Ming. Mei 9th, 2021

NTT Bangkit

Media Promosi Pariwisata,Bisnis dan Investasi NTT

Wagub Nae Soi: Pemimpin Harus Menjadi Sahabat Untuk Semua

3 min read
Wagub Nae Soi, Uskup Agung Kupang, Ketua Sinode, pastor, pendeta, dan dewan Sinode dalam Ibadah Natal Ekumene bersama Pemerintah Provinsi NTT di Gereja Santo Yoseph Pekerja Penfui, Jumat (3/1/2020) (Image: Humas dan Protokol NTT)

“Wakil Gubernur (Wagub) NTT, Josef Nae soi, dalam sambutannya usai ibadah Natal Ekumene bersama Pemerintah Provinsi NTT di Gereja Santo Yoseph Pekerja Penfui, Jumat (3/1/2020), mengatakan bahwa seorang pemimpin harus menjadi sesama dan sahabat bagi semua orang tanpa membedakan suku, agama, ras, dan golongan.”

KUPANG, NTTBANGKIT.com – Wakil Gubernur (Wagub) NTT, Drs. Josef A. Nae Soi, MM mengungkapkan bahwa menjadi pemimpin berarti menjadi sahabat bagi semua orang. Tanpa membedakan suku, asal usul, agama dan perbedaan sosial lainnya.

“Menjadi sahabat bagi semua orang bagi seorang pemimpin memang bukanlah hal yang mudah. Bagaiman kami menerjemahkannya dalam pelayanan pemerintahan. Tugas seorang pemimpin untuk menjadikan rakyat sebagai sahabat adalah pekerjaan yang susah-susah gampang. Kita berbuat baik juga, pasti tetap akan ada celaan, apalagi kalau tidak berbuat apa-apa. Tapi kami melihat semuanya itu sebagai sebuah motivasi untuk bekerja lebih baik dalam menggapai NTT Sejahtera,”kata Wagub Nae Soi saat menyampaikan pesan Natal pada Perayaaan Natal Ekumene Keuskupan Agung Kupang, Gereja Masehi Injili Timor (GMIT), dan Denominasi Kristen Lainnya bersama Pemerintah Provinsi NTT di Gereja Santo Yoseph Pekerja Penfui, Jumat (3/1/2020).

Mengambil tema Natal yang diputuskan bersama oleh Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) dan Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) yakni Menjadi Sahabat Bagi Semua Orang, perayaan Natal Ekumene tersebut dipimpin bersama oleh Pdt. Johny E. Riwu Tadu, S.Th, M.Sn dan Romo Simon Tamelab.Dengan pengkotbah adalah Ketua Majelis Sinode GMIT, Pdt. Dr. Mery L.Y. Kolimon dan Suara Gembala oleh Yang Mulia Uskup Agung Kupang, Mgr. Petrus Turang.

Menurut Politisi Golkar tersebut, momentum natal ekumene adalah kesempatan untuk merekatkan persatuan demi kemajuan NTT. Tidak lagi membeda-bedakan, orang ini dari suku ini dan gereja itu. Kita harus bersatu untuk membangun daerah ini.

“Mari kita sama-sama membangun NTT. Saya dan pa Viktor sudah berkomitmen dalam menempatkan pejabat, tidak lagi membeda-bedakan dari gereja dan daerah mana. Yang utama punya kompetensi, silahkan menempati jabatan. Tidak boleh lagi kita membeda-bedakan, kamu dari gereja ini, kami dari gereja itu. Kita adalah satu dalam Kristus,” jelas Nae Soi.

Lebih lanjut pria asal Ngada tersebut mengungkapkan Pemerintah Provinsi NTT tetap menjadikan Pariwisata sebagai Prime Mover Ekonomi NTT di tahun 2020.Dengan tetap mengedepankan pendekatan 5A yakni Atraksi, Akomodasi, Aksesibilitas, Amenitas dan Awareness.


“Tahun 2020 ini kita akan menyelesaikan pengerjaan semua jalan Provinsi yang masih rusak sepanjang 1.000-an kilometer. Pemerintah Provinsi juga akan terus mendorong agar masyarakat mengembangkan tenun ikat yang merupakan warisan kekayaan intelektual yang luar biasa. Juga mengupayakan agar kebutuhan maka- minum bagi hotel-hotel dan home stay berasal dari NTT,” jelas Wagub Nae Soi.

Sementara itu, Mgr. Petrus Turang dalam suara gembalanya menegaskan, dalam situasi Indonesia yang masih dililit politik identitas, persoalan ekologi, kesenjangan ekonomi, diskriminasi, korupsi dan persolan perdagangan orang, kita harus terus memperjuang persahabatan dan persaudaraan bagi semua orang tanpa kecuali. Menghadirkan peradaban kasih dengan kepercayaan timbal balik.


“Saya berharap pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota se-NTT dapat merancang program pembangunan yang lebih bersahabat dengan masyarakat di desa-desa. Punya jangkauan yang luas serta mampu memperkenalkan masyarakat desa dengan proses modernisasi yang dapat mensejahterakan mereka di tahun 2020 ini,” tegas Uskup Agung Kupang tersebut.

Wagub Nae Soi, Uskup Agung Kupang, Ketua Sinode, pastor, pendeta, dan dewan Sinode dalam Ibadah Natal Ekumene bersama Pemerintah Provinsi NTT di Gereja Santo Yoseph Pekerja Penfui, Jumat (3/1/2020) (Image: Humas dan Protokol NTT)

Ketua Majelis Sinode GMIT, Pdt. Dr. Mery L. Kolimon dalam refleksi natalnya menggugah seluruh umat Kristen untuk menjadi sahabat bagi semua orang termasuk bagi mereka yang melakukan kejahatan dan mereka yang berseberangan secara politik. Menjadi sahabat tanpa sekat perbedaaan apapun.

“Ini memang bukan suatu hal yang mudah. Namun dengan spiritualitas kasih tanpa pamrih atau agape, kita dapat berbagi dengan sesama. Mari kita bangun NTT dan Indonesia dengan semangat agape. Kita jaga relasi persahabatan dan persaudaraan antar antargereja, antarsuku dan anta agama serta dengan alam semesta dengan kasih agape. Karena semangat ini akan membuka ruang perjumpaan yang tulus untuk merawat Indonesia tetap lestari,” jelas Mery Kolimon.

Setelah acara Ibadah Natal Ekumene, dilakukan penanaman pohon kurma oleh Wakil Gubernur, Uskup Agung Kupang dan Ketua Sinode.

Wagub Nae Soi menanam anakan pohon kurma usai perayaan natal Ekumene (Image: Humas dan Protokol NTT)

Tampak hadir pada kesempatan tersebut unsur Forkompinda Provinsi NTT, anggota DPRD NTT, para imam, pendeta, biarawan/ti, pimpinan perangkat daerah dan ASN Lingkup Pemerintah Provinsi NTT, umat, insan pers dan undangan lainnya. (Siaran Pers Biro Humas dan Protokol Pemprov NTT)

Editor: Emild Kadju

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2021 NTTBANGKIT.

Tentang Kami   |   Tim Redaksi