Sel. Des 1st, 2020

NTT Bangkit

Media Promosi Pariwisata,Bisnis dan Investasi NTT

Bencana Covid-19, DPD Vox Point Kalteng Salurkan 81 Karung Beras Bagi Buruh Kelapa Sawit

2 min read

Sekretaris DPD Vox Point Kalteng, Gregorius Doni saat menyerahkan bantuan beras kepada Ketua Caritas Keuskupan Palangka Raya, Pastor Yosef Pati Mudaj, MSF. (*)

PALANGKARAYA,NTTBANGKIT.COM,-Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Vox Point Indonesia Kalimantan Tengah (Kalteng) turut membantu meringankan beban ekonomi warga yang terdampak Covid-19. DPD Vox Point telah menyalurkan bantuan berupa beras untuk masyarakat Flobamora yang bekerja pada perusahaan kebun kelapa sawit. Salah satunya di PT. Flora yang akses perdagangannya terputus karena dilarang masuk ke area perusahaan.

Dalam keterangan pers yang diterima NTTBangkit.com, beberapa waktu lalu, dijelaskan bahwa pada tanggal 9 Mei 2020, DPD Vox Point Indonesia Kalteng kembali menggalang beras dan menyerahkan kepada Caritas Keuskupan Palangka Raya berupa beras sebanyak 81 karung.

“Harapan kami agar bantuan dapat meringankan beban yang dihadapi oleh masyarakat, secara khusus para buruh. Bantuan beras yang kami kumpulkan merupakan kepedulian dari Pengurus DPD Vox Point Indonesia Kalteng, juga uluran tangan dari umat lingkungan St. Clara dan beberapa Umat dari Paroki Katedral St. Maria Palangka Raya. Hanya ini yang bisa kami bagikan bukan dari kelebihan melainkan menyisihkan sedikit yang kami miliki untuk meringankan beban mereka,” kata penerima bantuan yang juta Ketua Caritas Keuskupan Palangka Raya, Pastor Yosef Pati Mudaj, MSF sembari mengucapkan terima kasih kepada DPD Vox Point Indonesia Kalteng dan menegaskan siap menyalurkan kepada mereka yang membutuhkan bantuan.

Sementara itu, Sekretaris DPD Vox Point Kalteng, Gregorius Doni, menerangkan Covid-19 berdampak besar pada Keluarga Flobamora yang sebagian besar bekerja pada perusahaan kebun kelapa sawit.Banyak warga NTT terkena PHK dan mengalami pengurangan hari dan jam kerja yang berdampak pada pendapatan semakin kecil.

Masalah tersebut, lanjut Gregrius, menjadi problem tersendiri khusus warga dari Keluarga Flobamora yang tidak mendapat bantuan dari pemerintah daerah setempat karena problemnya adalah data kependudukan masih dari NTT, walaupun sudah bertahun-tahun bekerja di Kalimantan Tengah.

Oleh karena itu, Gregrius yang juga Ketua DPP Paguyuban Keluarga Flobamora Kalimantan Tengah, menghimbau sekaligus mengusulkan agar ketika ada masyarakat NTT yang akan mencari kerja di luar Provinsi NTT sebaiknya berkas Kependudukan dicabut dan dibawah serta sehingga bisa lapor di pemerintah setempat.

“Karena merantau cari kerja pasti lebih dari satu tahun, sehingga hak dia sebagai masyarakat harus diperhatikan oleh pemerintah setempat. Namun, kita juga tidak bisa hanya menuntut kalau dari daerah asal kita tidak membawa dokumen kependudukan yang lengkap dan melaporkan kepada pemerintah setempat. Hal ini harus menjadi perhatian bersama bagi semua orang NTT yang akan merantau ke Kalteng ini,” pintanya. (Kornelismoanita/NBC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2019 NTTBANGKIT.

Tentang Kami   |   Tim Redaksi