Sel. Des 1st, 2020

NTT Bangkit

Media Promosi Pariwisata,Bisnis dan Investasi NTT

Semangat Baru The New Normal Menuju Pembangunan Pariwisata NTT Bangkit

5 min read

Kepala Dinas Pariwisata NTT, Ir, Wayan Darmawan,MT. (Foto: Pos Kupang)

JAKARTA, NTTBANGKIT.COM,- Pandemi Covid-19 telah membuat pembangunan sektor pariwisata di Provinsi NTT macet total. Selama 3 bulan terakhir seluruh akses ke NTT terganggu dan ditutup pemerintah. Transportasi udara, laut dan darat ditutup. Perhotelan, restauran dan home stay sepi, obyek-obyek pariwisata sunyi tiada pengunjung. Arus wisatawan yang biasanya membludak ke NTT seketika terhenti, dan arus uang barang dan jasa pun macet akibat lockdown yang dijalankan pemerintah.

Gerakan besar pembangunan sektor pariwisata NTT yang dimotori Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat-Josef A. Nae Soi selama ini seketika terhenti, dan seluruh energi dan biaya difokuskan untuk penanganan Covid-19. Gubernur Viktor dan Wagub Nae Soi berjuang dan bekerja keras memulihkan keadaan yang sangat pahit dan getir akibat Covid-19 seiring penetapan era New Normal oleh pemerintah pusat. Bak gayung bersambut, kedua pemimpin besar NTT tersebut langsung sigap dengan jurus turun ke bawa membangkitkan semangat baru, optimisme masyarakat di seluruh NTT untuk berdamai dengan Covid-19, membuka lockdown di seluruh perbatasan antar desa, antar kecamatan dan antar kabupaten/ kota.  Arus transportasi darat dan laut kembali dibuka, transportasi antar wilayah dibuka, dan arus ekonomi pun mulai perlahan kembali berjalan.

Program besar pariwisata sebagai leading sektor harus kembali dijalankan demi menyedot arus wisatawan ke NTT untuk meningkatkan pandapatan daerah. Pariwisata sebagai lokomotif utama pencetak uang harus kembali bergelora dimuka bumi NTT untuk menggerakan seluruh sektor lainnya dalam memajukan ekonomi rakyat NTT maju. Untuk itu, memasuki era The New Normal, Gubernur Viktor dan wagub Nae Soi beserta Dinas Pariwisata NTT sebagai ujung tombaknya kini telah menyiapkan sejumlah program dan kegiatan untuk kembali menggeliatkan pembangunan sektor pariwisata NTT.

Kepala Dinas Pariwisata NTT, Ir. Wayan Darmawa,MT dalam keterangannya kepada NTTbangkit.com, pekan lalu melalui sambungan telepon menerangkan bahwa The New Normal bermakna masyarakat kembali beraktivitas seperti biasa meskipun Covid-19 belum selesai. Namun aktivitas tersebut dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat.  Pemberlakuan protokol The New Normal itu akan disesuaikan pada dua hal, yaitu pertama, kebijakan masing-masing pemerintah daerah. Pembukaan sektor perhotelan dan restoran akan diprioritaskan pada wilayah zona hijau Covid-19, atau wilayah yang kurva tambahan pasien positif Covid-19 melandai. Dan kedua, modal perusahaan. Operasional kembali hotel dan restoran bergantung pada kekuatan permodalan perusahaan.

Tentunya, kata Wayan dalam pembukaan kembali destinasi pariwisata NTT, ada tiga syarat yang harus dipenuhi pemerintah, pengusaha, wisatawan dan masyarakat NTT. Tiga syarat yang harus terpenuhi jika negara ingin menerapkan The New Normal menurut Wayan mengutip Pandu Riono, Ahli Epidemiologi dan Biostatisik  FKM-UI), yaitu pertama, tersedianya layanan test corona baik menggunakan rapid test maupun Polymerase chain reaction (PCR). Kedua, akses pelayanan kesehatan yang memadai termasuk kesediaan alat-alat kesehatan. Dan ketiga, syarat penerapan normal  baru (Kementrian PPN/Kepala Bappenas), yaitu mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer secara rutin, seperti pemakaian masker dan jaga jarak (physical distancing), penyediaan tes Covid-19, serta tetap dilakukannya tracing, test, isolasi secara sistematis.

Selain itu, terang Wayan, Dinas Pariwisata NTT juga melakukan berbagai persiapan, seperti persiapan  sarana protokol kesehatan di destinasi wisata, persiapan pengelola destinasi wisata dengan protokol kesehatan, informasi tentang penerapan protokol kesehatan pada wisatawan, penerapan  destiansi  aman dengan melakukan  protokol kesehatan secara ketat.

Wayan menjelaskan bahwa untuk kembali melanjutkan program pembangunan pariwisata NTT, Gubernur NTT telah menggelar rapat koordinasi dengan para bupati dan walikota se-NTT pada tanggal 13 Mei 2020 lalu. Menyikapi hasil rapat koordinasi, sebagai Kadis Pariwisata, ia menyampaikan beberapa  hal penting sesuai arahan gubernur, yaitu pertama, Gubernur NTT  meminta semua usaha jasa pariwisata terutama hotel dan restoran untuk membuka kembali usahanya paling lambat tanggal 15 Juni 2020.

Kedua, tegas Wayan, reaktivasi unit-unit usaha jasa pariwisata ini adalah bagian dari upaya bangkit dari keterpurukan ekonomi ditengah pandemi Covid-19. Untuk itu Dinas Pariwisata Provinsi NTT juga telah diarahkan untuk melakukan persiapaan Lounching operasional 7 pariwisata estate dan pembukaan  kembali destinasi wisata dengan protokol kesehatan tanggal 15 Juni 2020  yang dipusatkan di  destinasi wisata Liman-Pulau Semau, Kabupaten Kupang.

Ketiga, terang Wayan, sehubungan dengan  hal tersebut maka digelar rapat teknis terpadu Dinas Pariwisata Provinsi  NTT yang dihadiri Institusi Pengelola Destinasi Wisata,  Badan Promosi Wisata Provinsi, BOP Labuan Bajo Flores dan Asosiasi Industri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif  Tingkat Provinsi, Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI dan Kementrian Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Rapat tersebut digelar, Rabu, 27 Mei 2020 melalui Media ZOOM :- Meeting ID 440 379 7926, Password 2zTwM1.

Selain akan menggelar kembali iven-iven atau festival budaya yang rutin selama ini, Wayan menerangkan bahwa pihaknya juga telah mempersiapkan 7 Pembangunan Akomodasi dan Amenitas pada 7 Destinasi Wisata di NTT, yaitu pertama, pembangunan kawasan pariwisata Lasiana di Kota Kupang seluas 3,5 Ha dengan menu kegiatan penataan prasarana destinasi  (tracking, lampu jalan dan pengamanan pantai). Kedua, pembangunan kawasan pariwisata Liman, Kabupaten Kupang seluas 2 ha dengan menu kegiatan pembangunan cottege dan 6 lopo.

Selanjutnya, ketiga, pembangunan kawasan pariwisata Mulut Seribu seluas 1 ha dengan menu kegiatan pembangunan 4 cottage, 2 lopo, restauran dan tempat selfie. Keempat, pembangunan kawasan pariwisata Wolwal di Alor seluas 1,5 ha dengan menu kegiatan pembangunan 2 cottage, 2 lopo dan restauran. Kelima, pembangunan kawasan pariwisata Praimadita di Sumba Timur seluas 2 ha dengan menu kegiatan pembangunan 4 cottage dan restauran. Kelima, pembangunan kawasan pariwisata Fatumnasi di TTS seluas 1,5 ha dengan menu kegiatan pembangunan 4 cottage, 4 Lopo dan restauran. Dan keenam, pembangunan kawasan pariwisata Koanara di Ende seluas 2 ha dengan menu kegiatan pembangunan 4 cottage, 2 lopo dan restauran.

Selain menggerakan dan mendorong seluruh bupati dan walikota di NTT serta seluruh pelaku pariwisata untuk mulai bangkit membangun pariwisata di daeranya masing-masing, Pemerintah NTT juga akan terus melakukan promosi pariwisata di NTT maupun di luar NTT melalui dinas, badan dan instansi terkait. Salah satunya melalui UPT Anjungan NTT di Taman Mini Indonesia yang dikelolah Badan Penghubung NTT yang saat ini dipimpin Kepala Badan Drs. Viktorius Manek,M.Si. Meski saat ini masih sepi, dipastikan pasca Pandemi Covid-19, berbagai ivent seni budaya akan terus digelar di anjungan NTT sebagai garda depan promosi seni budaya dan pariwisata NTT.

Dikatakan Kaban Viktor Manek, pada saat sebelum adanya Covid-19, Badan Penghubung NTT telah menggelar pagelaran seni budaya NTT yang dipentaskan warga NTT diaspora di Jakarta dari berbagai sanggar seni budaya di bawa payung IKB-IKB yang ada di Jabodetabek.  Tentunya, kata Viktor Manek didukung dengan anggaran sebesar Rp25 juta per IKB untuk memfasilitasi pelaksanaan kegiatan seni budaya di Anjungan NTT.

“Kita berharap ke depan, setelah New Normal Pandemi Covid-19, berbagai kegiatan seni budaya di anjungan NTT terus berjalan lagi. Hal ini untuk memperkenalkan seni budaya NTT dan juga sebagai bentuk edukasi seni budaya bagi generasi muda NTT diaspora agar tidak melupakan seni budaya daerahnya masing-masing dan terus melestarikannya. (Penulis: KorneliusMoaNita/NBC)  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2019 NTTBANGKIT.

Tentang Kami   |   Tim Redaksi