Ming. Nov 29th, 2020

NTT Bangkit

Media Promosi Pariwisata,Bisnis dan Investasi NTT

Bantu Masyarakat Perbatasan, Gubernur Viktor: Mereka Adalah Keluarga Kita

3 min read
Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat memberikan bantuan program PKH kepada Bupati TTU Raymundus Sau Fernandes di Desa Haumeniana, Senin (18/11/2019) (image: poskupang.com)

TTU, NTTBANGKIT.com – Dalam rangka meningkatkan pembangun di wilayah perbatasan Nusa Tenggara Timur (NTT), Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat, SH, MH, melakukan kunjungan kerja ke wilayah perbatasan Indonesia- Timor Leste tepatnya di Desa Haumeniana, Kecamatan Bikomi Nilulat-TTU, Senin (18/11/2019).

Dilansir dari hasil pantauan poskupang.com, Gubernur Viktor berdialog dengan sekitar 5.000 warga perbatasan, mengusung tema “Membangun Indonesia Mini dari Perbatasan Nusa Tenggara Timur menuju NTT Bangkit NTT Sejahtera.”

Acara tersebut dihadiri oleh Ketua DPRD TTU, Dansatgas Pamtas Sektor Barat RI RDTL, Wakil Bupati TTS, Sekda Belu, pimpinan BUMN tingkat provinsi, unsur Forkopimda NTT, Asisten bersama pimpinan OPD TTU, dan masyarakat TTU di perbatasan.

Hadir pula Danrem 161/Wira Sakti, Brigjen TNI Syaiful Rahman S.Sos; Wakapolda NTT, Brigjen (Pol) Drs. Johanis Asadoma SIK, M.Hum; Kabinda NTT, Brigjen TNI Adrianus SA Nugroho; Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes S.Pt, mendampingi Gubernur Laiskodat.

Sebelum memberikan sambutan dan dialog bersama warga, Gubernur Laiskodat memberikan beberapa bantuan secara simbolis kepada masyarakat perbatasan, berupa uang pembangunan untuk lima gereja di perbatasan masing masing sebesar Rp 50 juta.

Selain itu,  Gubernur juga memberikan bantuan literasi berupa buku-buku bacaan untuk SDN Nunpo dan SMP Negeri Letenoek. 

Adapun buku-buku bacaan lainnya diberikan oleh Bunda Baca Provinsi NTT, Julie Laiskodat yang adalah isteri Gubernur Laiskodat, kepada masyarakat Desa Haumeniana. 

Untuk program pengembang agrikultur dan penuntasan gizi buruk, pihak Gubernur menyerahkan secara simbolis bantuan 1.250 anakan kelor, lamtoro terambat, benih jagung hibrida, benih kacang hijau dari Gubernur NTT kepada Camat Bikomi Nilulat, Kelompok Tani Tunas Baru dan Kelompok Tani Ekoni Famili di Desa Haumeniana.

Selain itu, Gubernur NTT juga menyerahkan bantuan secara simbolis berupa bantuan sosial program PKH tahun 2020 kepada Bupati TTU Raymundus senilai Rp 72.290.200.000, penyerahan bantuan pangan non tunai lewat Bank BRI bagi keluarga penerima manfaat di Kecamatan Bikomi Nilulat.

Gubernur juga memberikan bantuan program sosial dari Bank Indonesia berupa pembuatan pojok baca kepada SDK Nilulat dan SMP Satap Nunpo Haumeniana, bantuan CSR tahap II dan program OMOH dari PLN wilayah NTT berupa listrik gratis kepada 50 keluarga di empat desa perbatasan dan bantuan CSR Bank NTT untuk membangun rumah tidak layak huni bagi 11 kepala keluarga di Desa Haumeniana.

Setelah memberikan bantuan, Gubernur Viktor memberikan sambutan. Orang nomor satu di NTT itu mengatakan, pemerintah baik provinsi maupun pusat berkomitmen untuk mempercepat pembangunan di kawasan perbatasan.

Gubernur Viktor meminta agar pemerintah kabupaten harus fokus terhadap satu program pembangunan yang diprioritaskan. Tidak bisa pemerintah membangun semuanya sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Kita harus fokus. Jangan jalan tidak jadi, air tidak jadi, listrik tidak jadi, tanaman tidak jadi, semuanya tidak jadi karena semua pikir kecil-kecil, akhirnya semua tidak jadi,” ujarnya sebagaimana dilansir dari poskupang.com.

Kepada media, Gubernur Laiskodat mengakui bahwa kondisi kawasan perbatasan di Provinsi NTT masih tergolong daerah tertinggal dan terbelakang sehingga perlu adanya percepatan pembangunan serta penanganan yang terkoordinir. Untuk itu harus ada sinergitas antar berbagai sektor maupun antar tingkat pemerintah karena kawasan perbatasan merupakan beranda terdepan NKRI.

“Karena itu merupakan berkat, khususnya buat Timor Barat. Jadi, kalau ada yang bilang nanti harus masuk lagi ke NTT, maka yang menolak pertama adalah NTT. Jangan biar kami yang berbatasan negara saja, tapi bahasanya sama dan itu berkat namanya,” tutur Laiskodat dilansir dari poskupang.com

Seusai memberikan sambutan serta berdialog dengan warga di perbatasan, Gubernur Laiskodat bersama dengan unsur forkopimda menyaksikan penyalaan listrik di rumah salah seorang warga di desa setempat, Moses Muki. Listrik tersebut merupakan bantuan dari PT PLN wilayah NTT menindaklanjuti Program One Man One Home.

Gubernur juga meminta semua pihak untuk mendedikasikan kemampuan terbaiknya guna membangun segala sektor penunjang dan penopang kehidupan masyarakat NTT, sehingga nantinya NTT dapat dikenal baik di tingkat nasional maupun internasional sebagai provinsi yang memiliki kualitas hidup yang baik. 

Dilansir dari poskupang.com, rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan peletakan batu pertama di rumah Yohanes Ninu Asuat oleh Direktur Utama Bank NTT, Izhak Eduard Rihi. 

Selain itu,  Bank NTT juga memberikan bantuan melalui program CSR yang ditujukan untuk membangun rumah tidak layak huni bagi masyarakat perbatasan. (*)

Penulis: Emild Kadju 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2019 NTTBANGKIT.

Tentang Kami   |   Tim Redaksi