Sen. Sep 21st, 2020

NTT Bangkit

Media Promosi Pariwisata,Bisnis dan Investasi NTT

Lawan Kemiskisnan, Gubernur Laiskodat Siapkan Program TJPS di Sumba

2 min read

SUMBA, NTTBANGKIT.COM – Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, saat memberikan sambutan pada acara Pencanangan Program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) di Desa Umbu Pabal Kecamatan Umbu Ratu Nggai, Sumba Tengah, Senin (07/09/2020) lalu mengatakan bahwa Pulau Sumba merupakan pulau terindah di dunia. Namun Sumba secara keseluruhan juga punya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang rendah. Tingkat kemiskinan di Sumba seturut  data statistik juga paling tinggi untuk NTT. Karenanya perlu upaya  ekstra agar pulau ini maju menuju sejahtera.

“Ini tantangan buat Sumba.  Saya tidak mau Sumba seperti ini terus. Tadi saya bersama dengan para bupati se-Sumba, minus kaka Niga (Bupati Sumba Barat, Agustinus Niga Dapawole) sepakat untuk bekerja lebih keras. Saya punya komitmen sebagai Gubernur, saya tidak mau Sumba miskin dan tertinggal seperti ini terus,” ungkap Gubernur Laiskodat, sebagaimana informasi yang diperoleh dari Humas Pemprov NTT dan menambahkan, “Saya mau di bawah Pemerintahan saya, tidak boleh  Sumba alami masalah besar dengan kemiskinan, pendidikan dan kesehatan. Terima kasih pak Bupati Sumba Barat Daya, Bupati Sumba Barat, Bupati Sumba Tengah dan Sumba Timur. Kita akan siapkan kolaborasi yang baik di pulau ini. Berapa anggaran tiap kabupaten di Sumba dan Provinsi juga mendukung porsi anggaran yang lebih besar. Kita buat apa, langsung harus jadi. Pulau ini harus panen terus hasil pertanian  sebanyak mungkin sepanjang tahun.” 

Mantan Anggota DPR RI Fraksi Nasdem ini juga mengajak semua pemangku kepentingan untuk mengubah keadaan di Sumba, melalui kerjasama dan kolaborasi yang intens antara Para Maramba (tokoh masyarakat), TNI/POLRI, Gereja, dan anak-anak muda sebagai pewaris masa depan.

“Kita harus pastikan semua punya mimpi yang sama, dari timur sampai barat daya. Kita ingin bangun ini pulau. Jangan takut hitam turun lapangan. Supaya kalau buka data atau buku kemiskinan lagi, nama Sumba sudah tidak ada. Dan ini semua harus dikerjakan dengan cara tidak biasa, bukan dengan cara biasa.Tidak mungkin dengan cara bupati lebih banyak di kantor selama 5 hari, tapi harus lebih banyak turun lapangan,” tambah Laiskodat.

Program TJPS, demikian Laiskodat, merupakan salah satu program unggulan Pemprov NTT untuk membebaskan Sumba dari kemiskinan. 

“Jagung itu akan dijual, Sementara batangnya akan dibuat untuk pakan ternak  Supaya kita jangan datangkan pakan ternak dari luar NTT lagi,” tutur Laiskodat.

Putera asli Semau tersebut juga mengatakan bahwa tahun depan pihaknya akan menyiapkan pabrik pakan ternak di Sumba Tengah. Setelah itu, akan disiapkan benih babi unggulan, dengan estimasi sampai tahun 2023, sudah ada 1 juta anakan babi di Sumba.

“Kalau satu juta kali harga anakan babi seharga 1 juta rupiah berarti kita butuh uang 1 triliun rupiah. Kita anggarkan mulai tahun depan sampai tahun 2023, pemerintah Provinsi berkolaborasi dengan seluruh pemerintah kabupaten di Sumba. Agar seluruh rantai pasok untuk pariwisata di Sumba berasal dari masyarakat di sini,” papar Laiskodat tentang sumber anggarannya. (Emild Kadju)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2019 NTTBANGKIT.

Tentang Kami   |   Tim Redaksi