Sab. Nov 28th, 2020

NTT Bangkit

Media Promosi Pariwisata,Bisnis dan Investasi NTT

Jemmy Dance Academy Wakili NTT Ikut London World Travel Market 2019

5 min read

Jemmy Pragina Gong, Putra NTT yang mengharumkan nama daerah di kancah nasional dan internasional (Image: Media Kita)

KUPANG, NTTBANGKIT.com –  Penari kelas internasional asal NTT Melki Jemri Edison Neolaka S. Sn., M. Sn  atau sering dipanggil Jemy Pragina Gong diundang ke London, Inggris mewakili provinsi NTT di kancah internasional untuk memeriahkan  event internasional London World Travel Market 2019. Bersama 4 orang  penari dari Komunitas seni tari Jemmy Dance Academy (JDA) Kupang pergi ke London pada 31 Oktober 2019 kemarin.

Persiapan Jemy Pragina Gong dan Tim untuk London World Travel Market 2019 (Image: Dok. Pribadi)

Empat orang penari yang digawai oleh Jemy adalah Rian Purut-mahasiswa PGSD Undana, Veren Sinlaeloe-Mahasiswa Teknik Sipil Polteknik Negeri, Thia Seme-Mahasiswa Administrasi Negara Undana, dan Ghibe Hermanto-Lulusan SMKN 2 Kupang.

Mereka adalah para pemuda berbakat yang diutus langsung oleh gubernur NTT untuk memperkenalkan seni tari dan budaya provinsi NTT lewat 3 tarian tradisional NTT yang koreografinya diciptakan oleh Jemy sendiri yang merupakan koreografer muda berbakat NTT.

Ketiga tarian tradisonal tersebut adalah Tarian Moko Nona yang berasal dari kabupaten Alor, Tarian Legenda Fatu Kopa dari kabupaten  TTS, dan tarian modifikasi Ledi Tuak yang mewakili Kabupaten Sabu Raijua  dan Rote Ndao.

“Pameran London World Travel Market 2019 merupakan kegiatan bergengsi taraf internasional yang diadakan di London. Keberangkatan seluruh tim ke London adalah kerja keras dan didukung sepenuhnya oleh Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur, Dinas Pariwisata dan  Ekonomi Kreatif Provinsi Nusa Tenggara Timur dan melibatkan Tim Terpadu Pemerintah Provinsi NTT, Pemerintah Kabupaten, DPRD Provinsi, Pelaku Wisata dan Swasta di NTT.” tutur Jemy kepada nttbangkit.com via WhatsApp.

“Selain ketiga tarian modifikasi tradisional tersebut, kami akan bawakan juga 5 tarian sosial modern dance lain dengan  dengan iringan lagu dansa asli NTT. event ini akan digelar selama 4 hari (3-6 November 2019) di London, Inggris,” tambah Jemy.

Jemmy Neolaka yang lebih dikenal dengan nama panggung Jemy Pragina Gong menyebutkan bahwa titipan pesan yang menjadi beban mental yang harus disukseskan adalah bahwa lewat tarian tradisional ini mereka harus mampu membuat sebuah pertunjukan yang hidup akan buat karya seni yang inovatif tanpa meninggalkan ciri khas budaya NTT dan setiap tarian akan ditampilkan dengan pembacaan sinopsis cerita legenda dibalik tarian sebelum ditampilkan. 

Tangan dingin Jemy Pragina Gong hasilkan penari muda berbakai NTT (Image: Dok. Pribadi)

“Seperti topi Ti’i langga yang menggambarkan kabupaten Rote Ndao, Haik sebagai alat menampung tuak (minuman tradisinal dari pohon nira) yang mewakili kabupaten Sabu Raijua dan Rote Ndao dan Moko dan kulit kayu yang  mewakili kabupaten Alor. Ketiga  tarian yaitu Mokko Nona dari kabupaten Alor menggambarkan sebuah  ritual perkawinan dari Alor, tarian Legenda Fatu Kopa dari TTS yaitu sebuah tarian  yang mengandung cerita legenda tentang sebuah gunung di TTS yang dipercaya sebagai fosil dari  bahtera Nuh yang saat ini sudah menjadi sebuah tempat wisata, dan tarian ketiga adalah Ledi Tuak yang mewakili kabupaten Rote Ndao dan Sabu Raijua yang menceritakan tentang kehidupan masyarakat di kedua daerah yang bisa bertahan hidup hanya dari mengiris buah pohon enau yang menghasilkan minuman tradisional tuak. Dan dari air tuak tersebut bisa diolah lagi menjadi gula cair, dan gula padat (gula lempeng),  arak tradisional (laru), cuka dan lain-lain yang merupakan makanan tradisional dari kedua kabupaten. Lewat tarian ini kami ingin memperkenalkan pohon enau (tuak) sebagai pohon ajaib dari NTT yang bisa menghidupi masyarakat di kedua kabupaten bahkan sebagai pencarian utama. Keunikan pohon ajaib ini yang punya manfaat dari semua bagiannya. Daun dapat dijadikan berbagai peralatan rumah tangga seperti tikar, nyiru peralatan makan seperti piring, dan wadah lain, bahkan topi, haik dan  atap rumah. Batang bisa dijadikan sebagai bahan pembuat rumah. Dan sangat kuat.” kata Jemy sebagaimana dilansir dari topnewsntt.com.

Menurut Jemy yang menyelesaikan S2 bidang koreografi seni tari di Jogja ini bahwa gubernur Viktor Laiskodat menginginkan agar mereka mampu  menyajikan tarian tradisional yang inovatif tapi dengan kesan khusus yang menggambarkan ciri tradisional NTT. “ini suatu kebanggaan tersendiri kami berlima karena dalam event London WTM 2019 adalah sebagai event dunia, dan pertama kalinya kami ditunjuk langsung oleh gubernur Viktor Laiskodat  untuk wakili pemerintah provinsi NTT internasional. Karenanya kami bertekad akan mempersembahkan yang terbaik bagi NTT.” tuturnya.

Ia merasa ini adalah sebuah kesempatan emas dan anugerah bagi JDA untuk jadi wakil NTT sekaligus  banggakan NTT di ajang dunia.

“Harapan dan kesan saya, sebagai pelaku seni dan Koreografer merasa ikut terbebani utk menyebarkan berita ttg NTT sebagai surga yg hrs diketahui masyarakat dunia melalui talenta saya yakni menari dan mencipta koreografi. Melalui panggung ini semoga tari tarian,  adat istiadat, budaya kita semakin dikenal dan melekat di mata penonton internasional sehingga mereka tertarik untuk berkunjung ke NTT dan pulang dapat bertutur ke orang-orang bahwa NTT memang surga yang tersembunyi,” tutur Jemy kepada nttbangkit.com.

Jemy juga mengaku bangga karena dipercaya oleh Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat untuk mewakili NTT dalam ajang bergengsi tingkat internasional.

“Saya sangat terharu ketika dihubungi bulan lalu oleh pihak dari Gubernur NTT yang meminta kesediaan saya dan tim saya Jemmy Dance Academy untuk membantu mempromosikan pariwisata dengan cara ikut rombongan beliau ke London,” kata Jemy.

Jemy juga mengatakan bahwa demi membangun  NTT tercinta, ia dan tim akan memberikan yang terbaik.

Jemy Pragina Gong, Putra NTT yang mengharumkan nama daerah di kancah nasional dan internasional (Image: Dok. Pribadi)

“Ini kesempatan emas yg langsung saya terima tanpa berpikir panjang karena sudah saya impikan sejak dulu. Jika propinsi lain saya bantu dengan tulus hingga ke mancanegara masa tanah kelahiran saya saya tolak? Tentu saya terima dan sangat bersyukur dipercayakan untuk mewakili NTT dan Indonesia untuk berangkat ke London. Mengunjungi Negara itu merupakan impian saya. Saya dan tim akan berusaha memberikan yang terbaik dan harapannya penonton dapat melihat, terhibur,  dan terutama mendapatkan edukasi tentang kearifan lokal Nusa Tenggara Timur dan mereka mau tertarik mengunjungi NTT,” tutur Jemy.

Jemy juga mengatakan bahwa delain menari, timnya juga akan  memperagakan busana adat asli NTT dan mempromosikan tenun ikat khas NTT dan membagikan informasi tentang NTT melalui pameran dan display kepada dunia internasional.

Para penari asuhan Jemy Pragina Gong (Image: Media Kita)

Jemy juga mengaku bahwa melalui proses latihan yang keras dan maksimal, ia akan membuat NTT dan indonesia bangga. 

“Proses latihan  kami sudah berjalan satu bulan lebih  satu minggu karena kami terbeban untuk berusaha dan terus belajar supaya di hari H nanti disana kami dapat melakukan eksekusi terbaik dan memberikan performa yang maksimal. Suka duka kami alami selama proses persiapan,  latihan, hingga hari ini, penuh perjuangan dan tetap maju meski banyak kekurangan, keterbatasan, dan kendala yang menghadang di tengah proses kami. Namun kami stay strong and step forward , terus berusaha memiliki mental yang kuat sekuat batu karang Nusa Tenggara Timur,” kata Jemy penuh semangat.

Jemy juga mengatakan bahwa ia menekuni tarian karena ia percaya bahwa bakat dan talenta yang dimilikinya adalah menari. Melalui tarian, ia ingin membanggakan NTT dan memberi kontribusi bagi kemajuan NTT kedepannya.

Melatih anak muda NTT untuk mencintai tarian adalah passion Jemy (Image: Dok. Pribadi)

“Bagi saya seni adalah ibadah. Maka saya menekuninya  dengan tulus dan sungguh-sungguh. Apapun yang terjadi, saya akan terus menari guna mengembangkan talenta yang telah diberikan Tuhan. Melalui tarian juga saya ingin berkontribusi bagi NTT dan orang-orang di sekitar saya,” kata Jemy. (*)

Penulis: Emild Kadju

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2019 NTTBANGKIT.

Tentang Kami   |   Tim Redaksi