Sab. Jan 16th, 2021

NTT Bangkit

Media Promosi Pariwisata,Bisnis dan Investasi NTT

Gubernur Laiskodat Tegaskan TNK Sebagai Wilayah Konservasi Komodo

2 min read

Gubernur Laiskodat, saat menerima kunjungan Staf khusus Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bidang Keamanan Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta beserta rombongan di ruang kerja Gubernur, selasa (04/08/2020)

NTTBANGKIT.COM, KUPANG — Setelah beberapa waktu lalu status Taman Nasional Komodo (TNK) menjadi polemik di kalangan masyarakat, kini Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat menjelaskan sekaligus menegaskan bahwa TNK merupakan kawasan khusus yang disiapkan sebagai wilayah konservasi. 

Hal ini disampaikannya mengingat TNK merupakan habitat asli dari biawak Komodo sejak ribuan tahun lalu. 

Dengan status tersebut, Gubernur Laiskodat, saat menerima kunjungan Staf khusus Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bidang Keamanan Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta beserta rombongan di ruang kerja Gubernur, selasa (04/08/2020), menggarisbawahi bahwa kedepannya kuota pengunjung TNK akan dibatasi.

“Pulau Komodo disiapkan khusus sebagai pulau konservasi, yang nantinya wisatawan yang mau masuk kesana harus tercatat sebagai member (anggota, red.) dan kita batasi tidak boleh lebih dari 50.000 pengunjung dalam setahun,” tutur Laiskodat sebagaimana informasi yang diperoleh dari Humas Pemprov NTT.

Selain itu, putera asli Semau tersebut mengatakan bahwa pulau Komodo akan tetap dibiarkan natural sebagaimana adanya, dan tidak boleh dibangun restoran, penginapan, dan tempat-tempat sejenis.

“Saya minta tidak boleh dibangun hotel baik resort atau lainnya di dalam TNK, Pembangunan hotel semuanya mengarah ke Tanamori. Saya mau yang ada disekitar TNK hanya hotel apung yang memiliki 80 sampai dengan 100 kamar,” tutur Laiskodat.

Mantan Anggota DPR RI Fraksi Nasdem ini juga mengatakan bahwa TNK memiliki level premium sebagai kawasan wisata karena Komodo merupakan ikon hidup yang memiliki daya tarik tinggi.

“Kenapa pulau Komodo levelnya premium? Karena nanti kita akan datang untuk lihat mereka (Komodo) hidup secara liar di alam liar yang tentunya akan sangat menarik bagi wisatawan serta  memiliki nilai jual yang sangat tinggi,” tutur Laiskodat sebagaimana keterangan tertulis dari Humas Pemprov NTT. 

Itulah alasan mengapa Gubernur Laiskodat dalam masa kepemimpinannya akan memperhatikan dan merawat pulau Komodo sebagai pulau konservasi.
Dirinya juga meminta kepada Badan Otoritas Pariwisata  Labuan Bajo Flores (BOPLBF) dan masyarakat NTT khususnya Manggarai Barat agar bisa mendukung gagasan dan program konservasi TNK, bukan untuk dirinya, tetapi untuk masa depan Komodo dan masa depan pariwisata NTT yang saat ini tengah bergeliat ke dunia internasional. (Emild Kadju)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2021 NTTBANGKIT.

Tentang Kami   |   Tim Redaksi