Sab. Jan 16th, 2021

NTT Bangkit

Media Promosi Pariwisata,Bisnis dan Investasi NTT

Gencarkan Promosi, Badan Penghubung NTT Siapkan Rp25 Juta per Kabupaten untuk Festival Budaya Tahun 2020

2 min read

Kepala Badan Penghubung NTT Jakarta, Drs. Viktor Manek, M.Si dan Ketua IKBS,MIkhael Umbu Zasa. ketika memberikan sambutan dan membuka Festival Seni Budaya Adat Sumba di Anjungan NTT, TMII, Jakarta Timur, Minggu (15/12/2019).

JAKARTA, NTTBANGKIT.COM,-Dalam rangka mempromosikan seni budaya NTT, Badan Penghubung NTT Jakarta telah bergerak cepat sejak beberapa bulan lalu dengan menggelar berbagai iven seni budaya NTT di Anjungan NTT, Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

Beberapa kegiatan yang telah dilakukan antara, lain, menggelar dialog para tokoh Manggarai Jakarta mengenai pembangunan pariwisat di Pulau Komodo. Dalam kegiatan ini, Badan Panghubung NTT bekerjasama dengan Badan Otoritas Pariwisata (BOP) Labuan Bajo, Kementerian Pariwisata RI.

Selain dialog tentang Pulau Komodo, Badan Penghubung juga memfasilitasi pegelaran festifal Tari Caci yang sangat meriah yang melibatkan seluruh warga Manggarai Jabodetabek.  Festival Tari Caci ini, dihadiri para tokoh NTT, seperti Gories Mere dan Johnny G. Plate, serta Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Dalam rangka menyambut HUT NTT ke-61, Badan Penghubung NTT dibawa pimpinan Kaban Drs. Viktor Manek,M.Si juga kembali menggelar festival seni budaya. Pekan lalu, Minggu (8/12/2019) diselenggarakan Festival Tinju Adat Bajawa yang dipersembahkan oleh putra-putra dari Ikatan Keluarga Ngada Jakarta.   Dalam pekan ini, tepattnya, Minggu (15/12/2019), digelar Festival Seni Budaya Sumba, yang dilaksanakan oleh Ikatan Keluarga Besar Sumba (IKBS), dari 4 kabupaten di Sumba yang ada di Jakarta.

Kepala Badan Penghubung NTT, Drs. Viktor Manek, M.Si, dalam sambutannya ketika membuka beberapa iven seni budaya tersebut, mengatakan, untuk mempromosikan seni budaya NTT, maka Pemerintah NTT akan terus menggelar berbagai kegiatan seni budaya. Melalui iven festival-festival yang digelar diharapkan dapat menarik perhatian publik dan para wisatawan domestik maupun mancanegara untuk menyaksikannya.

“Festival –festival harus kita gelar secara rutin dan terjadwal secara baik. Dengan iven-iven budaya yang dipersembahkan oleh warga NTT di Jakarta, kita berharap dapat menarik perhatian orang datang menyaksikannya sehingga mereka mengenal seni budaya kita. Minimal, sebelum mereka pergi ke NTT untuk mengunjungi daerah kita, mereka sudah memiliki pengetahuan atau gambaran awal  tentang seni budaya kita,” kata Kaban Viktor Manek.

Ditegaskan pria kelahiran Tana Malaka ini,  pada tahun 2019 ini merupakan awal dari gerakan promosi  seni budaya NTT melalui berbagai iven festival yang digelar Badan Penghubung NTT bersama IKB-IKB di Jakarta. Dia memastikan pada tahun depan, Pemprov NTT melalui Badan Penghubung NTT akan menyiapkan anggaran khusus bagi setiap kabupaten (IKB) untuk menggelar festival di TMII selama 2 Minggu berturut-turut.

“Tahun ini kita baru mulai, jadi masih banyak kekurangan. Namun, tahun depan kita akan siapkan anggaran sebesar Rp25 juta per kabupaten atau per IKB untuk menggelar festival seni budaya secara besar-besaran di tempat ini. Anggaran ini bersumber dari APBD NTT 2020. Dan akan digelar pada bulan Desember 2020 nanti,” tegas Viktor Manek.   

“Waktu selama dua minggu itu silakan dimanfaatkan semaksimalnya untuk mempromosikan seni budaya, adat istiadat, upacara adat, kuliner, tenun ikat,  seni musik dan tari dan lain-lain. Dan silakan dinarasikan secara baik sehingga orang mengenal seni budaya kita,” imbuh Viktor Manek semangat. (Korneliusmoanita/NBC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2021 NTTBANGKIT.

Tentang Kami   |   Tim Redaksi