Rab. Nov 25th, 2020

NTT Bangkit

Media Promosi Pariwisata,Bisnis dan Investasi NTT

Wagub Nae Soi Tekankan Kualitas Produk UMKM Pada Ekspo Anak Negeri 2020

3 min read

Wagub NTT, Josef A. Nae Soi, saat memberikan arahan dalam Pertemuan Persiapan Ekspo Anak Negeri 2020 yang dilaksanakan di Aula Fernandez Kantor Gubernur NTT pada Senin (14/09/2020)

KUPANG, NTTBANGKIT.COM – Wakil Gubernur NTT, Josef A. Nae Soi, saat memberikan arahan dalam Pertemuan Persiapan Ekspo Anak Negeri 2020 yang dilaksanakan di Aula Fernandez Kantor Gubernur NTT pada Senin (14/09/2020), meminta agar seluruh Organisasi Pimpinan Daerah untuk mempercepat penyerapan anggaran pemerintahan. Dikatakannya penyerapan anggaran belanja pemerintah harus mencapai angka 75 % di akhir bulan september. 

“Dalam percepatan pemulihan ekonomi di NTT maka saya ingin  penyerapan anggaran pemerintah harus mencapai 75% pada akhir bulan september ini. Anggaran belanja dalam penyerapannya harus dipercepat. Kita harus kerja cepat karena dalam situasi pandemi covid 19 seperti ini maka kesejahteraan rakyat adalah yang tertinggi. Kita utamakan itu,” tutur Wagub Nae Soi sebagaimana informasi dari Humas Pemprov NTT.

Politisi partai Golkar ini juga mengaku akan turun ke setiap OPD Pemprov NTT untuk mengecek penyerapan anggaran di setiap kabupaten/kota apakah sudah baik atau belum. 

“Saya akan tegas untuk hal ini. Kita yang jadi mediator antara anggaran dan masyarakat,” tutur Nae Soi dan menambahkan, “Dalam pemulihan ekonomi harus dilakukan dengan kolaborasi dengan cara kerja yang cepat. “Kita harus kolaborasi dengan pola pikir grow mindset yang bertumbuh dengan loncatan-loncatan yang ada. Maka dalam kolaborasi itu harus saling bertukar informasi, berkonsultasi terkait hal teknis dan melibatkan semua pihak untuk mencapai tujuan.”

Dalam hubungan dengan pemulihan ekonomi nasional, Wagub Nae Soi juga menghimbau semua pihak terkait untuk memperkuat UMKM karena merupakan salah satu penopang ekonomi.

Oleh karena itu semua produk yang dihasilkan oleh UMKM harus menekankan pada kualitas produk, karena kualitas yang baik pada dasarnya merupakan ekspektasi pasar.

Untuk itu, Ekspo Anak Negeri 2020 yang digelar pada 16-17 September 2020 bertempat di Millenium Ballroom Kupang dan dibuka mulai pukul 09.00 WITA hingga 18.00 WITA tersebut sengaja didesain Pemerintah untuk mempertemukan pelaku industri (UMKM) dengan pasar.

“Untuk kegiatan Ekspo nanti ini sangat bagus karena kita  pertemukan konsumen dan produsen.

Sementara itu, Kepala Biro Ekonomi dan Kerja Sama NTT, Lery Rupidara yang bertindak sebagai moderator menjelaskan pertemuan tersebut selain untuk menggagas kegiatan ekspo anak negeri juga adalah lanjutan Pertemuan Forum Lembaga Jasa Keuangan Provinsi NTT beberapa waktu lalu bersama Pemprov NTT.

“Pertemuan ini sebagai pertemuan  lanjutan kami bersama FKLJK dan juga pada ekspo nanti akan ada produk-produk komoditi unggulan dari para UMKM. Ekspo ini juga untuk membantu adanya transaksi langsung antara konsumen dan produsen. Dalam ekspo ini juga dimaksudkan sebagai business matching, dan business coaching serta membantu memberikan sertifikasi dari produk-produk yang dihasilkan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bank Indonesia Cabang NTT I Nyoman Atmaja mengungkapkan dengan dana PEN maka besar harapan untuk bisa memperbaiki ekonomi nasional dan daerah. 

“Dari pertumbuhan ekonomi kita yang rendah, harapan kita masih ada. Kita punya program PEN pemulihan ekonomi nasional. Kita masih punya anggaran yang cukup. Untuk itu maka besar harapan kita pada bidang pertanian, perdagangan, pemerintahan dan bidang konstruksi. Kita harus dorong pertumbuhan ekonomi kita di triwulan 3 ini,” ujar Atmaja.

Kemudian Kepala OJK Robert Sianipar, dalam kesempatan yang sama juga mengharapkan agar ekspo tersebut mampu membangkitkan ekonomi NTT, yang sempat tersandera oleh pandemi Covid-19.
“Kegiatan ini juga diharapkan bisa mempercepat pemulihan ekonomi. Dalam ekonomi yang menurun saat ini maka untuk pemulihannya ada kebijakan mulai dari sektor keuangan dengan beberapa kebijakan diantaranya, restrukturisasi dan relaksasi untuk nasabah-nasabah,” tutur Sianipar dan menambahkan, “Dari kebijakan terkait dana atau anggaran yang tersalur tersebut, kini tantangannya bagi debitur UMKM adalah mengenai peningkatan produksi dan penyerapan produk yang tersalur pada pasar, hingga pada banyaknya pembeli sehingga melalui ekspo ini juga ada transaksi langsung untuk memudahkan penjualan produk.” (Emild Kadju)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2019 NTTBANGKIT.

Tentang Kami   |   Tim Redaksi