Ming. Nov 29th, 2020

NTT Bangkit

Media Promosi Pariwisata,Bisnis dan Investasi NTT

Gubernur NTT Viktor Laiskodat Ingin Pariwisata Penuhi Ekspekrasi Imajinasi Wisatawan

3 min read

Gubernur NTT Viktor Laiskodat (Image: gatra.com)

KUPANG NTTBANGKIT.com – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat membuka acara puncak Festival Menipo dengan memukul gong di halaman parkir Lippo Plaza, Kamis (14/11/2019).

Dalam acara tersebut, Laiskodat mengaku bahwa dirinya sudah pernah mengunjungi Menipo ketika masih di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA). 

Ia mengungkapkan kekecewaannya mengingat keindahan Menipo yang sangat bagus kala itu kini mulai rusak secara perlahan.

Untuk itu, Laiskodat sangat berterima kasih kepada Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam NTT yang telah membuat festival ini, sehingga membangun kepedulian, pemahaman dan pengetahuan terhadap seluruh masyarakat dan pemerintah agar membangun dan menjaga kawasan ini.

“Tidak mungkin dijaga dengan cara bahwa kita harus menjaga hutan, jaga alam agar lestari tidak bisa. Dalam penelitian dimanapun berada alam dan budaya akan rusak selama tidak mempunyai kekuatan ekonomi. Itu hasil penelitian. Jadi tidak bisa kita lawan,” tutur Laiskodat sebagaimana dilansir dari poskupang.com.

Ia mengatakan bila masyarakat di desa Enoraen tidak meningkatkan ekonominya dengan baik, maka mereka cenderung untuk jual burung, kayu, penyu dan lainnya yang merusak ekowisata tersebut. Tapi bila pariwisatanya dijaga maka alam akan terjaga.

Karena itu, kata Victor, festival ini menjadi jawaban terhadap kemampuan untuk merusaknya kerusakan lingkungan dan alam di daerah tersebut.

Berbicara tentang pariwisata, lanjutnya, maka harus menjaga budaya dan alamnya. Karena pariwisata itu kemampuan untuk mewujudkan ekspektasi imajinasi manusia.

“Ketika orang datang melihat ribuan burung terbang berjam-jam maka mereka mengatakan Oh My God. Itu tandanya orang excited. Pariwisata menjual excited karena orang datang dan melihat. Maka itu jangan jual dengan murah, karena murah itu tidak laku,” jelas Laiskodat sebagaimana pernah dikatakannya beberapa waktu lalu kepada nttbangkit.com di Jakarta.

Ia berharap festival ini harus dibuat dengan benar dalam agenda pariwisata NTT bahkan nasional. Sehingga pada tempat tersebut bisa dipersiapkan tempat pariwisata dengan kuliner, tempat tinggal yang baik.

Ia juga tegaskan pada pertunjukan atraksi budaya seperti tari-tarian di tempat wisata harus dinarasikan. “Ini harus ada cerita. Karena kekuatan dari seluruh alam dan budaya harus ada narasinya. Karena manusia tanpa narasi sesungguhnya sudah mati. Narasi menjadi kekuatan membangun dunia. Kita menjadi kekuatan apabila membangun narasi terhadap diri kita. Setiap kita membangun narasi maka provinsi ini akan hebat membangun narasinya. Saya mendorong kita untuk memulai membangun narasi terhadap festival ini,” tekannya.

Ia meminta agar setiap festival diadakan lomba membuat narasi.

Ia menaruh harapan bahwa ekonomi NTT lewat program utama Pemerintah NTT bahwa pariwisata menjadi unggulan tidak mungkin bisa berhasil bila BBKSDA tidak bergerak bersama Pemerintah Provinsi dan merubah mindset pariwisata jalan satu-satunya jalan keselamatan dalam membangun ekosistem dan alam budaya di NTT.

BBKSDA telah mempunyai kemampuan berpikir membangun daerah-daerah yang tidak tersentuh tetapi orang berpartisipasi aktif menjaga karena dengan menjaga alam mereka akan menikmati.

“Kita menjadi daerah tujuan wisata dunia terbaik. NTT telah ditetapkan sebagai daerah tujuan wisata terbaik di dunia nomor 1. Itu menunjukkan bahwa setiap tempat, atraksi kebudayaan dan alam kita akan dipenuhi oleh wisatawan dari segala negara. Mereka yang datang kaya saja, yang miskin tidak boleh datang. Minimal yang datang kelas menengah ke atas,” tambahnya.Ia inginkan alam yang begitu indah menjadi daya tarik. Perpaduan alam dan budaya dengan kemampuan teknologi untuk mengangkat pariwisata. (*)

Editor: Emild Kadju

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2019 NTTBANGKIT.

Tentang Kami   |   Tim Redaksi