Jum. Des 4th, 2020

NTT Bangkit

Media Promosi Pariwisata,Bisnis dan Investasi NTT

Julie Laiskodat Bertemu Uskup Ruteng, Bahas Lingkungan dan Ekonomi Masyarakat NTT

3 min read
Momentum pertemuan Anggota DPR RI Komisi IV, Julie Sutrisno Laiskodat dengan Uskup Keuskupan Ruteng, Mgr Siprianus Hormat pada Senin (20/07/2020) di Istana Uskup Ruteng, Nusa Tenggara Timur (NTT) (Image: Media Indonesia)

NTTBANGKIT.COM, RUTENG — Merespon berbagai polemik yang terjadi sehubungan dengan rencana pendirian pabrik Semen dan tambang di Kampung Lengko Lolok dan Luwuk, Desa Satar Punda, Kecamatan Lambaleda, Manggarai Timur, Anggota DPR RI Komisi IV, Julie Sutrisno Laiskodat pada Senin (20/07/2020) mengunjungi Istana Uskup Keuskupan Ruteng, Mgr Siprianus Hormat di Ruteng, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Didampingi oleh anggota DPRD NTT Partai NasDem Inosensius Fredy Mui dan Ketua DPD NasDem Manggarai Viktor Madu, kedatangan Julie ke Istana Uskup adalah untuk mendengar aspirasi dari umat dan gereja Keuskupan Ruteng, khususnya di bidang lingkungan hidup, pertanian, kelautan, dan kehutanan, yang mana merupakan bidang kajian dari Komisi IV DPR RI.

Diketahui bahwa sebelumnya rencana pembangunan pabrik semen di Manggarai Timur ditentang Uskup Siprianus dengan alasan bahwa pembangunan pabrik semen akan merusak lingkungan alam, budaya, dan kehidupan masyarakat setempat.

Uskup Sipri, mewakili umat Katolik Keuskupan Ruteng menyampaikan bahwa pihak Gereja Katolik hingga saat ini tetap tidak setuju dengan tambang.

Kendati tidak setuju tambang, Keuskupan Ruteng, demikian Uskup Sipri, sangat mendukung visi besar Pemprov NTT yakni menjadikan pariwisata dan budaya sebagai prime mover atau penggerak utama pembangunan ekonomi masyarakat NTT. 

Didampingi Sekjen Keuskupan Ruteng Rm Manfred Habur dan staf keuskupan lainnya, Uskup Sipri mengatakan bahwa bila pariwisata didesain secara baik dan profesional, maka sektor-sektor lain seperti pertanian, lingkungan hidup, dan ekonomi kreatif masyarakat lokal akan ikut terdorong. 

“Pembangunan pariwisata sangat membutuhkan wawasan pembangunan berkelanjutan dan ekologis karena itu potensi-potensi pertanian, peternakan dan perikanan, kehutanan dan kelautan perlu digarap secara maksimal. Dalam rangka pembangunan yang berkelanjutan tersebut pertambangan kurang cocok untuk konteks NTT,” tutur putera asli Manggarai tersebut kepada Julie Laiskodat, sebagaimana dilansir dari Media Indonesia dan menambahkan, “Kami tentunya berharap agar pemerintah melalui kementerian dan pemerintah daerah  lebih fokus lagi untuk menggarap potensi-potensi tersebut.”

Menanggapi hal tersebut, Julie mengungkapkan bahwa NTT sejatinya memiliki potensial sumber daya alam dan budaya yang luar biasa, dibandingkan provinsi lain.

Tentunya Julie ingin agar pemerintah bisa membuat grand design yang rapi, guna menghasilkan lompatan pembangunan secara signifikan, tetapi ramah lingkungan dan tidak merusak ekosistem alam. 

Julie juga mengapresiasi masukan dari Keuskupan Ruteng sembari berjanji untuk meneruskannya kepada Gubernur NTT dan kementerian yang menjadi mitra Komisi IV di DPR RI.

“Masukan Keuskupan Ruteng dibutuhkan agar bisa disuarakan kepada Kementerian yang menjadi mitra Komisi IV di DPR RI,” tutur Julie yang adalah juga Ketua Tim Penggerak PKK NTT.

Sementara itu Uskup Sipri mengatakan, Keuskupan Ruteng memiliki visi dasar pastoral yang mencakup pembangunan manusia secara paripurna yang mencakup aspek rohani, jasmani, personal, sosio-ekonomi, politik, dan ekologis.  

Dalam rangka mengembangkan ekonomi kerakyatan, pusat pastoral (Puspas) Keuskupan Ruteng beserta Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi (Komsos) tengah mengembangkan pertanian organik, hortikultura, pertanian dan peternakan melalui pendampingan terhadap beberapa kelompok seperti kelompok kopi, pertanian, dan peternakan. 

Selanjutnya dalam hal pengembangan sumber daya manusia (SDM), Keuskupan Ruteng telah mendorong Unika St. Paulus Ruteng untuk membuka fakultas pertanian dan Yasukmabar menyelenggarakan jurusan pelayaran dan perikanan di SMK Stella Maris di Labuan Bajo.

Terhadap hal ini, Julie mengapresiasi dan meminta agar Keuskupan Ruteng bisa meningkatkan etos kerja dalam pendampingan tersebut untuk meningkatkan kualitas dari produk-produk yang dihasilkan.

“Gereja juga perlu terus melibatkan diri untuk mendidik dan menghimbau masyarakat dalam hal peningkatan kesadaran budaya bersih yang peduli lingkungan bebas sampah, peduli gizi yang baik, dan budaya mutu dari produk-produk lokal yang dibuat,” tutur Julie yang adalah juga ketua Dekranasda NTT dalam pertemuan yang berlangsung sekitar satu setengah jam tersebut. (Emild Franz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2019 NTTBANGKIT.

Tentang Kami   |   Tim Redaksi