun kampung. Jangan mudah percaya akan isu-isu yang tersebar,” lanjut Dapawole seraya menegaskan bahwa dirinya dan Dinas Pariwisata Sumba Barat akan terus mendukung Festival Kampung Tarung.

Selanjutnya Bupati Dapawole melakukan peninjauan pameran berupa kain-kain adat Sumba Barat, perlengkapan adat dan hasil pangan lokal yang telah diolah. Peninjauan diiringi tarian Dokale oleh anak-anak Kampung Tarung Weetabar.

Koordinator Program Aliansi Nasional Bhinneka Tunggal Ika, Selfiana Yolanda yang menjadi pelaksana kegiatan Festival Kampung Tarung 2019, mengatakan, kegiatan ini dimaksudkan warga mulai berpikir bahwa kampung Tarung telah menjadi Kampung Wisata Berbasis Adat. Oleh karena itu, semua warga Kampung Tarung harus terus melestarikan budaya yang ada.

Sedangkan Camat Loli, Samuel Manupele, S. Sos dalam sambutannya, mengucapkan terima kasih atas inisiatif Aliansi Nasional Bhinneka Tunggal Ika dalam menggerakkan kebutuhan-kebutuhan di kampung dimana kegiatan ini mendukung pemerintah kabupaten dan pemerintah kecamatan serta desa. (sp/hum/ SB/)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2019 NTTBANGKIT.

Tentang Kami   |   Tim Redaksi