Rab. Agu 12th, 2020

NTT Bangkit

Media Promosi Pariwisata,Bisnis dan Investasi NTT

Resmikan Cottage di Desa Wolwal Alor, Gubernur Laiskodat Jelaskan Konsep Pariwisata Integratif

3 min read

NTTBANGKIT.COM, ALOR — Usai membuka Festival Dugong dan Al’quran Kulit Kayu di Alor, Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat, dalam kunjungan kerjanya di Kabupaten Alor, meresmikan Cottage BUK BANG DOP VOKTORY di Desa Wolwal Kabupaten Alor pada Jumat (31/07/2020). 

Gubernur Laiskodat dalam kesempatan tersebut mengatakan bahwa Cottage BUK BANG DOP VOKTORY tersebut merupakan satu kesatuan dari rantai nilai pariwisata NTT.

“Kita bersyukur tempat ini telah selesai dibangun sebagai wujud salah satu rantai nilai pariwisata di NTT. Nilai ini sebagaimana punya manfaat bagi daerah dan masyarakat. Tempat ini disiapkan bukan sekedar orang menginap saja, melainkan menjadi tempat percontohan untuk orang datang belajar disini. Mengapa demikian, Karena konsepnya kita menyiapkan ekosistem pariwisata di tempat ini, karena akan terlihat jelas peran Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Desa,” jelas Gubernur Laiskodat sebagaimana rilis Humas Pemprov NTT dan melanjutkan, “Ke depannya saya mau Bapak Bupati Alor mengambil langkah-langkah strategis pengelolaan cottage ini, dimana  sebelum tempat ini kita pasarkan kepada pihak luar, terlebih dahulu kita sendiri yang menginap. Arahkan semua pimpinan OPD, Para Pengusaha/Kontraktor dan Organisasi Partai Politik agar menginap dan melaksanakan kegiatannya ditempat ini, mengapa demikian? Secara langsung kita bisa mengevaluasi dari sisi kebersihan kamarnya, palayanan terhadap tamu, kualitas makanannya, kebersihan lingkungannya, dan SDM yang ada, dari situlah kita terus berbenah sehingga terus adanya perbaikan guna terciptanya ekosistem pariwisata ditempat ini.

Mantan Anggota DPR-RI Fraksi Nasdem ini menjelaskan bahwa pariwisata bukan soal tempat wisata saja,tetapi juga soal hospitality agar para pengunjung bisa senang dan memiliki kesan mendalam terhadap destinasi pariwisata NTT.

Ia juga menambahkan bahwa desain pariwisata yang baik harus memenuhi beberapa unsur yaitu: attraction, activity, accessibility, accommodation, dan amenity.

Untuk itu Gubernur Laiskodat menekankan bahwa pariwisata harus bersifat integratif yang mana harus dikelola secara bersama, baik oleh pemerintah provinsi, Pemerintah daerah, bahkan sampai tingkat desa yang melibatkan masyarakat lokal.

“Tentunya kerjaan kita masih sangat banyak. Untuk itu daerah juga mesti mendukung, jangan lagi ada asumsi kalau dibangun oleh Pemerintah Provinsi maka  hanyalah kerjaan provinsi, mulai saat ini ubah pola pikir dan berubah. Kita kerjakan secara bersama-sama baik Pemerintah Provinsi maupun Kabupaten dan Desa,” tutur Laiskodat.

Sementara itu Bupati Alor Amon Djobo, dalam acara yang sama, menyampaikan bahwa pihaknya akan mendukung gagasan Gubernur tentang pariwisata dan budaya sebagai prime mover ekonomi masyarakat NTT. 

Ia juga sangat mendukung konsep Gubernur Laiskodat untuk mewujudkan ekosistem pariwisata integratif di Kabupaten Alor. 

“Kami siap untuk menindaklanjuti gagasan baik ini, karena langkah besar pembangunan pariwisata di NTT khususnya di Alor bukan saja dinikmati oleh kita melainkan generasi yang akan datang. Kami terus bergerak maju untuk mewujudkan pembangunan pariwisata di daerah ini, dimana salah satu langkah yang kami lakukan yaitu sementara pengembangan bandar udara untuk jenis pesawat boeing, perbaikan infrastruktur jalan, pengembangan SDM masyarakat serta peningkatan ekonomi masyarakat,” tutur Bupati Amon sebagaimana rilis Humas Pemprov NTT.

Acara peresmian tersebut juga dihadiri oleh Staf Khusus Gubernur, Para Pimpinan OPD Provinsi NTT, Forkompinda Kabupaten Alor, dan pimpinan OPD Kabupaten Alor. 

Tidak lupa Gubernur Laiskodat, di sela-sela sambutannya juga mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriah bagi seluruh umat muslim di provinsi NTT.

Ia juga menambahkan bahwa provinsi NTT merupakan provinsi yang khas karena masyarakatnya memiliki banyak budaya dan adat istiadat, serta menjunjung tinggi nilai-nilai perbedaan dalam persatuan baik itu agama, sosial, maupun budaya. (Emild Kadju)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2019 NTTBANGKIT.

Tentang Kami   |   Tim Redaksi