Sab. Jan 16th, 2021

NTT Bangkit

Media Promosi Pariwisata,Bisnis dan Investasi NTT

Diskusi Online Formapena Disiarkan Langsung Oleh Radio Swara NTT, Julie Laiskodat: Mari Cintai Produk Lokal Kita

2 min read

DPRI RI Komisi IV Fraksi Nasdem, Julie Sutrisno Laiskodat (Image: liputan6.com)

JAKARTA, NTTBANGKIT.COM — Radio streaming pertama di NTT, Swara NTT yang bertempat di Gedung Sasando kantor Gubernur NTT di Kupang menyiapkan secara langsung diskusi live zoom dengan tema: Menakar lanskap Sosial, Ekonomi, dan Pendidikan NTT di Era New Normal pada kemarin, Jumat (12/06/2020) pukul 19.00 WIB, yang diinisiasi oleh Forum Mahasiswa dan Pemuda Ngada (Formapena) Jabodetabek.

Hal ini disampaikan oleh Kasubag Palayanan Masyarakat dan Hubungan kelembagaan, Frans A. Tiran.

“Untuk diketahui bersama, bahwa diskusi interaktif kita pada malam hari ini akan disiarkan secara langsung oleh radio streaming Swara NTT milik Pemprov NTT,” tutur Tiran saat sebelum mulai diskusi.

Adapun diskusi interaktif yang berlangsung sekitar dua jam tersebut menghadirkan tiga pemateri yaitu:

1. Julie Sutrisno Laiskodat (Ketua TP. PKK NTT, sekaligus Ketua Dekranasda NTT, sekaligus Anggota DPR RI Komisi IV),

2. Indra Charismiadji (Pengamat Pendidikan Indonesia yang adalah juga Direktur Bidang Pendidikan Vox Populi Institut Indonesia),

3. Frans Tiran (perwakilan Biro Humas Pemprov NTT) yang menggantikan Dr. Marius Jelamu yang kebetulan berhalangan (tetapi kemudian bisa masuk bergabung saat diskusi interaktif).

Selain pertanyaan-pertanyaan kritis dari para peserta live zoom, tampak bahwa para pendengar radio Swara NTT aktif bertanya kepada para pemateri melalui Miss Rivani Bistolen sebagai penyiar Swara NTT. 

Salah satu pendengar radio Swara NTT bertanya kepada Julie Laiskodat, tentang kiat-kiat mempromosikan produk lokal NTT ke kancah internasional dan bagaimana cara mendesain market place-nya.

Terhadap pertanyaan tersebut, Bunda Julie, demikian sapaan akrabnya, mengatakan bahwa masa depan ekonomi NTT yang mana anak muda menjadi ujung tombak dalam mengolah berbagai sektor termasuk budaya dan pariwisata sehingga bisa berdampak pada sektor ekonomi.

Langkah pertama yang harus dilakukan, menurut Bunda Julie adalah mencintai produk khas daerah. 

“Dengan mencintai kain tenun kita misalnya, tentunya kita akan mulai membiasakan diri untuk selalu mengenakan pakaian berbalut motif tenun. Mengapa batik menjadi begitu terkenal? Karena masyarakat yang memproduksinya mencintai batik, demikian pula masyarakat yang lahir dan tumbuh dari budaya membatik tersebut,” tutur Julie dan melanjutkan, “jadi untuk kakak-kakak yang ada di live zoom ini, mulailah mengenakan pakain tenun asli NTT dalam setiap aktivitas hariannya.”

Selain berbicara tentang kain tenun, Bunda Julie juga mengatakan bahwa Dekranasda di bawah kepemimpinannya selalu membeli produk dari masyarakat NTT dengan harga di atas pasaran NTT. Untuk itu dirinya mengaku bahwa untuk mendistribusikan dibutuhkan bantuan dari semua kaum muda NTT.

“Tidak selamanya kita yang merantau harus pulang ke NTT. Dari daerah rantau pun kita bisa berbuat sesuatu untuk NTT, misalnya dengan menawarkan produk-produk lokal kita seperti kopi asli dan lain sebagainya dengan margin sekitar 5.000 pun tidak apa-apa,” tambah Julie Laiskodat.

Live zoom Formapena yang dihadiri oleh lebih dari 70 orang tersebut mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk Bunda Julie sebagai ibu dari seluruh masyarakat NTT. (Emild Kadju)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2021 NTTBANGKIT.

Tentang Kami   |   Tim Redaksi