Ming. Feb 28th, 2021

NTT Bangkit

Media Promosi Pariwisata,Bisnis dan Investasi NTT

5 views

Wagub NTT: Kami terus bekerja keras membangun NTT!

3 min read

Wakil Gubernur NTT, Drs. Josef A. Nae Soi, MM, ketika mengadakan pertemuan dengan warga NTT DIaspora dan para pengusaha NTT di Yogyakarta, beberapa bulan lalu. (Foto:NBC)

JAKARTA, NTTBANGKIT.COM,-Menjelang bulan Desember 2019, sejumlah tokoh menilai Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat SH, dan Drs. Josep A. Nae Soi, MM telah gagal. Terhadap penilaian itu, Wakil Gubernur NTT, Josep Nae Soi, menanggapi secara positif sebagai hal yang lumrah di era demokrasi saat ini.

“Ya, kami baru mulai bekerja. Masa baru mulai kerja dinilai gagal” ujar Nae Soi dengan nada tanya, saat ditemui NTTBangkit.com, belum lama ini di Jakarta.

Meski merasa miris adanya penilaian tersebut, menurut Mantan Anggota DPRD-RI dari Partai Golkar ini, penilaian itu adalah hak setiap warga di era demokrasi saat ini.

“Penilaian gagal itu, terlalu dini. Namun, bagi kami itu adalah kritik yang wajar.Bagi kami adalah hal yang positif untuk terus bekerja keras membangun NTT 4 tahun ke depan,” kata Nae Soi santun.

“Kalau nanti lima tahun kami terbukti gagal ya mudah-mudahan ke depan yang lainnya bisa lebih baik dan berhasil. Namun, kami masih punya waktu 4 tahun untuk membuktikan bahwa kami berhasil,” tandasnya.

Untuk diketahui, setelah dilantik beberapa waktu lalu, Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, Viktor Laiskodat dan Josef Nae Soi langsung mulai bekerja keras membangun NTT. Keduanya mulai membangun birokrasi yang profesional dan transparan, melakukan efisiensi anggaran dengan memangkas biaya perjalanan dinas pejabat, membuka pintu seluas-luasnya bagi para investor dengan menjamin pelayanan birokrat tanpa fee, dan mewajibkan seluruh aparatur birokrasi harus disiplin dalam bekerja untuk melayani rakyat tanpa pandang bulu.

Gebarakan keras lainnya, yaitu melakukan moratorium tenaga kerja untuk membatasi tenaga kerja ilegal dari NTT ke luar negeri. Wakil Gubernur NTT, beberapa waktu lalu pergi ke Malaysia menemui para pekerja migran asal NTT dan bertemu dengan pengusaha-pengusaha TKI untuk membangun hubungan kerja sama dengan pihak-pihak penyalur TKI, agar TKI NTT tidak terus menjadi korban penjualan manusia.

Pemerintah juga telah melakukan moratorium pertambangan di NTT demi menyelamatkan manusia dan sumber daya lingkungan hutan NTT, membangun loby-loby dengan pemerintah pusat dan pihak swasta terkait percepatan pembangunan infrastruktur NTT di bidang jalan, listrik dan air minum (Jala) serta perumahan rakyat.

Saat ini, pemerintah tengah bekerja keras membangun dan menjadikan sektor pariwisata sebagai sektor unggulan. Gubernur dan Wakil Gubernur NTT terus meningkatkan promosi di dalam negeri maupun luar negeri, menyiapkan sarana prasarana pariwisata, membangun home stay-home stay, mendorong pelaksanaan festifal yang rutin setiap tahun, demi meningkatkan kunjungan wisawatan sebesar 50 ribu orang di tahun 2020 dengan melakukan terobosan baru menjual tiket (member card) kepada para wisatawan ke Labuan Bajo, Manggarai Barat.

Sebelumnya, Gubernur Viktor Laiskodat, kepada NTTBangkit.Com, di Bandara Soekarno Hatta, beberapa waktu lalu, mengatakan tetap optimis dengan apa yang tengah dilakukan untuk menuju NTTBangkit NTT Sejahtera. Menurutnya, masa depan NTT ke depan akan lebih baik karena ia sedang melakukan gebrakan-gebrakan melalui jurus-jurus jitu agar setiap tahun NTT mendapatkan porsi anggaran yang besar, baik melalui APBN, CSR, dan lain-lain.

Sementara dibidang ekonomi, pemerintah meluncurkan minuman Sophia (minuman tradisional NTT), mengembangkan dan mengolah Kelor sebagai pasokan kebutuhan pangan dan obat-obatan, menjual rumput laut ke Argentina, dan meningkatkan produksi tenun ikat NTT dengan menggelar promosi dan pertunjukan fashion show baik di dalam negeri maupun luar negeri.

“Saat ini banyak orang tidak mengerti. Tetapi masa depan NTT akan jauh lebih baik karena pendapatan akan sangat besar dari pariwisata di Pulau Komodo bagi NTT setiap tahun. Untuk itu, kita akan meluncurkan Card Member bagi wisatawan ke Pulau Komodo. Selain itu, dari Blok Marsela juga kita akan mendapatkan kurang lebih 100 miliar setiap tahun,” tandas Viktor.(korneliusmoanita/nbc)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2021 NTTBANGKIT.

Tentang Kami   |   Tim Redaksi