Jum. Okt 30th, 2020

NTT Bangkit

Media Promosi Pariwisata,Bisnis dan Investasi NTT

Labuan Bajo Dikagumi Peserta Rakernas Badan Penghubung Se-Indonesia

3 min read

Dua peserta Rakernas Badan Penghubung Se-Indonesia yang sedang menikmatii panorama alam nan indah di Labuan Bajo, Manggarai Barat. (Foto Viktor)

LABUAN BAJO,NTTBANGKIT.COM,-Beberapa waktu lalu Forum Komunikasi Pemerintah Penghubung Seluruh Indonesia (FORKAPPSI) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Labuan Bajo, Manggarai Barat. Rakernas ini oleh seluruh peserta dari Kantor Badan Penghubung se-Indonesia.Rakernas ini berlangsung sejak 28-30 Agustus 2020 dan dibuka oleh Wakil Gubernur NTT, Drs. Josef A. Nae Soi, MM.

Wakil Gubernur NTT, Josef A. Nae Soi, memberikan apresiasi dan mengucapkan kegembiraannya atas penyelenggaraan Rakerns tersebut. Di mata Nae Soi, kegiatan tersebut selain untuk meningkatkan hubungan kerja sama antar badan penghubung juga sekaligus mempromosikan obyek-obyek pariwisata di Pulau Flores, secara khusus Pulau Komodo dan sekitarnya. Setelah mempromosikan Labuan Bajo dengan seluruh keindahan obye pariwisatanya, ia mengajak seluruh peserta pergi mengunjungi semua obyek wisata tersebut.

Usai Rakor, kepada NTTbangkit.com, Ketua Umum Viktor Manek yang juga Kepala Kantor Badan Penghubung se-Indonesia mengungkapkan tentang kesan para peserta Rakernas sejak kedatangan, selama acara hingga usai acara. Dituturkan Viktor, hampir semua peserta sangat merasa gembira datang mengikuti Rakernas di Labuan Bajo. Kegembiraan itu, bukan hanya mengikuti acara, tetapi karena bisa menikmati panorama keindahan obyek-obyek wisata di Labuan Bajo, baik wisata bahari, wisata alam dan melihat langsung binatang purba Komodo di Pulau Komodo.

Diungkapkannya, acara Rakernas yang jadwalkan berlangsung 2 hari, kemudian dikebut atau dipercepat hanya satu hari satu malam saja. Sisa waktunya digunakan seluruh peserta untuk berjalan-jalan mengunjungi obyek-obyek wisata di Labuan Bajo yang sudah mendunia. Para peserta dari berbagai provinsi itu difasilitasi Kaban Viktor Manek, panitia dan para pemandu wisata mengunjungi satu per satu obyek wisata dengan penuh semangat kerinduan yang tinggi karena mereka belum pernah melihat langsung bagaimana habitat Komodo hidup dan bertelur. Selama ini, mereka mengaku hanya mendengar dan membaca atau menonton melalui media sosial atau media massa saja.

Kegembiraan para peserta itu, terlihat langsung ketika mereka getol berfoto selfie di semua obyek wisata yang mereka kunjungi. Bagi mereka, Labuan Bajo sangat unik dan sangat indah yang tidak boleh dilewatkan tanpa dokumentasi foto dan video sebagai kenangan yang termahal dan terindah.

Selain pergi mengunjungi dan menikmati keindahan alam Pulau Komodo, Pulau Rinca, Padar dan lain-lain, mereka juga tidak tanggung-tanggung merogok uangnya untuk berbelanja berbagai macam kerajinan tangan dan tenun ikat khas manggarai di pasar-pasar. Ada yang membeli kain sarung, selendang, topi khas manggarai, makanan khas, dan produk lainnya sebagai cenderamata atau oleh-oleh untuk di bawa ke kampung halamannya. Fakta ini membawa keberuntungan tersendiri bagi para pengerajin dan pedagang.

Bahkan, kata Viktor, setelah waktunya pulang ke Jakarta, para peserta yang lainnya masih enggan pulang. Setelah menjelajahi obyek-obyek wisata di Labuan Bajo, mereka kemudian pergi ke Kampung Bena di Bajawa, Kabupaten Ngada. Selain menyaksikan kampung tradisional itu dari dekat, mereka juga menikmati panorama alam Gunung Ebulobo yang menjulang di Kota Dingin Bajawa. Tak puas menikmati Kampung Bena dan Puncak Ebulobo di Bajawa, mereka kemudian pergi ke puncak Danau Tri Warna Kelimutu di Ende. Di sana mereka menikmati keidahan alam luar biasa yang tak ada duanya di dunia.

Diakui Viktor, Rakernas di Labuan Bajo ini merupakan kerinduan bersama dari seluruh peserta. Sejak awal persiapan dan ditetapkan Labuan Bajo menjadi tempat pelaksanaan Rakernas, seluruh peserta sudah sangat antusias. Bahkan mereka sudah jauh-jauh hari mempersiapkan diri untuk berangkat ke Labuan Bajo. Sebelum hari puncak Rakernas, banyak peserta sudah lebih dahulu datang. Hal yang luar biasa mereka malah mengeluarkan biasa sendiri untuk mengunjungi obyek-obyek wisata. Karena merasa sangat at home, sesudah usai kegiatan mereka enggan pulang, masih ingin berlama-lama di Labuan Bajo.

Sebagai pimpinan forum kerja sama ini, Viktor Manek, merasa bangga karena orang luar sangat mencintai obyek-obyek wisata di NTT, secara khusus di Pulau Komodo.Dia juga merasa gembira karena kegiatan Rakor berjalan lancar dan sukses serta telah turut mempromosikan pariwisata Labuan Bajo. Paling tidak, semua peserta yang mengabadikan obyek-obyek wisata indah telah mempromosikan keindahan alam Labuan Bajo melalui media sosial mereka. Dan tentunya akan lebih banyak mengundang orang yang melihatnya untuk datang ke Labuan Bajo.

Untuk mendokumentasikan seluruh foto-foto cantik berlantar obyek wisata pantai dan alam dalam lensa kunjungan para peserta, sebagai Kepala Badan Penghubung NTT, ia mencetak beberapa jenis kalender untuk dibagikan secara gratis kepada seluruh Kantor Badan Penghubung se-Indonesia di Jakarta.

“Saat ini, kami sedang mendesaian kalender yang berisi seluruh foto-foto kegiatan rakor dan kunjungan ke obyek-obyek wisata. Foto-foto dalam kalender tersebut menjadi media promosi ke seluruh Indonesia. Kami sangat gembira atas kesuksesan rakor kali ini, dan saya sampaikan terima kasih kepada seluruh panitia dan peserta yang telah hadir di Labuan Bajo.(KornelisMoaNita/NBC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2019 NTTBANGKIT.

Tentang Kami   |   Tim Redaksi