Sel. Des 1st, 2020

NTT Bangkit

Media Promosi Pariwisata,Bisnis dan Investasi NTT

Forum Timor Lais Manekat Kota Bandung Gelar Deklarasi dan Ulang Tahun

4 min read

Acara Deklarasi dan HUT Forum Timor Lais Manekat Kota Bandung . Tampak Kasubid Promosi dan Kerja Sama Kantor Badan Penghubung NTT, Agustina M. Thung menerima penyerahan Kaos Forum oleh Pembina forum, Ir Benny Amfeto (*)

Pembina Forum Timor Lais Manekat, Kota Bandung, Jawa Barat, Kolonel Kavaleri Ir. Benyamin Amfeto, MT,MDM.
Ketua Forum Timor Lais Manekat, Yesaya Uas memberikan sambutan saat acara deklrasi.

BANDUNG,NTTBANGKIT.COM,-FORUM Timor Lais Manekat Kota Bandung menggelar acara Deklarasi dan Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT ke-I di Kota Bangung, Minggu, (13/9/2020). Kurang lebih 5000 pengurus dan anggota Forum ini menggelar deklarasi dan HUT penuh suka cita dalam suasana kekeluargaan. Acara ini dihadiri Kasubid Promosi dan Kerja Sama, Kantor Kepala Badan Penghubung NTT, Agustina M. Thung yang mewakili Kepala Badan Penghubung NTT, Drs.Viktorius Manek, M.Si.

Agustina dalam sambutannya, memberikan apresiasi yang tinggi atas pendirian Forum Timor Lais Manekat yang diprakrasai putra-putri Timor -NTT di Kota Bandung, Jawa Barat yang dipimpin Kolonel Kavaleri Ir. Benyamin Aninfeto,MT.MDM, yang kemudian menjadi pembina Forum ini. agustina juga memberikan apresiasi terhadap semangat solidaritas, kekompokan dan persatuan dan kesatuan warga NTT di Kota Bandung yang sukes mendirikan forum tersebut dengan menjalankan berbagai program untuk peningkatan ekonomi, salah satunya dibidang peternakan sapi dan pertanian dan perkebunan kopi.

“Kami memberikan apresiasi dan mengucapkan selamat atas pendirian, deklarasi dan Hut forum ini. Sebagai pembina seluruh IKB NTT Diaspora apa yang dilakukan putra-putri Timor Kota Bandung ini luar biasa. Jadi patut kami berikan apresiasi. Semoga forum ini dapat merangkul, menjaga kekompokan dan persatuan dan kesatuan semua orang NTT yang tinggal di Kota Bandung,” kata Agustina yang membawakan sambutan mewakili Kepala Badan Penghubung NTT, Viktorius Manek yang tengah bertugas di Kupang.

Di hadapan seluruh pengurus dan anggota forum, Agustina menjelaskan bahwa saat ini Pemerintah Provinsi NTT dibawa kepemimpinan Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat, SH dan Wakil Gubernur Drs. Josep A. Nae Soi, M.Si tengah bekerja keras membangun NTT dengan moto” NTT Bangkit, NTT Sejahtera.” Untuk menuju NTT yang sejahtera, Pemerintah NTT menjalankan berbabagai progam pembangunan, di bidang infrastruktur, bidang pertanian dan sektor kelautan, bidang kesehatan dengan memerangi stunting dan bidang pendidikan untuk meningkatkan SDM yang masih tertinggal dari daerah lain.

Dari tahun ke tahun, lanjut Agustina, NTT terus diberi predikat sebagai provinsi termiskin dan tertinggal. Menyadari NTT yang masih menjadi provinsi termiskin, Gubernur dan Wakil Gubernur NTT dengan moto NTTBangkit NTT Sejahtera bertekat kuat membangun ekonomi NTT dengan fokus menggenjot sektor pariwisata sebagai Prime Mover. Pariwisata akan menjadi penggerak utama bagi berkembangnya sektor-sektor lainnya. Dengan membangun pariwisata, Pemerintah NTT meyakini sektor pariwisata akan meningtkatkan ekonomi rakyat dan meningkatan pendapatan daerah. Saat ini, infrastruktur penunjang pariwisata di berbagai destinasi wisata di NTT terus dibenahi dan terus dibangun. Selain itu, berbagai obyek wisata terus dipromosi, termasuk ivent-ivent budaya dan pariwisata di semua kabupaten.

Dikatakan Agustina, dalam mendukung pembangunan di NTT , maka Pemerintah NTT membutuhkan dukungan yang besar dari Pemerintah Pusat dan seluruh masyarakat NTT yang berada di NTT maupun masyarakat NTT Diaspora yang berada di luar NTT, termasuk di Bandung, Jawa Barat.

“Orang NTT yang berambut keriting, berkulit hitam dan muka bertampang seram, seringkali dinilai sebagai orang jahat dan kejam. Image ini harus kita hapus karena meski kulit hitam dan rambut keriting tetapi hatinya putih nan tulus. Meski masih banyak orang NTT Diaspora yang masih berjuang mengubah ekonominya, namun fakta membuktikan bahwa sudah ada begitu banyak orang NTT yang berhasil menjadi orang sukses setelah berada di luar NTT. Hal itu juga menjadi bukti bahwa orang NTT berkualitas, ulet, jujur dan loyal pada profesi pekerjaan mereka masing-masing,” ujarnya.

Sebagai masyarakat NTT Diaspora, Agustina mengajak seluruh pengurus dan anggota forum harus tetap bersatu dan saling mendukung satu sama lain dalam suka maupun duka. Dia juga mengajak semua orang NTT di Kota Bandung bisa bergabung diberbagai ikatan-ikatan keluarga besar (IKB-IKB) yang didirikan, termasuk Forum Timor Besar Lais Manekat Bandung-Jawa Barat yang telah dideklarasikan dan merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-I.

“Melalui ikatan-ikatan keluarga, rumpun dan organisasi kekeluargaan menjadi rumah bersama untuk saling mengenal, saling membantu dan saling mendukung dalam berbagai aktivitas. Hindari konflik dengan sesama orang NTT maupun dengan warga dimana kita tinggal menetap, karena dengan persatuan dan kebersamaan dalam membangun solidaritas yang aman dan damai kita menjaga citra Pemerintah dan masyarakat NTT,”kata Agustina.

Sementara itu, Kolonel Kavaleri Ir. Benyamin Aninfeto, selaku pembina forum ini, menjelaskan sejarah singkat pendirian forum tersebut. Dikatakan sesepuh Putra Timor yang sangat terkenal di Kota Bandung ini, awalnya hanya ada sebuah kelompok arisan orang-orang Timor yang sering berkumpul setiap bulan. Kelompok arisan ini lama kelamaan menjadi besar jumlahnya karena banyak orang yang mulai bergabung. Di dalam kelompok arisan tersebut, ada orang Malaka, Belu, Kefa-TTU, Soe-TTS dan dari Kabupaten Kupang dan Kota Kupang.Jumlahnya terus bertambah hingga mencapai kurang lebih 5000 anggota.

Diterangkan pria berlatar belakang TNI yang murah senyum dan familiar itu, karena anggota sudah mencapai 5.000 orang, maka kemudian digagaslah pendirian sebuah organisasi yang berbentuk forum dan diberi nama Forum Timor Lais Manekat Kota Bandung yang dipimpin Ketua Yesaya. Pengurus dan anggota forum ini tersebar di seluruh kota Bandung.

Dikatakannya, sejak didirikan, forum ini telah melaksanakan berbagai program, diantaranya membangun hubungan toleransi antar umat beragama di Kota Bandung dengan memberikan Takjil pada umat Muslim dan membersihkan Masjid, dan ikut menjaga keamanan di hari Raya Idul Fitri. Selain itu, ada program-program internal pengurus dan anggota untuk meningkatkan ekonomi, seperti peternakan sapi unggul dan pengembangan perkebunan kopi unggul yang delapan bulan sudah berbunga dan beberapa prgram ekonomi produktif lainnya.

Sementara itu, melalui forum ini juga terus mendukung program pariwisata Gubernur dan Wakil Gubernur NTT dengan cara memfasilitasi para investor yang akan dan mau berinvestasi di NTT. Saat ini, sudah 5 orang investor yang disiapkan untuk berinvestasi di NTT dalam bidang pariwisata.

“Melalui forum ini, selain kami membangun ekonomi sesama orang Timor-NTT di Kota Bandung, mempererat tali silahturahmi, persatuan dan kesatuan, kami juga terus mendukung program pembangunan di NTT yang dilakukan Gubernur dan Wakil Gubernur serta para bupati dan walikota. Selain melaksanakan program peternakan sapi unggul dan pertanian serta perkebunan kopi, kami juga mendukung penuh program pariwisata dan ekonomi dengan cara memfasilitasi para investor yang mau berinvestasi dalam pengembangan bisnis pariwisata di NTT,” ucap Beny yang juga mengembangkan tanaman sirih dan pinang di Timor di Kota Bandung ini. (kornelisMoaNita/NBC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2019 NTTBANGKIT.

Tentang Kami   |   Tim Redaksi