Ming. Nov 29th, 2020

NTT Bangkit

Media Promosi Pariwisata,Bisnis dan Investasi NTT

Masyarakat Dispora NTT Angkat Citra NTT di Tanah Rantau, IKB Jadi Pemersatu

4 min read

Kepala Badan Penghubung NTT, Drs. Viktor Manek, M.Si, saat acara pegelaran Tarian Caci Manggarai di Anjungan NTT, Taman Mini Indonesia (TMII), beberapa waktu llalu. (*)

JAKARTA, NTTBANGKIT.COM,-Masyarakat Diaspora NTT adalah garda depan dari masyarakat Provinsi NTT. Meskipun masyarakat NTT Diaspora menetap di daerah lain dengan tujuan memperbaiki kehidupan ekonomi, mereka tetap mempunyai rasa cinta kampung halaman di NTT. Di satu sisi, begitu banyak warga Diaspora yang meraih kehidupan ekonomi yang mapan, namun di sisi lain ada begitu banyak warga NTT Diaspora yang hidup penuh keterbatasan dan banyak pula yang menghadapi berbagai persoalan pekerjaan karena kepergian mereka ke daerah lain tidak dengan dokumen kependudukan yang legal.

Menyikapi situasi itu, Kepala Badan Penghubung NTT, Drs. Viktor Manek, M.Si, dalam kunjungan ke berbagai provinsi bertemu sesepuh, tokoh, tokoh dan warga NTT Diaspora, berharap seluruh warga NTT dapat bergabung dalam ikatan keluarga besar atau IKB-IKB yang dibentuk. Dengan bergabung di berbagai IKB yang ada, maka berbagai masalah dapat diselesaikan bersama-sama dalam organisasi atau wadah kekeluargaan orang NTT tersebut.

“Masyarakat Diaspora NTT ini jumlahnya sangat banyak di semua provinsi. Ada sebagian besar warga terdata dalam organisasi, dan masih ada begitu banyak warga NTT yang tidak terdata secara baik dan valid. Hal ini menjadi kesulitan tersendiri ketika mereka mengalami atau menghadapi masalah. Sebagai pelindung dan pembina dari seluruh IKB yang ada, maka saya meminta dan berharap agar semua warga NTT yang tinggal di luar NTT dapat bergabung dalam IKB-IKB yang ada di daerah tersebut,” pinta Kaban Viktor Manek di Kantor Badan Penghubung NTT, Tebet, Jakarta, Selatan beberapa waktu lalu.

Dalam kunjungan ke daerah-daerah, Viktor Manek menemukan berbagai persoalan yang dihadapi, seperti masalah hubungan yang tidak harmonis antara satu sama lain, ada konflik vertikal dan horizontal, masalah hukum, masalah tenaga kerja (PHK), dan kesenjangan sosial yang mengakibatkan mereka tidak bersatu. Menghadapi berbagai persoalan tersebut, seringkali mereka berjuang sendiri-sendiri untuk keluar dari situasi konfik. Hal tersebut, karena ketika merantau dan tiba ditempat tujuan, mereka hidup sendirian tanpa membangun relasi dan komunikasi satu sama lain, terutama bergabung dalam IKB-IKB yang ada apapun namanya.

“Hingga saat ini masih ada begitu banyak warga yang enggan atau tidak mau bergabung dalam organisasi-organisasi kekeluargaan orang NTT tersebut, tentunya dengan berbagai alasan termasuk jarak tempat kerja yang jauh dari kota. Namun, saya berharap ke depan, mereka dapat membangun komunikasi yang baik dan bergabung dalam wadah paguyuban yang ada. Selain itu, para pengurus IKB-IKB juga harus pro aktif merangkul atau melakukan pendekatan dan pendataan secara baik, agar tidak terjadi geb atau jarak antara sesama warga NTT di daerah tersebut. Persatuan dan kesatuan, solidaritas dan kekompakan menjadi modal utama kita dalam membangun NTT, meskipun kita berada di luar NTT,” kata Kaban Viktor Manek yang juga dipercayakan sebagai Ketua Umum Forum Kepala Badan Penghubung se-Indonesia (FORKAPPSI) ini.

Hal serupa juga disampaikan beberapa ketua IKB NTT di beberapa provinsi, salah satunya adalah Goris Dala sesepuh NTT di Palangkaraya, Kalimantan Selatan beberapa waktu lalu. Menurut dia, hingga saat ini, sangat banyak warga dari NTT pergi merantau untuk mencari kerja dan tinggal di Kalimantan Selatan. Faktor-faktor yang mendorong mereka ke luar daerah, antara lain ingin mencari pekerjaan yang lebih baik dan merubah nasib. Sayangnya, ada begitu banyak warga yang kemudian menuai masalah karena minimnya keterampilan yang dimiliki (SDM), dan tidak melengkapi diri dengan administrasi atau dokumen kependudukan yang legal, seperti KTP dan Akta Kelahiran, ijasan dan surat baptis. Dengan tidak adanya dokumen kependudukan yang lengkap, mereka sulit mendapatkan pekerjaan atau seringkapi ditipu atau ditindas di tempat dimana ia mencari kerja. Mereka kemudian menjadi masalah yang berdampak hukum.

Wakil Gubernur NTT, Drs. Josep A. Nae Soi dalam beberapa kegiatan tatap muka dengan warga NTT Diaspora di Jakarta, terus menerus mengajak dan menekankan agar orang NTT di luar NTT harus bersatu, kompak dan hidup bersama saling bahu-membahu dan membantu dalam menghadapi berbagai persoalan suka dan duka. Dia meminta semua orang NTT di luar NTT dapat hidup dengan harmonis dengaan warga setempat dan membangun komunikasi dengan pemerintah setempat demi terciptanya citra orang NTT yang baik,” pinta Wagub Nae Soi.

“Orang NTT hitam kulitnya dan keriting rambutnya serta kasar sering dilihat sebelah mata dan dinilai orang jahat. Saya tegaskan bahwa orang NTT itu baik hatinya, jadi mari kita jaga citra kita orang NTT ketika berada atau bekerja dan tinggal di luar daerah,” pinta Nae Soi

Lebih jauh, Wagub Nae Soi yang juga rajin mengurusi masalah-masalah ketenagakerjaan, menegaskan kembali pentingnya mengurus dokumen perjalanan secara lengkap, baik dari desa hingga kabupaten agar setibanya di tanah rantau tidak menimbulkan masalah baru yang berdampak hukum. Pasalnya, sudah ada begitu banyak kasus tenaga kerja ilegal yang menjadi momok tersendiri bagi pemerintah dan masyarakat NTT.

Diakui Wagub Nae Soi, warga NTT Diaspora adalah bagian integral dari masyarakat dan Pemerintah Provinsi NTT mempunyai peranan penting dalam pembangunan ekonomi dan sumber daya manusia (SDM) NTT. Jutaan orang NTT di luar NTT telah memberikan sumbangan besar dalam pembangunan NTT di berbagai bidang. Mereka telah berjuang membangun kehidupan ekonominya di tanah rantau, ada banyak yang sukses di berbagai bidang telah mengangkat nama dan citra orang NTT. ada begitu banyak orang NTT sukses di bidang politik, ekonomi, advokat dan akademisi, dan jurnalis telah membuktikan bahwa orang NTT di luar sangat berkualitas. (KornelisMoaNita/NB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2019 NTTBANGKIT.

Tentang Kami   |   Tim Redaksi