Ming. Nov 29th, 2020

NTT Bangkit

Media Promosi Pariwisata,Bisnis dan Investasi NTT

19 Pengusaha Kuasai Perdagangan Komoditi di Sikka, Jual ke Surabaya dan Makasar

2 min read

Ilustrasi biji kakao (*)

MAUMERE, NTTBANGKIT .COM,–Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) sejak dahulu telah dikenal sebagai kabupaten penghasil komoditi terbesar di Pulau Flores. Jika Manggarai dan Ngada ¬†terkenal dengan kopi, Flores Timur terkenal dengan mente, maka Sikka terkenal dengan lima jenis komoditi yang menjadi mesin andalan ekonomi rakyat, yaitu kelapa (kopra), kakao, kemiri, asam dan mete.

Jalur perdagangan 5 jenis komoditi andalan tersebut sangat lancar. Kalau dahulu menggunakan kapal-kapal dagang dari kayu, saat ini telah menggunakan kapal-kapal pengangkut komoditi yang jauh lebih modern. Setelah dibeli oleh para pengusaha di Sikka, komoditi kemudian dijual oleh para pengusaha ke dua Provinsi yaitu, Surabaya, Jawa Timur dan Makasar, Sulawesi Selatan.

 Dahulu para pedagang yang menguasai perdagangan komoditi di Sikka masih sedikit, alias bisa dihitung dengan jari. Namun seiring waktu berjalan dan meningkatnya produksi dan harga komoditi di pasaran nasional dan international, pedagang komoditi di Sikka pun bertambah banyak jumlahnya. Ada pedagang besar bermodal besar dan ada pedagang menengah kecil yang bermodal sedang.

Siapa saja para pengusaha atau pedagang komoditi tersebut?  Kepala Dinas Perindustrian dan perdagangan Kabupaten Sikka, Drs. Yosep Benyamin, kepada NTTbangkit.com, bulan Oktober lalu, mengungkapkan ada 19 pedagang komoditi di Sikka. Nama-nama perusahaan tersebut, yaitu: UD. Mitra   UD.Fajar Timur, UD Sakura, UD. Fajar, UD  Mahkota, Istana Mas, Kios Mutiara,Toko Cemerlang, UD. Sarana, CV. Agro Mega, Kios Cinta Putri, Toko Usaha Bersama, Comextra Majora. Selain nama perusahaan, ada juga pembeli lainnya, yaitu Amandus, Phukan, Agustinus Yosman,Mikael Dedy Sancaka,Januarius, dan Yuvensius Manyela.

Para pembeli atau pedagang komoditi tersebut, terang Yosep melalui data yang diberikan kepada media ini, jenis-jenis komoditi yang dibeli terutama dan terbesar adalah kopra, kakao, asam, kemiri dan mente. Pasalnya, kelima jenis komoditi ini adalah komoditi yang paling banyak diproduksi oleh para petani Sikka. Selain, kelima komoditi tersebut,  para pedagang juga membeli beberapa komoditi lainnya, yaitu cengkeh dan fanili. Namun jumlah produksinya tidak sebesar kopra, kakao, mente, kemiri dan asam. (korneliusmoanita/nbc)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2019 NTTBANGKIT.

Tentang Kami   |   Tim Redaksi