Rab. Agu 12th, 2020

NTT Bangkit

Media Promosi Pariwisata,Bisnis dan Investasi NTT

Buka Festival Dugong di Alor, Gubernur Laiskodat Ingin Pariwisata yang Inklusif

2 min read
Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat saat membuka Festival Dugong dan Al'quran Kulit Kayu di Alor.

NTTBANGKIT.COM, ALOR — Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat, saat memberikan sambutan pada pembukaan Festival Dugong di Pantai Mali Kecamatan Kabola dan Festival Al’quran Tua, Desa Alor Besar,  Kecamatan Abal Kabupaten Alor, Kamis (30/07/2020), mengatakan bahwa pariwisata NTT bisa menjadi prime mover ekonomi masyarakat dan pembangunan di NTT.

“Ini yang dinamakan Community Based Tourism (CBT). CBT ini jadi model di NTT.  Saya harapkan seluruh rumah menyiapkan satu kamar yang bisa disiapkan sebagai penginapan. Sehingga pariwisata punya dampak untuk pertumbuhan ekonomi masyarakat,” tutur Laiskodat dan menambahkan, “Hal ini  akan ciptakan ekonomi yang inklusif. Semua menikmati kue pariwisata, bukan hanya satu kelompok masyarakat tapi seluruh masyarakat.”

Untuk itu mantan anggota DPR RI fraksi Nasdem ini meminta agar pemerintah dan masyarakat bisa berkolaborasi secara simultan untuk menyukseskan festival Dugong yang dimulai pada Jumat (31/07/2020) tersebut.

Selain itu, dirinya meminta agar Dinas Parekraf untuk bisa menjalin kerja sama dengan perbankan dan pihak swasta lainnya untuk mendukung festival tersebut sehingga bisa mendatangkan efek ekonomi bagi masyarakat.

“Kita mesti mendesain Festival Dugong dan Alquran Tua ini dalam bentuk sebuah narasi  yang menarik dan indah. Kita harus siapkan dengan betul, cek berulang kali jauh hari sehingga orang yang datang kagum. Nah itulah sesungguhnya, kita  wujudkan ekspektasi imajinasi pengunjung. Seremoni harus buat orang berkesan,” tutur Laiskodat sebagaimana rilis Humas Pemprov NTT dan menambahkan, “Alquran tua ini harus disimpan dalam suatu kotak besar, lalu dikunci dan hanya boleh dibuka satu kali satu tahun. Begitupun ikan dugong, boleh dipanggil hanya satu tahun sekali. Dengan itu nilai sakralnya semakin tinggi dan nilai ekonominya juga makin tinggi. Harus eksklusif.”

Ia juga meminta Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, baik itu Provinsi NTT maupun Kabupaten Alor untuk mendesain pariwisata yang sifatnya inklusif. 

Kepada masyarakat Alor, Gubernur Laiskodat  meminta untuk menjaga kelestarian budaya dan alam, khususnya Ikan Dugong.

Sementara itu Bupati Alor berterimakasih kepada Gubernur Laiskodat yang sudah memberi ruang untuk geliat pariwisata dan budaya Alor.

Ia juga mengatakan bahwa untuk meningkatkan potensi pariwisata di Alor, diperlukan sinergitas berbagai pemangku kepentingan baik pemerintah Provinsi, DPRD Provinsi, Pemerintah Kabupaten Alor, dan berbagai pihak lainnya.

“Ide cemerlang yang bapak gubernur titipkan kepada kami tentang pariwisata, hari ini kami wujudnyatakan dalam bentuk Festival Dugong dan Festival Alquran Tua.  Alor ini memang indah asal pandai kita menikmatinya,” tutur Bupati.

Adapun acara  pembukaan tersebut dihadiri oleh utusan khusus Presiden Republik Seychelles, Duta Besar RDTL, Pimpinan OPD Provinsi NTT dan Kabupaten Alor, Forkompinda Kabupaten Alor, rekanan media, dan para undangan lainnya. (Emild Kadju)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2019 NTTBANGKIT.

Tentang Kami   |   Tim Redaksi