Rab. Agu 12th, 2020

NTT Bangkit

Media Promosi Pariwisata,Bisnis dan Investasi NTT

Tingkat Potensi Kelautan dan Pesisir di NTT, Julie Laiskodat Grand Design yang Jelas

3 min read
Julie Sutrisno Laiskodat (image: Tribunnews)

NTTBANGKIT.COM, KUPANG — Anggota Komisi IV DPR RI, Julie Sutrisno Laiskodat dalam kegiatan Sosialisasi Pengelolaan dan Operasional Perikanan Tangkap, pada Senin (27/07/2020) bertempat di Aula Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTT, mengungkapkan bahwa dibutuhkan manajemen dan desain yang tepat untuk meningkatkan produksi ikan dan rumput laut di Nusa Tenggara Timur.

Sosialisasi yang diselenggarakan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI bekerjasama dengan Komisi IV DPR RI tersebut dimaksudkan untuk menanggulangi dampak Covid-19 terhadap ekonomi masyarakat pesisir.

Ketua TP PKK NTT ini juga meminta kepada Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTT untuk menyusun grand design yang komprehensif dalam pengembangan dan peningkatan kualitas ikan dan Rumput laut di provinsi berbasis kepulauan tersebut.

“Program yang dibuat oleh Dinas Kelautan dan Perikanan NTT, mesti selaras dengan gagasan cerdas Gubernur, budidaya dan pengelolaan potensi ikan dan rumput laut harus dengan design yang baik agar ikan dan rumput laut bisa mencapai level ekspor yang berkualitas baik,” ujar Julie sebagaimana siaran pers Humas Pemprov NTT.

Selanjutnya dalam hubungan dengan program 1 juta ekor ikan kerapu yang dibudidayakan di Labuan Kelambu, Kabupaten Ngada, Flores oleh Dinas Kelautan dan Perikanan NTT, Julie berpesan agar semuanya didesain dengan pemetaan yang jelas bahkan sampai pada impact dan benefit-nya bagi masyarakat kecil. 

Penting juga melakukan survei pasar, baik lokal, regional, nasional, maupun internasional, untuk mengetahui keinginan pasar yang kemudian disesuaikan dengan produk yang dihasilkan.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTT, Ganef Wurgiyanto menyatakan bahwa pihaknya selalu bersinergi dengan Pemerintah Pusat dalam hal ini KKP RI dalam Program Peningkatan Daya Saing guna meningkatkan kualitas potensi produk kelautan dan pesisir di NTT.

“Kemasan atau apa yang kita lakukan sebagai produk Dinas Perikanan ini, kita tidak bisa hanya bicara soal produksi, karena kalau kita tidak kemas dalam sistem bisnis, masyarakat tidak akan sejahtera, rumput laut kami produksi sebanyak banyaknya dengan memberikan bantuan atau stimulan kepada masyarakat”, tutur Ganef sebagaimana Informasi yang diperoleh dari Humas Pemprov NTT dan menambahkan, “Pada tahun 2019 sebanyak 4.050 orang dengan basis data by name by addreass yang mendapatkan bantuan, dan pada tahun 2020 ini sudah terdata 4000, dan sudah diberikan ke 3000 orang, sisa 1000 lagi, dengan mengacu basis data yang sama.” 

Dirinya juga menambahkan bahwa pihaknya tidak hanya memproduksi rumput laut sebanyak-banyaknya, tetapi juga melakukan penetrasi pasar mengingat rumput laut, yang selama ini bisa mencapai harga Rp. 15.000 per kilonya, justru anjlok hingga Rp. 3000 per kilonya.

Untuk itu, pihaknya menggandeng Badan Usaha Milik Daerah PT Flobamor dan eksportir bersama pihak-pihak dari karantina, bea cukai, Maskapai Penerbangan, GM Pelindo, GM Angkasa Pura untuk melakukan ekspor, karena melalui jalur tersebut, harga rumput laut pasti lebih stabil.

Selanjutnya Kepala Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Kupang, Jimmi Eluwaren, yang hadir pada pertemuan tersebut mengatakan, pihaknya telah menerapkan produk berbasis laboratorium dengan melihat kandungan-kandungan logam berat ataupun bahan kimia lainnya yang terkandungan dalam penangkapan ikan. Hal tersebut dimaksudkan agar ikan-ikan yang diekspor merupakan ikan-ikan dengan kualitas tinggi.

Menanggapi semuanya, Julie Laiskodat sekali lagi mengatakan bahwa dibutuhkan koordinasi dan kolaborasi yang dari semua pihak agar produk-produk pesisir dan kelautan NTT memiliki kualitas yang tinggi untuk diekspor ke luar negeri. (Emild Kadju)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2019 NTTBANGKIT.

Tentang Kami   |   Tim Redaksi