Sen. Des 6th, 2021

NTT Bangkit

Media Promosi Pariwisata,Bisnis dan Investasi NTT

Lolos Screening, Enam Pelajar SMA Program Pertukaran Pelajar Di Jepang Diperbolehkan Pulang Rumah

2 min read
Enam orang pelajar SMA Frateran Maumere, Kabupaten Sikka ketika tiba di bandara Frans Seda Maumere, Rabu (11/3/2020). (Image: antaranews.com)

Lolos Screening di Jepang dan Indonesia, Enam Pelajar SMA Frater Maumere Diperbolehkan Pulang Rumah

MAUMERE, NTTBANGKIT.com Sebanyak enam orang pelajar SMA Frater Maumere yang mengikuti pertukaran pelajar Asia ke Jepang akhirnya tiba di Maumere pada, Rabu (11/3/2020) setelah menjalani proses screening di Jepang dan Bandara Soekarno Hatta.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, Petrus Herlemus, setelah diperiksa menggunakan thermal checking, keenam pelajar dinyatakan sehat dan bisa bergabung dengan keluarganya.

“Mereka saat ini di rumah orang tuanya masing-masing tetapi tetap dipantau selama 14 hari kedepan. Jadi mereka di rumah saja, tidak boleh berinteraksi dulu dengan masyarakat luas, mereka hanya boleh di sekitar rumah saja,” tutup Herlemus dilansir dari kumparan.com.

Kondisi tubuh enam pelajar tersebut dalam keadaan fit dan tidak ditemui adanya indikasi COVID 19. Kendati demikian, Kadis juga mengatakan bahwa pihaknya akan tetap melakukan pemantauan selama 14 hari kedepan, sesuai masa inkubasi COVID-19 sebagaimana diungkapkan oleh WHO.

“Tetapi, prosedur tetap kita kan harus pemantauan selama 14 hari. Untuk hari kedua ini, kondisi mereka aman-aman saja. Tim kita juga lakukan kunjungan dan komunikasi juga aman-aman saja,” ujarnya dilansir dari kumparan.com.

Herlemus juga menjelaskan bahwa sebelum kembali ke Sikka, keenam pelajar SMA Frater Maumere tersebut di-screening lebih dulu dan dinyatakan aman. Hasil dari negeri sakura ini sama dengan hasil screening yang dilakukan Bandara Soekarno Hatta.

“Mereka semua sehat-sehat saja, dan tak ada indikasi terjangkit COVID-19. Karena memang sebelum kembali ke Sikka mereka sudah melalui screening di Jepang saat berangkat, dan saat tiba di Bandara Soekarno Hatta di Banten juga mereka sudah menjalani ‘screening’ dan dinyatakan sehat,” tuturnya dilansir dari Antara News.

Herlemus juga mengungkapkan, timnya dalam koordinasi dengan KKP Pelabuhan Lorens Say Maumere, masih akan tetap siap siaga untuk melakukan pemeriksaan berupa thermal checking dan screening tubuh, mengingat sering adanya kunjungan kapal pesiar asing yang masuk ke wilayah Kabupaten Sikka sebagaimana terjadi beberapa waktu lalu.

Ia menjelaskan saat ini enam pelajar yang baru tiba dari Jepang itu dipulangkan ke rumahnya masing-masing, dan selama berada di rumah masing-masing mereka dilarang untuk keluar atau beraktivitas di luar rumah.

Petrus juga menjelaskan bahwa saat berada di rumah nanti proses pemantauan akan dilakukan setiap hari dan tentu saja akan sesuai dengan standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

“Komunikasi dengan para pelajar itu akan dilakukan setiap saat, dan pemantauan akan dilakukan juga setiap hari, karena memang kontak keluarga dan para pelajar itu sudah kami pegang, dan bila dalam masa proses pemantauan itu ada perubahan dalam diri salah satu pelajar atau beberapa pelajar yang datang dari Jepang itu, maka akan langsung ditangani,” jelas Herlemus sembari menambahkan bahwa saat ini RSUD TC Hillers Maumere sudah memiliki tempat observasi bagi pasien suspect COVID-19.

Terdapat dua ruangan  yang disiapkan dengan empat unit tempat tidur. Ruangan dan tempat tidur tersebut disiapkan khusus untuk pasien yang diduga terkenal COVID-19. Namun untuk saat ini, belum ada satu pasien pun yang di-suspect mengalami Corona. (*)

Penulis: Emild Kadju

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2021 NTTBANGKIT.

Tentang Kami   |   Tim Redaksi