Rab. Agu 12th, 2020

NTT Bangkit

Media Promosi Pariwisata,Bisnis dan Investasi NTT

Masuki New Normal, Pemkot Kupang Mulai Gencar Membenahi Sektor Pariwisata

2 min read
Walikota Kupang Jerfri Riwu Kore (Jeriko) saat diwawancarai wartawan (Image: Rakyat NTT)

NTTBANGKIT.COM, KUPANG — Sebagai bagian integral dari provinsi NTT, Pemerintah Kota Kupang, pada masa new normal ini mulai gencar melakukan pembenahan sektor pariwisata melalui sejumlah kegiatan. Salah satunya adalah dengan mempersiapkan para pemandu wisata sebagai agen promosi destinasi wisata yang di kota yang disebut sebagai kota kasih tersebut.

Dinas Pariwisata Kota Kupang pun telah menggelar pelatihan manajemen pondok wisata (homestay) sebagai salah satu item dalam desain ekonomi berbasis pariwisata.

Selain itu, Pemkot Kupang juga melakukan beberapa pelatihan teknis ekonomi kreatif kepada warga kota Kupang. Hal ini dimaksudkan agar para pelaku usaha di sektor-sektor terkait benar-benar siap menjalankan usahanya di tengah pandemi covid-19. 

Sementara itu Wali Kota Kupang, Dr. Jefri Riwu Kore (Jeriko) mengatakan bahwa perkembangan pariwisata kota Kupang mengalami tantangan yang cukup berat selama beberapa waktu terakhir karena pandemi covid-19.

Akibatnya, sektor pariwisata vakum karena Pemerintah Pusat hingga Daerah mengeluarkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dengan tujuan untuk memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19.

Putra asal Sabu ini melanjutkan bahwa dengan adanya kebijakan new normal, maka Pemkot perlu bermanuver dan melakukan adaptasi pada seluruh aspek kehidupan, terutama aspek ekonomi kreatif guna meningkatkan produktivitas di tengah pandemi Covid-19, dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

“Kita sama-sama berjuang bangkitkan kembali tempat usaha dan industri pariwisata,” katanya kepada wartawan, Kamis (02/07/2020) sebagaimana dilansir dari Liputan 6.

Sementara itu Kepala Bidang Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kota Kupang, Maria Fernandez, mengatakan bahwa inovasi tata kelola destinasi pariwisata perlu dilakukan di era New normal ini, agar pertumbuhan ekonomi menjadi progresif di samping aksentuasi pada aspek kesehatan.

“Dana Alokasi Khusus (DAK) non fisik yang sudah dialokasikan bertujuan untuk mendukung peningkatan kualitas tata kelola destinasi dalam rangka meningkatkan pelayanan, daya tarik wisatawan dan peningkatan kapasitas SDM pariwisata di dalam menghadapi era new normal,” tutur Maria.

Ia menambahkan bahwa tata kelola destinasi pariwisata seperti eksplorasi tatanan nilai, lokalitas, keseimbangan, kepemimpinan, dan akuntabilitas sangat dibutuhkan untuk menciptakan destinasi unggulan yang berkualitas dan berdampak ekonomi. (Emild Kadju)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2019 NTTBANGKIT.

Tentang Kami   |   Tim Redaksi