Sab. Jan 16th, 2021

NTT Bangkit

Media Promosi Pariwisata,Bisnis dan Investasi NTT

Setelah Nagekeo, Festival Literasi Kedua NTT Digelar di Ende

3 min read

Festival Literasi perdana Kabupaten Ende yang dilaksanakan di Lapangan Pancasila Ende (Image: Ist.)

ENDE, NTTBANGKIT.com –  Setelah beberapa waktu lalu Kabupaten Nagekeo menggelar Kegiatan Literasi perdana di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), kini giliran Kabupaten Ende Provinsi NTT menggelar Festival Literasi Ende 2019  di Lapangan Pancasila yang merupakan salah satu ikon kota tersebut.

Festival tersebut merupakan festival literasi pertama yang digelar di kota pancasila tersebut dan merupakan yang kedua setelah Kabupaten Nagekeo.

Adapun festival yang digelar oleh Taman Bacaan Pelangi (TB Pelangi) tersebut diikuti oleh lebih dari seribu anak di Ende.

Selain ribuan anak, acara yang digelar dalam rangka merayakan ulang tahun TB Pelangi ke-10 tersebut diikuti oleh ribuan guru, orangtua murid, dan semua komunitas literasi dari semua daerah di NTT.

Pendiri Taman Bacaan Pelangi, Nila Tanzil mengatakan bahwa kegiatan  festival ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Taman Bacaan Pelangi karena bisa dihadiri oleh ribuan orang dari anak-anak maupun dewasa.

“Festival Literasi Ende 2019 ini diadakan dalam rangka merayakan ulang tahun Taman Bacaan Pelangi ke-10. Kami merasa bangga dan terharu dapat mengadakan acara ini. Tidak terasa sudah sepuluh tahun TB Pelangi menyapa anak-anak di Indonesia Timur melalui 128 perpustakaan ramah anak yang telah kami dirikan,” tutur Nila dilansir dari kumparan.com.

Taman Baca Pelangi yang telah mendirikan 128 perpustakaan di hampir seluruh wilayah Kabupaten Ende, kata Nila telah memberikan manfaat bagi lebih dari 30.000 anak di provinsi berbasis kepulauan tersebut.

“Kini ada lebih dari 30.000 anak yang telah merasakan manfaat dari program literasi kami. Semuanya ini tentunya berkat kerjasama dan dukungan dari berbagai pihak, mulai dari para donor, partner, media massa, sekolah mitra, serta seluruh lapisan masyarakat. Tanpa adanya bantuan dari berbagai pihak, tidak mungkin TB Pelangi dapat berkembang pesat seperti sekarang ini”, ungkap Nila dilansir dari kumparan.com.

Mewakili TB. Pelangi, Nila juga berterimakasih kepada Forum Giat Literasi Ende sebagai rekan kerjasama yang telah mendukung festival tersebut.

“Apresiasi setinggi-tingginya saya berikan kepada teman-teman dari Forum Giat Literasi yang bekerjasama dengan kami untuk merealisasikan acara festival ini. Kerjasama ini mencerminkan bentuk kepedulian yang sama terhadap pentingnya menumbuhkan kebiasaan membaca bagi anak-anak di Ende. Selain itu, TB Pelangi juga berterima kasih kepada para sponsor dan donatur yang mendukung acara ini”, tutur Nila dilansir dari kumparan.com.

Adapun festival ini dimeriahkan dengan berbagai acara seperti lomba menggambar, lomba mewarnai, lomba membaca puisi, lomba bercerita dengan Bahasa Indonesia, serta lomba bercerita dengan Bahasa Daerah. 

Dilansir dari kumparan.com, festival literasi tersebut juga diwarnai oleh pawai kebangsaan yang diikuti oleh lebih dari 50 Sekolah Dasar di Ende, dimana anak-anak mengenakan pakaian adat khas Flores serta kostum yang mencerminkan berbagai profesi.

Sementara itu, Plt.Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ende, Kornelis Wara sangat mengapresiasi upaya peningkatan semangat literasi oleh TB. Pelangi. Pemkab Ende juga berterima kasih karena telah banyak Taman Bacaan yang didirikan oleh TB.Pelangi di Ende.

“Atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Ende, kami mengucapkan selamat ulang tahun ke-10. Kami sangat mengapresiasi upaya Taman Bacaan Pelangi dalam meningkatkan kualitas literasi anak-anak di Ende. Terima kasih telah membangun banyak perpustakaan ramah anak di sekolah-sekolah dasar di kabupaten Ende serta mengadakan festival literasi yang pertama di kota kami,” ungkap Kornelis Wara dilansir dari kumparan.com.

Acara Festival Literasi 2019 ditutup oleh Malam Seni yang dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan & Kebudayaan Ende, Kepala Dinas Perpustakaan, Wakil Bupati Nagekeo, dan para pejabat pemerintah daerah Kabupaten Ende lainnya, para perangkat desa, guru, orangtua murid, dan masyarakat dari berbagai daerah di Flores, NTT. (*)

Sumber: kumparan.com

Editor: Emild Kadju

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2021 NTTBANGKIT.

Tentang Kami   |   Tim Redaksi