Sab. Jan 16th, 2021

NTT Bangkit

Media Promosi Pariwisata,Bisnis dan Investasi NTT

Viktor Manek Ajak Semua Warga NTT Diaspora Terus Majukan Kebudayaan NTT

3 min read

Kepala Badan Penghubung NTT, Drs. Viktor Manek, M.Si mengenakan busana adat Timor (Malaka) saat memberikan sambutan dalam acara HUT NTT ke-61 di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta Timur. (Foto: bungkornell)

Pagelaran tenun ikat NTT oleh generasi muda milenial NTT dalam acara HUT NTT ke -61 di Anjungan NTT, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta Timur pekan lalu.

JAKARTA, NTTBANGKIT.COM,-Kepala Badan Penghubung NTT, Drs. Viktor Manek, M.Si mengajak seluruh warga NTT diapora terus menanamkan dan menumbuhkembangkan kebudayaan NTT di seluruh penjuru Indonesia. Hal itu, selain untuk mempertahankan dan melestarikan kebudayaan orang NTT juga untuk mempromosikan kebudayaan NTT sebagai basis utama pembangunan sektor pariwisata.

“Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, Viktor Bung Tilu Laiskodat,SH  dan Drs. Josef A. Nae Soi, MM telah menjadikan pariwisata sebagai program utama dalam membangun Provinsi NTT. Kunci dari pembangunan pariwisata maju adalah kebudayaan sebagai basis utama identitas dan ciri khas. Oleh karena itu, saya mengajak semua orang NTT diaspora di semua IKB di seluruh Indonesia untuk terus mempertahankan dan melestarikan kebudayaan asli dari masing-masing daerah melalui berbagai iven di daerah masing-masing,” ajak Kaban Viktor Manek yang disampaikan kepada NTTBangkit.com, Senin (6/1/2019) di Jakarta.

Dikatakan Kaban Manek,  kemajuan pariwisata di Bali  bukan karena Bali memiliki sumber daya alam obyek-obyek pariwisata yang indah saja, tetapi Bali sangat mempertahankan seni budaya asli yang diwariskakan leluhur dari adab ke abad. Kebudayaan-kebuyaan asli tersebut dipertahkan, dikembangkan dan dilestarikan oleh generasi muda Bali dan menjadi kebudayaan yang sangat unik, langka dan khas yang tidak ada duanya didunia. Dari situlah, membuat pariwisata Bali sangat berkembang.

“Kalau kita mau lihat dengan jeli dan jujur, Bali hanya memiliki sedikit obyek wisata alam, sementara NTT jauh lebih banyak memiliki obyek wisata, seperti Komodo, Danau Kelimutu, Ikan Paus di Lamalere, Lembata, puluhan pantai-pantai yang indah, seperti Pantai Nembrala di Pulau Rote, Pantai Nihi Watu di Pulau Sumba, Pantai indah di Alor, Taman Laut Indah di Pulau Kelelawar, Taman Laut Indah di Teluk Maumere, Ukiran-ukiran indah Kalabamadja di Sabu Raijua, dan lain-lain. Obyek wisata kita jauh lebih banyak dan bervariatif serta jauh lebih unik dan langkah,” kata Kaban Manek

Selain puluhan obyek wisata alam, NTT juga memiliki puluhan kebudayaan unik dan khas yang telah mendunia, seperti budaya  Megalitik di Pulau Sumba, Kampung-kampung adat seperti Kampung Bena, Nuabari di Sikka, dan kampung adat di Pulau Timor serta Moko di Pulau Alor. Selain kampung-kampung adat juga ada tradisi-tradisi cultural religius yang telah berjalan dan bertahan berabad-abad, seperti  kebudayaan Merapu di Sumba, kebudayaan berburu ikan Paus di Lamalera Lembata, tradisi Semana Santa di Larantuka, Flores Timur warisan leluhur, tradisi memberi makan leluhur di Puncak Danau Kelimutu di Ende, serta masih banyak yang lainnya.

Kepala Badan Penghubung NTT, Drs. Viktor Manek, M.Si, saat menari Ja’I Bajawa dalam acara pembukaan HUT NTT ke-61 di Jakarta Timur.

Masih ada pula ada puluhan tarian-tarian berbalut kekhasan tenun ikat  dan lagu-lagu daerah yang menunjukan identitas kebudayaan masing-masing daerah. Seni budaya berupa tarian-tarian, syair-syair adat, dan lagu-lagu daerah ini dimiliki semua daerah di NTT, seperti  salah satunya tarian-tarian masal, yakni Tarian Tebe, Tarian Gawi, Tarian Padoa, Tarian Likurai, Tarian Jai’i, Tarian Kataga, Tarian Dolo-dolo, Tarian Togo, Tarian Caci dari Manggarai dan masih banyak yang lainnya.

“Kekuatan dan kehebatan pariwisata kita, selain memiliki puluhan obyek wisata yang jauh lebih indah dari daerah lain, kita juga punya kebuyayaan-kebuyaan unik yang tidak dapat ditemui di daerah manapun. Kebudayaan-kebuyayaan ini harus terus dipertahankan, selain oleh warga kita di NTT, juga oleh warga NTT yang ada di luar daerah. Kita tidak perlu merasa malu menampilkan seni budaya kita di manapun kita berada. Hal ini selain menunjukan identitas kita, kita juga mau atau turut serta dalam mempromosikan pariwisata dan seni budaya daerah kita,” ungkap Kaban Manek.

Viktor lebih lanjut memberikan apresiasi kepada generasi muda (milenial) NTT diaspora yang  penuh percaya diri tampil dalam berbagai acara dengan khas tenun ikat bermotif NTT maupun berbagai atraksi. Hal ini ia ungkapkan setelah berjalan keliling Indonesia menghadiri dan mengunjungi IKB-IKB Flobamora di berbagai provinsi di Indonesia, seperti di Jakarta, Jogyakarta, Bandung, Papua, Jawa Timur, Batam, Kalimantan Tengah,  dan lain-lain.

Kaban Viktor Manek bersama istri saat acara HUT NTT ke-61 di Anjungan NTT, Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

“Saya beri apresiasi kepada seluruh generasi milenial NTT yang terus menampilkan seni budaya NTT dalam berbagai moment kegiatan baik acara pemerintahan maupun iven-iven seni budaya Flobamora. Jika generasi muda kita sudah dan terus bengkit mempertahankan kebudayaan kita, maka kita optimis ke depan dan sampai kapanpun kebudayaan orang NTT tidak akan runtuh dan punah, tetapi sebaliknya akan terus bertumbuh kembang. Mari kita terus mempromosikan kekayaan alam pariwisata NTT dengan terus melestarikan kebudayaan-kebudayaan asli nenek moyang kita,” ajak Viktor Manek. (korneliusmoanita/NBC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2021 NTTBANGKIT.

Tentang Kami   |   Tim Redaksi