Kam. Jan 28th, 2021

NTT Bangkit

Media Promosi Pariwisata,Bisnis dan Investasi NTT

Dinas Pendidikan Sumba Barat Dorong Orang Tua Maksimalkan Waktu Anak Belajar dari Rumah

3 min read

WAIKABUBAK, NTTBANGKIT.COM,-Dinas Pendidikan Kabupaten Sumba Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur terus mendorong agar peserta didik memaksimalkan waktu di masa pandemic COVID-19 ini dengan aktif belajar di rumah.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Sumba Barat, Yehuda Malorung, S.Pd, di masa pandemic ketika anak harus belajar dari rumah bukan berarti libur. Anak-anak harus menafaatkan waktunya dengan belajar. Para orang tua harus mendukung anak agar anak bisa meluangkan waktunya untuk belajar. Salah satu kebutuhan yang paling mendasar di masa pandemic ini adalah bagaimana lingkungan tempat anak belajar itu nyaman, karena pembelajaran dilakukan dirumah maka yang diinginkan adalah suasana rumah tempat anak belajar harus nyaman bagi mereka.

Yehuda Malorung mengatakan itu saat tampil sebagai narasumber pada acara talk show radio dengan thema menciptakan lingkungan rumah yang aman, nyaman dan menyenangkan bagi anak belajar di rumah yang diselenggarakan Radio Cahaya Sumba bersama Perkumpulan Stimulant Institute dan Save the Children Sumba pada Senin (4/5) lalu.

Dijelaskannya, yang dimaksudkan dengan nyaman saat anak belajar di rumah itu bukan kita mendesain fisik rumahnnya tetapi yang dimaksudkan adalah suasananya harus benar-benar kondusif dan menyenangkan. Kita sebagai orang tua, sebagai saudara, sebagai keluarga yang ada di rumah harus memberi ruang yang cukup baik, harus memberi rasa nyaman kepada anak-anak kita yang sementara melaksanakan belajar sehingga tiba saatnya mereka harus belajar.

Sekretaris Dinas Pendidikan, menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Sumba Barat dalam menindaklanjuti surat edaran Kemendikbud juga sudah mengeluarkan surat edaran untuk pembelajaran bagi anak-anak dilaksanakan di rumah. Saat ini Pemerintah Kabupaten Sumba Barat melalui dinas pendidikan kami telah mengeluarkan surat edaran agar semua kita baik guru maupun orang tua dan Pemerintah setempat di mana anak-anak itu berdomisili harus dapat memastikan bahwa anak belajar di rumah, Jadi kita harus bisa memastikan benar-benar anak belajar di rumah.

Untuk memastikan ini, kata Yehuda Malorung, membutuhkan media dan alat belajar di rumah. Karena itu untuk memancing/memicu semangat belajar anak-anak di rumah maka Dinas Pendidikan telah meminta kepada semua guru di sekolah yang ada di Kabupaten Sumba Barat untuk melakukan; Pertama, guru memberikan tugas kepada anak-anak peserta didik untuk memberikan bahan belajar mereka di rumah. Kedua, bahan belajar didesain oleh guru di sekolah dan guru mengantarkan ke rumah anak-anak. Ketiga, setelah sampai di rumah anak-anak peserta didik, guru harus menjelaskan atau wajib bertemu dengan orang tua peserta didik untuk menjelaskan apa maksud daripada pemberian bahan belajar dan atau pemberian bahan evaluasi belajar kepada anak dirumah.

“Besar harapan kami agar hal ini bisa berdampak positif bagi anak kita bersama, maka yang dibutuhkan adalah peran serta orang tua baik mamanya, bapaknya, kakaknya, atau siapapun yang ada dalam rumah tangga. Orang dewasa di rumah harus selalu mengingatkan anak peserta didik bahwa ada tugas yang telah diberikan guru untuk terus diperhatikan dan mereka laksanakan, “pintanya.

Lebih lanjut dijelaskannya, pihaknya meminta kepada semua guru untuk lebih ke arah pendidikan karakter karena saat ini metode pembelajaran yang berlangsung di satuan pendidikan agak sangat sulit diberlakukan di rumah. Hal ini karena yang akan mendapingi mereka bagi yang orang tuanya guru mungkin bisa, tetapi bagi orang tua yang bukan guru ini akan menjadi sulit. Karena itu pihaknya meminta kepada guru untuk memberikan bahan-bahan belajar d irumah. Materi-materi belajar mereka dan bahan evaluasi  lebih kearah pendidikan skil atau ketrampilan anak-anak.

Ditambahkan Yehuda, Pemerintah Kabupaten Sumba Barat melalui Dinas Pendidikan juga telah meminta kepada semua sekolah untuk memastikan guru mendampingi anak-anak di rumah, memastikan guru betul-betul mendatangi rumah peserta didik.

“Kami juga sudah meminta sekolah-sekolah dalam hal ini kepala sekolahnya bersama semua guru melalui pengawas sekolah yang ada di dinas pendidkan agar bisa memaksimalkan anggaran operasional sekolah. Dengan sumber dana bantuan operasional bisa mendukung kegiatan guru dalam rangka mendatangi rumah peserta didik untuk memastikan anak belajar di rumah, “ujarnya.

Kepada seluruh orang tua siswa yang anaknya bersekolah di satuan pendidikan berada di wilayah Kabupaten Sumba Barat, kata Sekretaris Dinas Pendidikan, pihaknya meminta untuk menggunakan waktu sebaik mungkin. Orang tua bersama anak dapat mendatangi sekolah dimana anaknya bersekolah untuk meminjam buku perpustakaan guna menjadi bahan belajar anak di rumah.

“Kami berterima kasih banyak kepada Save the Children. Ada program yang sebenarnya sudah dijalankan oleh Save the Children di dunia pendidikan Sumba Barat yaitu Pos Baca. Pos Baca ini menurut hemat kami dari aspek pemerintah cukup menjawab kebutuhan belajar anak di rumah. Saat ini, harusnya di follow up krna bisa memberi jawaban terhadap kebutuhan belajar anak di rumah. Karena itu kami akan terus berkoordinasi dengan Save the Children untuk Pos Baca yang sudah dibangun di desa-desa. Kita akan terus berfikir bagaimana mengembangkannya menjadi pos belajar, “ujar Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Sumba Barat. (SFN) Kornelis Moa Nita/NBC.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2021 NTTBANGKIT.

Tentang Kami   |   Tim Redaksi