Ming. Nov 29th, 2020

NTT Bangkit

Media Promosi Pariwisata,Bisnis dan Investasi NTT

Gubernur Laiskodat: Kolaborasi Untuk Pemulihan Ekonomi Daerah

3 min read

NTTBANGKIT.COM, KUPANG — Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat, dalam pertemuan dengan tema “Strategi Percepatan Pembangunan dan Pemulihan Ekonomi Di Provinsi Nusa Tenggara Timur,” yang dilaksanakan di Aula Fernandez Kantor Gubernur NTT pada Rabu (26/08/2020), meminta semua pihak mulai dari Pemerintah Provinsi, Kabupaten, Masyarakat, Pihak Perbankan, Lembaga Keuangan, hingga Pelaku Usaha dan UMKM untuk bekerja keras untuk memulihkan ekonomi Provinsi NTT. 

“Kondisi saat ini pada pemulihan ekonomi di daerah kita tentunya kita harus benahi semuanya. Mulai dari Pemprov, Kabupaten, pelaku usaha dan pihak perbankan serta Lembaga keuangan. Kinerja kita masih dalam perencanaan program. Belum kita kontrol hingga sampai pelaksanaan di lapangan. Walaupun Pemerintah merencanakan desain program pemulihan dengan baik tapi bila SDM pengelola dilapangan masih timbul masalah ini harus kita tangani bersama,” tutur Laiskodat sebagaimana informasi yang diperoleh dari Humas Pemprov NTT dan menambahkan, “Saya mau dalam dua minggu kedepan, kita rapat bersama antara UMKM dan pihak industri dengan melibatkan OJK, dan Perbankan. Kita cari tahu setiap UMKM masalahnya pada apa, kita lihat produknya apa, masalah apa yang dihadapi pada masa pandemi covid 19 ini, apakah ada kendala dalam pemasarannya. Jadi kita bisa tahu langsung masalahnya di lapangan. Dengan demikian maka kita kerja bersama dengan percepatan kredit-kredit yang diberikan pada UMKM ataupun relaksasi dan solusi lainnya.”

Untuk mencapai hasil maksimal, Putera asli Semau ini juga meminta agar penanganan ekonomi daerah harus memiliki peta target tertentu.

Maka daripada itu dibutuhkan manajemen supply chain agar perputaran ekonomi masyarakat bisa bergerak baik.

“Bila kita berbicara untuk sektor pariwisata, maka kita lihat juga supply chain yang turut mendukung. Bila kita pergi ke Lelogama dan Bokong, disana itu setiap akhir pekan banyak orang yang berkunjung kesana namun belum ada restoran disana. Ini harus diperhatikan. Harus ada restorannya dan saya juga mau makanan yang disediakan juga harus dari sektor-sektor pendukung di Kabupaten Kupang mulai dari pertanian, perkebunan, dan perikanan yang diantaranya beras, ikan, daging, bawang dan lain-lain. Dengan demikian ada dukungan untuk pariwisata dengan restorannya disana,” jelas Laiskodat.

Masih seputar tema yang sama, Bupati Kupang Korinus Masneno mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Kupang dalam hubungan dengan pemulihan ekonomi daerah Provinsi NTT, akan mendukung sektor-sektor strategis seperti pertanian, perkebunan, dan perikanan. 

“Dalam kondisi seperti ini, kita harus bisa bangkit kembali. Pemulihan kita mulai dari pertanian, perkebunan dan perikanan. Khusus untuk pertanian tahun ini kami akan panen jagung untuk juga mendukung Program Tanam Jagung Panen Sapi dan saat ini kami akan panen 1000 hektar. Kita kerja bersama mulai dari pengelolaan lahan, air, pengelolaan jagung hingga menghasilkan produksi sapi. Lokasi kami yang dekat dengan Provinsi dan tentunya sangat membantu dan memudahkan kami untuk masuk dalam pasar,” jelas Korinus.

Sementara itu Plt. Direktur Utama Bank NTT Harry A. Riwu Kaho selaku moderator diskusi mengatakan bahwa untuk mendukung pemulihan ekonomi, dibutuhkan spirit pembangunan berkelanjutan untuk membangkitkan baik itu Pemerintah, Pemangku Kepentingan, masyarakat, dan kolaborasi dari berbagai pihak. 

Sejalan dengan grand design tersebut, Kepala OJK NTT Robert HP. Sianipar mengatakan bahwa Sektor Jasa Keuangan sangat ingin mendorong pemulihan ekonomi NTT dengan pola memadukan sektor real dengan sektor keuangan serta relaksasi terutama bagi UMKM yang memiliki kapasitas besar dalam pemulihan ekonomi daerah.

Sementara itu Kepala Kantor Bank Indonesia NTT I Nyoman Ariawan Atmaja, mengatakan bahwa pihaknya akan membantu Pemprov untuk mendorong pengembangan potensi yang ada di NTT, seperti ekonomi, sosial, dan budaya.

“Peluang kita untuk memulihkan ekonomi ini ada pada UMKM dan juga potensi yang ada di NTT. UMKM kita sangat banyak dan berpengaruh besar pada ekonomi kita. Total anggaran yang digelontorkan pemerintah untuk pemulihan ekonomi tahun 2020 ini adalah 677 Triliun dan 356 triliun untuk tahun 2021. Kita harus ambil peluang ini untuk pemulihan ekonomi kita dengan potensi Produksi Garam, Kopi, Jambu Mete, dan Sapi,” jelas I Nyoman sebagaimana Informasi dari Humas Pemprov NTT. (Emild Kadju)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2019 NTTBANGKIT.

Tentang Kami   |   Tim Redaksi