Ming. Nov 29th, 2020

NTT Bangkit

Media Promosi Pariwisata,Bisnis dan Investasi NTT

Pakar Filsafat Lingkungan: Dorong Industri 4.0, NTT Perlu Maksimalkan EBT

2 min read
Dr. Frederikus Fios, pakar Filsafat Lingkungan Universitas Bina Nusantara Jakarta (Image: Dok. Pribadi)

NTT Perlu Maksimalkan Pemanfaatan Energi Baru Terbarukan

JAKARTA, NTTBANGKIT.com — Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan wilayah yang sangat kaya dan berlimpah akan sumber daya alam khususnya sumber energi baru terbarukan (EBT) seperti tenaga angin, uap, gelombang laut, dan biomassa. Oleh karena itu pemerintah perlu mempermudah upaya-upaya eksplorasi EBT dan mendukung pemanfaataannya secara maksimal untuk kesejahteraan masyarakat NTT.

Demikian dikatakan putera NTT yang juga pakar filsafat lingkungan, Doktor Frederikus Fios (Dosen Universitas Bina Nusantara Jakarta) ketika dimintai komentarnya terkait prospek pengembangan energi baru terbarukan (EBT) di wilayah NTT.

Menurut Doktor Fios, hambatan utama pengembangan EBT saat ini adalah mentalitas birokrasi pemerintah pusat dan daerah yang masih belum sinkron.

“Di satu sisi pemerintah pusat mendorong pemanfaatan maksimal energi terbarukan di Indonesia, namun sering kali kebijakan pemerintah pusat tidak diterjemahkan dengan tepat oleh pemerintah daerah. Padahal seharusnya gagasan dan kebijakan di pusat perlu diaplikasikan sampai ke daerah,” kata Fios yang adalah juga Ketua Bidang Lingkungan Forum Komunitas Masyarakat Diaspora NTT Jakarta.

Selain itu juga, lanjut Fios, maksimalisasi pemanfaatan EBT dalam pembangunan aka n mendukung paradigma SDGs yang memperhatikan dimensi pembangunan berkelanjutan (sustainable development).

Kebijakan pemerintah juga harus memudahkan pihak investor dan pengusaha swasta untuk terlibat dalam eksplorasi EBT ini.

“Banyak pengusaha dari Jakarta atau pun luar negeri mau datang dan berbisnis di NTT, hanya saja mereka mengeluhkan kebijakan dan aturan yang sering kali masih menyulitkan mereka. Oleh karena itu pemerintah perlu mendengarkan aspirasi pihak swasta yang mau peduli dan terlibat dalam mendukung pembangunan di NTT,” imbau doktor Fios.

Selain itu juga, saat ini pemerintah mencanangkan RUU Cipt Kerja yang memberikan kesempatan pihak swasta untuk ikut terlibat memberikan aspirasi pada pemerintah.

Terkait hal ini, Fios berharap pemerintah daerah perlu terbuka dan mendorong swasta untuk berinvestasi di daerah dalam pengembangan EBT sehingga juga membuka kesempatan kerja bagi putera puteri NTT.

Fios lebih lanjut menganalisis bahwa pemanfaatan EBT ke depan harus diikuti dengan kreativitas dan bisnis dengan memperhatikan geliat industri 4.0. Pemerintah NTT juga harus mengantisipasi hal ini dengan cepat.

NTT termasuk daerah 3 T yang perlu didongkrak naik dengan pengembangan usaha berbasis IT.

“Untuk aplikasi khusus 3T apalagi terkait 3T dan industri 4.0 perlu dipertimbangkan lebih diutamakan untuk NTT ke depan,” kata Doktor Fios.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2019 NTTBANGKIT.

Tentang Kami   |   Tim Redaksi