Kam. Jan 21st, 2021

NTT Bangkit

Media Promosi Pariwisata,Bisnis dan Investasi NTT

Kirim Pulang Jenasah, Satu Tugas Mulia Paguyuban Flobamora Palangkaraya

2 min read

?

PALANGKARAYA, NTTBANGKIT.COM,-Dalam kunjungan ke Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, para pejabat Badan Penghubung NTT-Jakarta berkesempatan melayat salah satu pekerja  dari Manggarai, Flores, yang meninggal dunia karena sakit. Buruh perkebunan Kelapa Sawit itu meninggal di rumah sakit Palangkaraya setelah dirawat satu minggu.

Ketua tim kunjungan, Natalia Eni Pudjiastuti didampingi Isak Petrus dan rekan-rekannya  yang menginap di Hotel Amaris, bergerak menuju aula Gereja Katedral St. Maria  tempat jenasah Fabianus (55) disemayamkan. Tepatnya, Sabtu (7/12/2019) malam, tim perwakilan Pemerintah Provinsi NTT itu bertemu dengan keluarga yang berduka, istri dan kerabat Fabianus yang telah lama bekerja dan menetap di Kota Palangkaraya.

Selain kerabat, ada pula Ketua DPP Paguyuban Keluarga Flobamora Palangkaraya, Gregorius  dan puluhan warga menyambut kedatangan tim dari Kantor Badan Penghubung NTT pimpinan Viktor Manek tersebut.  Mereka kemudian merundukan kepala dan berdoa dan memberikan keteguhan iman bagi istri almarhum yang terisak tangis di samping  peti jenasah sang suami Fabianus.

Kepala tim, Gregorius menjelaskan bahwa Fabianus adalah seorang buruh asal Manggarai yang datang ke Palangkaraya dan telah lama bekerja di perkebunan sawit milik PT. Windu. Fabianus  telah lama jatuh sakit dan ia dirawat di rumah sakit hingga menutup mata untuk selamanya. Dia pergi meninggalkan seorang istri dan dua orang anaknya.

“Ya kami lagi siap untuk kirim pulang jenasah almarhum besok pagi (Minggu 8 Desember 2019) ke Flores melalui Surabaya-Bali dan Labuan Bajo dengan pesawat Lion Air. Menurut rencana dia akan dimakamkan di kampung halamannya,” terang Gregorius.

Dia mengaku, salah satu tugas Pagyuban Keluarga Flobamora adalah mengurusi orang NTT meninggal dunia di Palangkaraya. Ada yang meninggal karena sakit dan ada yang meninggal karena kecelakaan kerja, semuanya diurus dengan baik, termasuk membangun komunikasi dengan pihak perusahaan tempat bekerja  untuk membereskan dokumen dan santunan yang sesuai dengan hak-hak para buruh.

“Beberapa pekan terakhir ini, ada tiga orang meninggal dunia. Dia (Fabianus) orang ketiga yang kami kirim pulang jenasahnya. Syukur kalau ada perhatian dari pihak perusahaan, jika tidak maka kami bersama mengumpulkan duit bersama keluaga duka untuk mengurus biaya pesawatnya. Inilah tugas mulia nan suci yang kami lakukan sebagai sesama orang NTT. Jadi bukan hanya di saat suka sana tapi juga di saat duka,” terangnya kepada NTTbangkit.com di sebuah aula di belakang Gereja Katedral St. Maria. (korneliusmoanita/NBC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2021 NTTBANGKIT.

Tentang Kami   |   Tim Redaksi