Sel. Des 1st, 2020

NTT Bangkit

Media Promosi Pariwisata,Bisnis dan Investasi NTT

Dana Pinjaman Daerah Cair, Wagub Nae Soi: Siap Bangun Infrastruktur NTT

2 min read
Wakil Gubernur NTT, Josef A. Nae Soi bersama pihak PT SMI di Jakarta (Senin, 24/08/2020)

NTTBANGKIT.COM, JAKARTA — Wakil Gubernur NTT, Josef A. Nae Soi menyambangi kantor pusat PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) untuk melakukan penandatanganan secara langsung  Perjanjian Pinjaman Daerah untuk NTT, bersama Direktur Utama (Dirut) PT SMI, bertempat di Kantor Pusat PT SMI di Jakarta Pusat pada Senin (24/8/2020).

Selain menandatangani PPD, Wagub Nae Soi juga membereskan berkas-berkas untuk penyaluran pinjaman dari PT SMI sebesar 189,7 miliar rupiah di Kantor Pusat PT SMI.

Hal tersebut untuk menindaklanjuti penandatanganan Perjanjian Pinjaman Daerah antara Pemerintah Provinsi  NTT dengan PT SMI secara virtual pada Rabu (5/8/2020) lalu antara Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) dan Direktur Utama (Dirut) PT SMI Edwin Syahruzad.

Wagub Nae Soi juga menjelaskan bahwa pemerintah Provinsi NTT mengajukan permohonan pinjaman kepada PT SMI senilai Rp. 1,5 triliun untuk enam sektor yakni infrastruktur jalan, pengembangan perikanan, peternakan, pertanian, kehutanan dan penanaman porang.

Seperti diberitakan sebelumnya, pinjaman dari PT SMI itu diperuntukan untuk  dua fasilitas pembiayaan yakni fasilitas pertama untuk pembangunan 7 ruas jalan provinsi sebesar 66 miliar rupiah dan fasilitas kedua, juga untuk pembangunan 9  ruas jalan provinsi sebesar 123,7 miliar rupiah. Pembangunan ruas jalan ini tersebar di pulau-pulau di NTT dengan panjang sekitar 189 kilometer.

Dalam kesempatan tersebut, Wagub Nae Soi juga menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada PT SMI atas yang berkenan memberikan bantuan pinjaman untuk provinsi NTT, mengingat untuk membangun NTT tidak bisa hanya bergantung pada dana dari pusat seperti Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK).  

“Terima kasih kepada Kementerian Keuangan dan PT SMI karena telah mengabulkan permohonan kami. Panjang jalan provinsi di seluruh kabupaten/kota di NTT sekitar 2.600-an kilometer. Sebagian besar dalam keadaan rusak berat dan ringan. Tidak mungkin, kami hanya bergantung pada dana transfer untuk membereskan ini. Belum lagi untuk bangun infrastruktur lainnya seperti embung, air dan lain sebagainya. Juga untuk pengembangan pertanian, peternakan, perikanan dan kelautan serta sektor lainnya,” jelas Wagub Josef sebagaimana rilis Humas Pemprov NTT dan menambahkan, “Kami berharap setelah pencairan pinjaman tahap pertama ini, akan segera diikuti dengan (pencairan) tahap berikutnya. Apalagi kami senantiasa dipermudah dan didampingi oleh tim dari SMI untuk pengurusan administrasinya.”

Sementera itu Dirut PT SMI, Edwin Syahruzad juga memuji dan mengantisipasi  Pemprov NTT yang berpikir out of box sehingga berani melakukan pinjaman untuk pembangunan infrastruktur di provinsi berbasis kepulauan tersebut.

Dalam acara yang juga dihadiri oleh Direktur Pembiayaan dan Investasi PT SMI, Sylvi J. Gani, Direktur Operasional dan Keuangan PT SMI, Darwin Trisna Djajawinata, Komisaris Utama Bank NTT, Juvenile Jodjana, Staf Khusus Bidang Politik dan Pemerintahan, Imanuel Blegur, Kaban Keungan NTT, Zacharias Moruk tersebut, Edwin mengatakan bahwa pencairan pinjaman tahap pertama dapat berjalan dengan baik karena Pemprov NTT berani membuka diri untuk membangun komunikasi yang intensif dengan pihaknya.

“Baguslah kita sudah bisa merealisasikan pinjaman tahap pertama ini. Dengan masih adanya  relaksasi dan  signifikansi untuk proses peminjaman daerah, kami berharap tim dari pemerintah provinsi NTT dapat mempersiapkan segala administrasinya secara lebih awal untuk pinjaman tahap berikutnya,” tutur Edwin. (Emild Kadju)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2019 NTTBANGKIT.

Tentang Kami   |   Tim Redaksi