Kam. Jan 28th, 2021

NTT Bangkit

Media Promosi Pariwisata,Bisnis dan Investasi NTT

Ketua DPP Flobamora Palangkaraya Minta Setiap Warga NTT Yang Datang ke Kalteng Wajib Milki KTP

3 min read

Gregorius Doni Senu, S.Pd (berbaju biru) saat acara tatap muka dengan Pemerintah Provinsi NTT di Gedung Tjilik Riwut, Gereja Katefral St. Maria, Kota Palangkaraya, Minggu (8/11/2019).

PALANGKARAYA, NTTBANGKIT.COM,- Demi mencegah munculnya berbagai permasalah yang merugikan warga NTT dan Pemerintah NTT, maka setiap warga NTT yang akan berangkat untuk mencari kerja di Kota Palangkaraya, Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) diminta membawa identitas lengkap.

“Saya minta semua warga NTT yang akan datang mencari kerja atau mau tinggal di Palangkaraya harus membawa KTP dan identitas lainnya lengkap. Hal ini saya sampaikan karena sudah begitu banyak warga NTT yang datang ke sini tidak ada KTP. Hal ini berakibat fatal bagi warga ketika mencari kerja, mendapat masalah hukum, dan atau meninggal dunia sangat sulit mendapatkan perhatian baik dari pemerintah maupun pihak perusahaan,” pinta Ketua DPP Paguyuban Flobamora Palangkaraya, Gregorius  dalam acara tatap muka dengan Pemerintah Provinsi NTT di Gedung Tjilik Riwut  Gereja Katedral St. Maria, Kota Palangkaraya, Minggu (8/12/2019).

Diungkapkan Gregorius yang sudah puluhan tahun menetap di Palangkaraya ini, masalah utama dan terbesar yang dialami para pekerja NTT di Kalteng adalah tidak adanya KTP. Tidak adanya KTP sebagai identitas resmi sesuai aturan undang-undang, membuat begitu banyak warga NTT mengalami kesulitan dalam bekerja, dan akhirnya harus terpaksa meminjam KTP orang lain untuk mendapatkan kerja di berbagai kebun kelapa sawit.

 “Ada si Markus pinjam KTP si Petrus, tiba-tiba si Markus meninggal dunia terjadi masalah muncul karena yang meninggal  tidak ada dalam data BPJS yang ada adalah si Petrus. Ini jadi masalah bersama kita selama ini,” tandas pria yang biasa disapa Goris ini.

Dia berharap, Pemerintah NTT lebih ketat dan tegas lagi kepada semua warga yang akan pergi bekerja diluar daerah, secara khusus di Kalteng. Pasalnya, sudah berulangkali ia membantu mengurusi warga NTT yang bekerja di Palangkaraya.

“Saya berharap ada kerja sama antara pemerintah NTT dan Paguyuban Flobamora Palangkaraya agar masalah-masalah yang berkaitan dengan para pekerja ilegal bisa teratasi secara perlahan. Salah satu cara yaitu pemerintah harus cepat menerbitkan KTP bagi setiap warga NTT yang belum ber-KTP dan akan ke luar daerah. Cetak atau rekam KTP itu tidak susah. Oleh karena itu kita minta setiap kepala daerah di NTT bekerjasama dengan pihak gereja Katolik maupun Kristen dan Muslim mengajak atau menghimbau umat mengurus KTP karena KTP sangat penting,” tegasnya.

Menurut  Goris,  selain tidak memiliki KTP, ada begitu banyak pasangan suami-istrri dari NTT datang ke Kalteng  dengan tidak memiliki surat nikah dari gereja karena memang mereka belum menikah. Kasus ini banyak ditemukan di berbagai perkebunan, dimana menyulitkan dalam pelayanan pihak perusahaan maupun gereja..

 Dia juga mengajak setiap warga NTT yang ke Palangkaraya harus berusaha bergabung dengan berbagai ikatan keluarga NTT sesuai kabupaten asalnya masing-masing atau bergabung dengan Paguyuban Keluarga Flobamora Palangkaraya.

“Hal ini agar kami sebagai pengurus  paguyuban bisa mengetahui atau juga mendata warga baru yang datang. Dengan demikian ketika terjadi masalah baik masalah hukum maupun kecelakaan kerja dan meninggal dunia maka kami dapat mengurusinya dengan baik,” ujarnya sembari mengaku bahwa masih begitu banyak warga NTT yang datang ke Palangkaraya masih banyak yang enggan bergabung dengan keluarga besar Flobamora.

Diberitakan sebelumnya, Pempov NTT  memberikan perhatian penuh kepada seluruh warga NTT diaspora di berbagai provinsi di Indonesia. Melalui Kepala Kantor Badan Penghubung NTT, Viktorius  Manek dan jajarannya,  Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, SH dan Drs. Josep A. Nae Soi, MM, terus mengajak warga NTT diaspora mendukung penuh pembangunan di NTT,  dan juga pembangunan di daerah yang menjadi tempat bekerja setiap warga NTT.

Setelah menggelar dialog dengan diaspora NTT di Jabodetabek, Bandung, Batam,  Yogyakarta dan Pontianak beberapa waktu lalu, pada Minggu (8/12/2019) hari ini, Pemprov NTT berkunjung ke Kota Palangkaraya, Provinsi Kalimantan Tengah untuk berdialog dengan Paguyuban Keluarga Flobamora yang sudah sangat lama merindukan perhatian pemerintah.

Dalam  dialog yang digelar di Gedung Serba Guna Tjilik Riwut, Gereja Katedral. St. Maria  Kota Palangkaraya, Kepala Sub Bagian  Tata Usaha Kantor Badan Penghubung NTT, Natalia Eni Pudjiastuti, SAP memaparkan berbagai program stratategis yang tengah dilakukan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT saat ini kepada para sesepuh, tokoh NTT, pemuda dan pemudi NTT, mahasiswa dan pelajar serta ratusan warga yang hadir.(korneliusmoanita/NBC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2021 NTTBANGKIT.

Tentang Kami   |   Tim Redaksi