Ming. Nov 29th, 2020

NTT Bangkit

Media Promosi Pariwisata,Bisnis dan Investasi NTT

Sunda Kecil Expo, Forum Temu Bisnis antara Para Investor

3 min read

Salah satu Stand Pameran tenun ikat asli Maumere, Kabupaten Sikka. (Marten Radja)

KUPANG, NTTBANGKIT.COM,–Pemerintah Provinsi NTT terus mengadakan berbagai iven bisnis dan ekonomi dalam memajukan pembangunan daerah. Salah satunya adalah Sunda Kecil Expo yang digelar Sabtu (16/11/2019) hari ini di Aston Hotel Kupang, NTT. Kegiatan ini menurut Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur (Setda NTT), Ir. Semuel Rebo, M.Si adalah forum temu bisnis antara para pelaku usaha atau investor.

“Pada event Sunda Kecil Expo ini ada pameran produk-produk unggulan daerah. Selain itu ada sesi temu bisnis (Forum Investasi) yang menghadirkan para investor dari dalam dan luar negeri. Dalam forum ini nantinya ada kesepakatan-kesepakatan yang dibuat dalam bentuk kerja sama lintas sektor. Misalnya ada yang berminat di sektor peternakan maka investor yang punya bidang itu yang teken kontrak kerja sama jangka panjang. Lalu diikuti dengan aksi nyata, bukan sebatas omong-omong saja,”ungkap Rebo. Kamis (14/11) di Kupang.

Menurut Mantan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PM-PTSP) Provinsi NTT ini, pelaksanaan temu bisnis ini disponsori oleh Konjen Cina yang ada di Denpasar Bali. Karena diketahui event Sunda Kecil Ekspo ini melibatkan 3 (tiga) provinsi, yakni Provinsi Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Provinsi NTT. Pentingnya temu bisnis ini adalah para investor membicarakan strategi dan peluang kerja sama untuk jangka panjang.

“Provinsi NTT punya produk-produk unggulan bernilai ekspor. Di sector kelautan dan perikanan, kita punya rumput laut, ikan, garam. Untuk pertanian dan perkebunan kita punya kopi, kako (coklat), kopi, cengkeh, dan fanili. Kita punya ternak sapi, kita punya yang tenun ikat yang selama ini sudah go internasional. Kesemua produk unggulan yang ada ini diharapkan melalui event Sunda Kecil Expo mestinya menjadi tawaran menarik dalam temu bisnis ini. Dan harus ada tindak lanjutnya dengan teken kontrak kerja sama dari investor yang ada,”kata Rebo.

Dia menambahkan, berbicara produk unggulan bernilai ekspor, kita di NTT mengalami hambatan soal jumlah produksi. Selama ini dengan jumlah yang terbatas sehingga belum bisa menyerap permintaan pasar. Untuk itu didalam forum temu bisnis tidak saja membicarakan mengenai peluang namun juga tantangan dan hambatannya.

Hadir 100 UMKM dan 19 Investor Mancanegara

Pada Kesempatan terpisah, Kepala Dinas PM-PTSP Provinsi NTT, Marsianus Jawa, menjelaskan bahwa event akbar Sunda Kecil Expo terdaftar 100 pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang ada di kabupaten/ kota se-Provinsi NTT. Di antaranya ada 28 usaha kuliner, usaha asesoris home industry sebanyak 12 kelompok, 25 pelaku tenun ikat, serta pelaku usaha lainnya.

Sunda Kecil Expo menggunakan area di Lippo Kupang, menggunakan ruang utama, Auditorium dan area parkiran. Pada area auditorium semula terdaftar 30 pelaku usaha tapi hanya 26 pelaku yang sudah siap hadir. Berikut Dinas PM-PTSP ada 7 stand dan yang bukan dinas PM-PTSP ada 4 stand dari kabupaten/kota. Perbankan yakni dari BNI dan bank NTT masing-masing satu stand. Dinas PM-PTSP Magelang (Jawa Timur). Kemudian dari Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Provinsi NTT satu stand dan untuk 3 Provinsi Sunda Kecil satu stand.

“Hal menarik dari event Sunda Kecil Expo ini adalah dilakukannya Forum Investasi atau Temu Bisnis antar investor yang diinisiasi oleh Konjen RRC di Denpasar. Mereka ada 40 orang dari Konjen RRC dengan membawa 19 investor mancanegara. Waktu pelaksanaannya pada Sabtu 16 November 2019 di Aston Hotel Kupang,”kata Nus Jawa.

Sementara dari unsure dinas/badan/instansi lingkup Pemprov NTT yang mendaftar menggelar pameran ini ada 7 OPD (organisasi perangkat daerah). Masing-masing Dinas Parekraf, Dinas Perhubungan, Dinas Pertambangan Energi, dan Sumber Daya Mineral, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Peternakan, dan Dinas Kelautan dan Perikanan.

“Ke-7 OPD ini juga terlibat dalam Forum Temu Bisnis dengan para investor. Kita harapkan ada endingnya atau ada tindaklanjut kerjasama di masing-masing sector ini. Dinas Peternakan misalnya yang memperkenalkan soal industry daging beku dan RPH, pakan ternak, dan breeding farm. Dalam forum temu bisnis ini masing-masing pihak membicarakan model kerjasamanya seperti apa. Jadi ini ada  semacam one on one meeting untuk kerjasama jangka panjang. Ini yang kita harapkan ada tindak lanjutnya. Investor harus  mau teken kontrak kerjasama sector-sektor yang ada,”tuturnya.( Sumber: citra-news.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2019 NTTBANGKIT.

Tentang Kami   |   Tim Redaksi